Suatu ketika dihadapan sang Sultan, dua orang seniman berselisih faham tentang siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Dan untuk menyelesaikan perselisihan itu, Sultan kemudian menyediakan untuk masing-masing dari mereka sebuah rumah untuk di warnai.
Seniman Pertama menggunakan semua jenis cat yang tersedia dan kemudian menghiasi rumah itu dengan grafis warna-warni yang tingkat kerumitannya sangat tinggi.
Seniman Kedua, sebaliknya tidak menggunakan bahan cat apapun, ia lebih senang membersihkan dinding-dindingnya dari segala kotoran, membuatnya menjadi sehalus mungkin serta memolesnya hingga semengkilap mungkin.
Ketika kedua rumah tersebut diajukan untuk diperiksa oleh sultan, hasil karya seniman Pertama mengundang decak kagum siapapun yang menyaksikannya, sangat menakjubkan; akan tetapi rumah yang disiapkan oleh seniman Kedua menjadi pilihan sang Sultan oleh sebab warna-warni yang ditampilkan oleh rumah pertama dan alam sekitarnya terpantulkan secara sangat indah pada dinding-dinding rumah kedua dalam berbagai lapisan dan gradasi bayangan dan warna yang seakan tiada ujung dan akhiran.
Bandung - 05/Maret/2009 Source: MATSNAWI, The Spiritual Couplets of Maulana Jalalu-’d-diin Muhammad Rumi, Book I – Story XIV.1 [Abridged and Translated by E.H. Whinfield (1898) … Alih bahasa oleh wiwin.wr @2009]