Utilitas dalam bangunan …
Friday, May 23, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Untuk setiap kegiatan manusia harus selalu tersedia ”shelter” kecuali aktifitas yang sifatnya di luar ruangan [”outbound” atau sepak-bola atau lainnya]. ”Shelter” atau "gubug" atau "tempat berlindung" itu kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi bentuk yang lebih kokoh, lebih kuat dan lebih tahan lama. Juga unsur-unsur estetika mulai diperhatikan sedemikian rupa sampai akhirnya berkembang menjadi ”monumen-monumen jaman”, menjadi ”icon” peradaban.
Bagi seorang Perancang Bangunan, selain dari bentuk bangunan yang harus menampilkan suatu konsep tertentu dan kerangka yang kuat, maka di dalam bangunan itu juga harus dilengkapi dengan sarana untuk menunjang aktifitas manusia. Para Perancang membagi sarana tersebut menjadi 4 kelompok yakni Interior bangunan, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing.
Di kalangan profesional, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing sering dipercepat membunyikannya menjadi MEP. MEP juga sering disebut sebagai UTILITAS walaupun ada yang persoalan Fisika yang agak dilupakan dalam pemberian nama itu. MEP dalam bangunan tidaklah lengkap tanpa ditemani oleh Fisika Bangunan. [Sepertinya urusan Fisika dimasukkan ke nama Mekanikal].
MEP, merupakan bagian yang penting dari ACTIVITY SUPPORT SYSTEMS, kehadirannya menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan oleh suatu area, dimana aktivitas itu direncanakan untuk dilakukan.
Instalasi MEP dalam sebuah gedung atau bangunan hampir tidak pernah ada yang ditampakkan, selalu disembunyikan atau ingin disembunyikan. Walau demikian, sebagaimana sebutan di atas, dimana MEP adalah bagian penting dari suatu ”Activity Support System” maka keberadaan MEP dalam sebuah bangunan menjadi mutlak.
kalau di wahana ruang angkasa maka …
MEP menjadi bagian dari ”Life Support System”.
Bayangkan di wahana ruang angkasa tanpa …
sistem Ventilation dan sistem Air Conditioning ….
apa manusia bisa bertahan hidup ?
Tidak perduli seberapa bagus atau indahnya tampilan sebuah bangunan kalau tidak ada keran airnya atau stop kontak listriknya maka apakah ada yang mau beraktifitas atau bahkan tinggal di dalamnya. Jaman sekarang, kalau tidak ada colokan telepon saja bisa ribut …..
UNTUK SIAPA DISEDIAKAN ?
Tujuan dari membuat bangunan kantor, hotel, apartemen, housing complex, resort area, theme park, supermall, dll. Tidak lain adalah untuk MELAYANI kebutuhan MANUSIA. Dengan demikian, memahami PERILAKU MANUSIA yang akan menghuni atau akan menggunakan ruangan atau bangunan menjadi sesuatu yang SANGAT PENTING. Baru setelah itu, segala perangkat utilitas atau MEP dapat dirancang atau disiapkan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Oleh sebab instalasi MEP tugasnya memberi sarana kepada MANUSIA untuk melakukan aktifitas maka ruang atau ”space” akan menjadi sangat rendah nilainya bilamana tidak terdapat sarana MEP yang memadai untuk kegiatan manusia.
APA KONSEKWENSINYA ?
Semua perlengkapan untuk penyediaan fasilitas MEP harus diakomodasikan dalam bangunan dimana ruang tersebut berada dan tentu saja akan mengurangi ruang-efektif dari bangunan tersebut dan berarti mengurangi luas ruangan yang bisa dijual. Jadi selain dari MEP sendiri membutuhkan biaya untuk pengadaannya, ia juga membutuhkan ruang.
Upaya membuatnya menjadi sebanding, antara pengorbanan dan hasil yang akan dicapai, merupakan bagian dari perencanaan. Hal ini sering menjadi konflik antara pihak-pihak yang terlibat pada proses perancangan, antara lain, pemiliknya, perencananya dan calon pengelolanya karena adanya perbedaan kepentingan. Antara ”profit” dan pelayanan.
TERDIRI DARI APA SAJA ?
Fasilitas yang diperlukan oleh suatu space untuk melayani kegiatan manusia di area itu antara lain terdiri dari :
Kelompok Mekanikal :
Sub kelompok Mekanikal:
- Transportasi Vertikal, untuk manusia, pelayanan umum dan pembersihan.
- Pengamanan Bahaya Kebakaran, terdiri dari Pemadaman Kebakaran dengan Air secara manual maupun otomatis dan Alat Pemadam Api Ringan.
- Pembangkit Listrik Darurat, dengan mesin Diesel Genset.
Sub kelompok Fisika Bangunan :
- Tata Udara, terdiri dari Air Conditioning dan/atau Ventilasi.
- Akustik dan Kebisingan.
Kelompok Elektrikal :
- Listrik, untuk Penerangan dan Daya.
- Sistem Komunikasi dengan kabel seperti telepon, data dan internet [intercomm dan telecomm], sering juga diperlukan fasilitas untuk peningkatan komunikasi dengan sistem nir-kabel.
- Sistem-Sistem Elektronika, Sentral TV, CCTV, Sekuriti, Sistem Tata Suara, Komunikasi Data dengan kabel maupun nir-kabel [wireless].
- Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran, terdiri dari Sistem Deteksi Kebakaran Otomatis, Sistem Penerangan Darurat Kebakaran dan Jalur Evakuasi Darurat.
- Sistem Penangkal Petir.
- Sistem Pentanahan atau Pembumian atau Grounding.
Kelompok Plambing dan Sanitari :
- Penyediaan Air Bersih, untuk keperluan minum, mandi, cuci dan pembersihan.
- Penyaluran Air Buangan, menuju ke pengolahan [sewage treatment plant] sebelum dibuang ke Badan-Air [sungai, selokan atau gorong-gorong] atau di resapkan ke tanah.
- Pengelolaan Air Hujan.
- Pengelolaan Resapan Air dengan Bio-Pori atau Sumur Resapan
Semua hal di atas adalah Utilitas atau MEP yang harus disiapkan, tetapi tentunya harus disesuaikan dengan keadaan bangunan. Misalnya untuk Rumah Tinggal tidak perlu menyediakan Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran dengan Air yang otomatis dan bisa tidak perlu memasang CCTV.

