... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Seciduk air sungai …

Friday, May 30, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 12:40 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu pagi, Alhamdulillaah, saya kedatangan tamu di kantor, ia adalah rekan kerja saya, yang 20 tahun lalu pindah bekerja ke tempat lain, dan karena ia lebih tua dari saya maka ia ”pensiun” mendahului saya. Selesai dengan tanya jawab yang standar, ia menceritakan kisahnya selama bekerja di tempat itu.


Fig.1 Gambar ini dimaksudkan sebagai ilustrasi belaka …. [1]

Suatu ketika ia dipindahkan ke sub-instansi baru yang masih di lingkungan instansinya. Pada hari pertama berada disana, staf senior di tempat baru itu datang menemuinya, menyapanya, kemudian bertanya kepadanya - mau melanjutkan membaca … ?

Mendirikan bangunan …

Tuesday, May 27, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di PROFESI pk. 2:53 | Anda mau email artikel ini ?


Saya bekerja di biro konsultan Perencanaan Bangunan dari sejak saya selesai sekolah dulu. Dari pengalaman bekerja disitu dan bergaul dengan ahli-ahli dari disiplin-disiplin keahlian lainnya, sambil mempertajam bidang keahlian sendiri, saya memberanikan diri untuk membuat tulisan ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang ingin berprofesi di bidang Perencanaan dan Pembangunan atau siapapun yang tertarik atau yang berkepentingan dengan bidang atau profesi ini. - mau melanjutkan membaca … ?

Arti sebuah karya …

Monday, May 26, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 23:54 | Anda mau email artikel ini ?

Rumah kakek saya di Jawa sana, rumah jaman dulu, entah tahun kapan rumah itu dibangun, sekarang ini masih ada, tetapi sudah banyak perubahan  oleh pemakainya yang sekarang karena kayu-kayunya pasti sudah lapuk dan desainnya tidak sesuai jaman …. postmodern, minimalis…


[ ini bukan foto rumah kakek saya lho … ! ]

Majunya peradaban berarti juga terjadi perkembangan teknologi, menjadikan ”gubug” tersebut ditingkatkan konstruksinya menjadi bangunan yang semakin memiliki estetika dan kemegahan.

Ada kaum yang menggunakan bukit-bukit batu yang dipahat ke dalam seperti kaumnya Nabi Sholih as. [ bisa dilihat disini ] atau kaum yang membangun tiang yang tinggi sebagai tiang utama dan rumah mereka diikatkan kepada tiang itu seperti kaum Aad, kaumnya Nabi Hud as. Ada juga yang menggunakan kain yang di topang dengan kayu-kayu seperti ”wigwam”-nya orang Indian.

Ada yang atapnya berbentuk melengkung keatas di kedua ujungnya, seperti rumah gadang di Bukittinggi, dan ada yang berbentuk satu atap menguncup keatas dan berlapis-lapis seperti orang Jawa dengan rumah Joglonya.

Rumah-rumah yang dibangun oleh kaum-kaum atau suku-suku itu sangat beragam, berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, sebuah fenomena yang indah.

 

Ada hal yang spesifik yang akan membedakan mereka semuanya. Bisa dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan mereka, bisa juga karena iklim disekeliling mereka, bisa pula karena ancaman-ancaman yang ada disekeliling mereka. Adanya perbedaan rumah-rumah itu juga bisa sebagai akibat dari sifat atau karakter mereka, bukan karakter pribadi tetapi karakter dari kelompok. Sifat kejamaahan mereka. Bila merujuk kepada kaumnya Nabi Sholih as., dan juga kaumnya Nabi Hud as., rumah-rumah mereka adalah cerminan perilaku dari kaum itu. [tentang kaum Aad lihat tulisan Menara Pencakar Langit ]. Kebalikan dari itu, bangunan dan rumah dibuat sebagai simbol dari sesuatu ”ajaran” yang hendak di terapkan pada suatu kaum atau suku. Semakin tinggi budaya suatu kaum atau suku, bentuk rumah atau bangunan-bangunan mereka semakin sarat dengan simbol. Selain simbol-simbol, karakter suatu kaum atau suku itu juga akan tampil pada bentuk bangunan, berikut simbol-simbol itu.

Bagaimana dengan rumah real estate atau rumah BTN ?
Apakah tampilannya juga bisa mencerminkan karakter pemiliknya ?
Bukankah rumah-rumah itu bentuknya sama ?

Inna awwalu baitin-wudliya li-n-naasi” ialah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi ”huda-l-lil `aalamiin” QS.[3]:96. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba QS.[29]:41.

At Tirmidzi, Al-Farq Bayna-l-shadr wa-l-qalb wa-l-fu’ad wa-l-lubb – Biarkan Hatimu Bicara; menggunakan ”halaman rumah” sebagai salah satu pemisalan ketika beliau membuat pemisalan untuk shadr [dada]. Disebutnya, bila rumah digunakan sebagai pemisalan untuk qalb maka halamannya adalah shadr. Sebagaimana kita tahu [dalam pembahasan dalam buku itu] bahwa apa-apa yang ada dalam shudur adalah yang membentuk karakter atau ”ego” dalam bahasanya ahli psikologi. [Betul ?]

[”sejuk” yang pertama adalah kata yang saya pilih untuk terjemahan kata ”semeleh” dan kata ”sejuk” yang kedua saya pilih untuk terjemahan kata ”adem” karena petuah orangtua saya diberikan kepada saya dalam bahasa jawa. Ketika itu saya hanya berupaya agar tidak berprasangka buruk dan tidak marah-marah atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat kontraktor yang membangun rumah saya ……]
[Kalau yang dimaksudkan dengan ”sejuknya hati” adalah ”shadr” yang lapang, yang bebas dari pengaruh hawa nafsu yang artinya shudur yang penuh dengan kebenaran, shudur yang telah menjadi kolam al-haqq, ”dada yang taqwa”, maka saya ”GAGAL TOTAL” dalam upaya menuruti nasehat orangtua ……]

PENUTUP dan RENUNGAN …

Alhamdulillaah. Dengan adanya kesempatan berkumpul dan berbincang dengan sahabat-sahabat yang Allah Ta’ala hadirkan bagi saya sekarang ini, yang atas bantuan mereka pula, sedikit demi sedikit saya mulai bisa melihat hubungan antara persoalan ketaqwaan hati dengan bangunan yang akan dibangun atas dasar ketaqwaan itu.
Bangunan atau rumah atau monumen akan merepresentasikan apa-apa yang ada dalam diri seseorang, atau kelompok, atau kaum, yang mendirikannya.

Ketika berada di surga, Adam as. dan istrinya Siti Hawa tidak diijinkan Allah Swt. untuk mendekati sebuah pohon … dan kita tahu bahwa persoalan itu mengajari kita bahwa Allah Ta’ala tidak ijinkan Adam as. mendekati pohon itu karena "pohon-diri Adam as." belum tumbuh. Ketika Adam as. di muka bumi itulah saat untuk menumbuhkan "pohon-diri" …….

Membuat bangunan bukanlah soal ”uang” semata, bukankah di langit sudah ada ”gambar bangunan” yang akan kita buat. Masalahnya adalah, yang di langit itu adalah bangunan yang merepresentasikan ketaqwaan kita ataukah hawa-nafsu kita….. Kita tidak bisa memilihnya, yang bisa kita lakukan hanyalah ”ikhtiyari dengan sepenuh harapan” kepada Allah Ta’ala, agar bangunan itu merepresentasikan ketaqwaan kita, bukan hawa nafsu kita.


Bandung - 25/05/2008 … Wallaahu `alam bi-sh-showab

Menghemat air …

Saturday, May 24, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di TIPs pk. 18:05 | Anda mau email artikel ini ?

Water FaucetYang dimaksudkan disini BUKAN cara menghemat air yang misalnya dengan mandi seminggu sekali atau minum air hanya segelas sehari [itu memang menghemat air, tapi…. bukan itu]. Yang dimaksud disini ialah menghemat air dengan jalan mencermati alat-alat rumah tangga kita yang barangkali masih bisa dikurangi pemakaian airnya.

Kloset model dengan flush-tank atau tanki gelontor atau tanki ‘jedur’ adalah salah satunya, - mau melanjutkan membaca … ?

Utilitas dalam bangunan …

Friday, May 23, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di PROFESI pk. 2:09 | Anda mau email artikel ini ?

Untuk setiap kegiatan manusia harus selalu tersedia ”shelter” kecuali aktifitas yang sifatnya di luar ruangan [”outbound” atau sepak-bola atau lainnya]. ”Shelter” atau "gubug" atau "tempat berlindung" itu kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi bentuk yang lebih kokoh, lebih kuat dan lebih tahan lama. Juga unsur-unsur estetika mulai diperhatikan sedemikian rupa sampai akhirnya berkembang menjadi ”monumen-monumen jaman”, menjadi ”icon” peradaban.

Bagi seorang Perancang Bangunan, selain dari bentuk bangunan yang harus menampilkan suatu konsep tertentu dan kerangka yang kuat, maka di dalam bangunan itu juga harus dilengkapi dengan sarana untuk menunjang aktifitas manusia. Para Perancang membagi sarana tersebut menjadi 4 kelompok yakni Interior bangunan, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing.

Di kalangan profesional, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing sering dipercepat membunyikannya menjadi MEP. MEP juga sering disebut sebagai UTILITAS walaupun ada yang persoalan Fisika yang agak dilupakan dalam pemberian nama itu. MEP dalam bangunan tidaklah lengkap tanpa ditemani oleh Fisika Bangunan. [Sepertinya urusan Fisika dimasukkan ke nama Mekanikal].

MEP, merupakan bagian yang penting dari ACTIVITY SUPPORT SYSTEMS, kehadirannya menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan oleh suatu area, dimana aktivitas itu direncanakan untuk dilakukan. - mau melanjutkan membaca … ?

Sabar dan Syukur …

Thursday, May 22, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KAJIAN pk. 12:59 | Anda mau email artikel ini ?

Banyak keterangan dan posting tentang "sabar dan syukur" yang bisa dilihat di publikasi-publikasi yang lisan, cetak maupun elektronik. Ini hanya salah satunya saja, yang mudah-mudahan bisa menambahi wacana-wacana yang sudah ada, tentunya dengan tidak menafikan publikasi - publikasi atau wacana - wacana yang sebelumnya. Semua bisa bermanfaat, tergantung cara mengambilnya. Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia kan ?

KEDUDUKAN SABAR dan SYUKUR

At Tirmidzi dalam kitabnya ”al ilm al Awliyya” (yang saya baca tentu saja terjemahannya - Mata Air Kearifan) menjelaskan hal itu, dengan penjelasan yang menurut saya mudah untuk dicerna.
Saya kutipkan disini ya….., tetapi hanya bagian-bagian yang menurut saya adalah inti penjelasannya, saya berikan sedikit perubahan redaksional agar lebih nyaman dibacanya. - mau melanjutkan membaca … ?


Halaman: 1 2 3

Menara Pencakar Langit …

Wednesday, May 21, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 15:25 | Anda mau email artikel ini ?


Perbandingan SkyScrapper, Burj Dubai belum disertakan. Gambar berasal dari sini.

Perkembangan teknologi zaman ini membuat manusia semakin mudah berkomunikasi, aktif bergerak dengan interaksi antar sesama yang tinggi, akibatnya kebutuhan ruang untuk beraktifitas semakin besar. Dengan adanya pertambahan penduduk dan urbanisasi menjadikan harga tanah di kota semakin mahal. Satu-satunya solusi adalah membuat ruang hunian dan ruang aktifitas yang bersusun ke atas. Dengan bangunan yang lantainya berlapis-lapis maka pertambahan kebutuhan ruangan, baik yang untuk hunian maupun yang untuk beraktifitas dapat diakomodasikan di atas lahan yang lebih sempit.


[Penuh dengan gedung bertingkat. Solusi teknis dalam tata ruang perkotaan.]

Demikianlah, gedung-gedung bertingkat tinggi menjadi solusinya, dan sejak itu manusia seakan berlomba-lomba membangun Pencakar Langit.

FAKTA SEJARAH

Ada satu kaum yang hidup ribuan tahun yang lalu, tepatnya 5750 tahun silam atau kira-kira tahun 3750 SM di sebelah selatan Jasirah Arabia di tanah Ash-Shahr yang terletak di antara Hadramaut dan Oman. Disitu ada lembah Mughith dan kota tempat tinggal mereka bernama Irom. - mau melanjutkan membaca … ?

Salaam …..

Sunday, May 18, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di SEKAPUR SIRIH pk. 17:17 | Anda mau email artikel ini ?

Saya pilih "BERANDA SULUK" untuk nama Blog ini, …

Beranda merupakan bagian yang terluar dari sebuah rumah, ia menjadi bagian dari sebuah rumah tetapi tidak sepenuhnya berada dalam rumah. Setiap yang hadir ke beranda pasti akan disapa oleh pengelola rumah [inggrisnya ”Butler” atau ”chief of kitchen cabinet staff” seperti kata Umar Kayyam], diberitahukannya segala tata-cara / sopan-santun / tata-krama di dalam rumah, tetapi hanya yang benar-benar mencari sang Pemilik Rumah saja yang akan dipersilahkannya untuk memasuki rumah itu dan duduk takdzim di ruang tamu menunggu kehadiran sang Pemilik Rumah ……

- mau melanjutkan membaca … ?