... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Mendirikan bangunan …

Tuesday, May 27, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di PROFESI pk. 2:53 | Anda mau email artikel ini ?


Saya bekerja di biro konsultan Perencanaan Bangunan dari sejak saya selesai sekolah dulu. Dari pengalaman bekerja disitu dan bergaul dengan ahli-ahli dari disiplin-disiplin keahlian lainnya, sambil mempertajam bidang keahlian sendiri, saya memberanikan diri untuk membuat tulisan ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang ingin berprofesi di bidang Perencanaan dan Pembangunan atau siapapun yang tertarik atau yang berkepentingan dengan bidang atau profesi ini. Tulisan inipun terlampau singkat dan kurang detil, banyak rincian yang tidak bisa disertakan. Silahkan mengembangkannya.

Proses mendirikan bangunan bisa dikelompokkan dalam 3 (tiga) fase berikut: Konseptual, Perencanaan dan Pembangunan Fisik.

 
FASE KONSEPTUAL

Sambil membincangkan tentang gagasannya, Pemilik biasanya juga menyewa team ahli untuk membuat Studi Kelayakan dan hasilnya digunakan sebagai acuan untuk memperkuat gagasannya atau membatalkannya bila hasil dari Studi Kelayakan menyatakan gagasannya tidak layak.

Setelah melalui proses perbincangan yang cukup intens antara Arsitek atau team Arsitektur dengan Pemilik Bangunan, tercapailah suatu keadaan dimana gagasan yang semula hanya ada dalam alam pikiran Pemilik Bangunan dapat tertuang dan dan terpenuhi persyaratnya oleh sketsa-sketsa gagasan Arsitektur.

Apakah dengan selesainya fase pertama bisa dikatakan selesai pula iterasi arsitektur terhadap massa dan detail bangunan ? Biasanya tidak seperti itu. Yang bisa dikatakan selesai adalah ”proses penyesuaian gagasan” antara ketiga pihak yang berbincang. Semua bagian dari rancangan arsitektur bisa berubah total karena proses-proses yang berlanjut disisi Pemilik Bangunan.

 
FASE PERENCANAAN

Di sisi Pemilik, inilah saatnya menggalang dana, menggalang persatuan dengan pihak-pihak yang dipilihnya secara sangat hati-hati untuk ikut investasi bersama dengannya. Perhitungan bisnis seperti perhitungan return of investment, cost of money dan lain-lainnya [yang berprofesi dibidang financial yang bisa menjelaskan hal ini secara detail] menjadi santapan sehari-hari dari Pemilik. Perhitungan financial menentukan segalanya, kalau perlu gagasan awal bisa dirombak untuk disesuaikan dengan peluang-peluang bisnis [Betul ?]

Tahap Pra Rencana: Kegiatan di tahap ini adalah menyusun konsep dasar perencanaan berdasarkan explorasi terhadap sumber-sumber daya yang ada di lokasi. Baik sumber air minum, saluran air buangan, jaringan listrik, jaringan telepon, faktor sosial dan lingkungan, ketinggian muka air banjir, dll. Semuanya data di integrasikan dan dicarikan alternatif solusinya agar bisa sesuai dengan bentuk arsitektur bangunan. Bila sudah selesai dan QS sudah melakukan prakiraan biaya konsruksinya dan Pemilik sudah menyetujui dari segi bentuk bangunan, kelengkapan instalasi bangunan dan prakiraan biaya pembangunannya, maka dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Tahap Pengembangan Rencana: kegiatannya dimulai dengan menuangkan konsep yang dibangun pada tahap sebelumnya ke dalam gambar-gambar dan untuk itu diperlukan perhitungan-perhitungan teknis dari semua disipl;in keahlian untuk memperoleh data akurat tentang besaran-besaran fisik struktur bangunan dan kelengkapan-kelengkapan bangunan, misalnya mesin Air Conditioning, Jaringan data dan telepon, pipa-pipa air. Seperti pada tahap sebelumnya, data tersebut kemudian di integrasikan ulang dan dicarikan alternatif solusinya agar bisa sesuai dengan arsitektur dalam dan luar bangunan yang juga telah dikembangkan. Misalnya, bentuk atap bangunan dengan kebutuhan pemasangan penangkal petir sesuai dengan karakteristik sambaran petir di wilayah itu. Atau rencana penempatan tanki septik dengan rencana pembuatan sumur bor dalam hubungannya dengan lansekap. Bila sudah selesai dan QS sudah menghitung biaya konsruksinya dan Pemilik sudah menyetujui dari segi bentuk bangunan, kelengkapan instalasi bangunan dan biaya pembangunannya, maka dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Sambil melaksanakan tahap berikutnya, biasanya, proses perijinan kepada Pemda dan pengajuan kebutuhan pelayanan kepada instansi-instansi sarana kota [PDAM, PLN, TELKOM, dll] mulai dilakukan.

Tahap Gambar Detail: Kegiatannya adalah menyiapkan dokumen yang lengkap untuk bisa dijadikan sebagai panduan pembangunan fisik. Semua bagian dari bangunan harus sudah ada gambarnya, termasuk instalasi listrik, pipa-pipa air bersih, pipa-pipa air kotor, ventilasi, air conditioning, saluran air hujan, tanki septik, sumur resapan air hujan, uraian pelaksanaan pekerjaan dan lainnya. Gambar adalah sesuatu yang digunakan untuk menjelaskan bentuk atau posisi atau koordinat letak sesuatu sedangkan uraian pelaksanaan pekerjaan adalah uraian tentang bagaimana cara membuat bentuk-bentuk yang digambarkan.
Pada tahapan ini, QS membuat dokumen yang disebut Bill of Quantity atau BQ, yakni sebuah dokumen yang isinya adalah rincian tentang bagian-bagian pekerjaan secara detil, volume atau jumlah dari pekerjaan tersebut. Selain dari itu, QS juga melaporkan Rencana Anggaran Biaya bangunan yang lebih detil dan lebih akurat dari yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya. 

Dengan selesainya tahap ini, maka selesai pula fase Perencanaan untuk kemudian dilanjutkan dengan fase Pembangunan Fisik.
 

SEKILAS TENTANG PEMBANGUNAN FISIK

Pembangunan Fisik sebuah gedung atau rumah atau bangunan apapun, melibatkan Sumber Daya Manusia [SDM] dengan keahlian yang sangat berbeda dari keahlian SDM pada fase Perencanaan. SDM yang diperlukan juga lebih banyak jumlahnya dan klasifikasi keahlian SDM yang terlibat juga lebih lebar rentangnya. Dari mulai SDM ”blue-collar” sampai ke ”white-collar”, dari mulai yang unskilled [pembantu tukang atau laden], skilled, foreman [mandor], supervisor sampai ke manajer dan direksi yang memimpin pembangunan.

Selain dari keterlibatan SDM yang berbeda, juga melibatkan SDM dengan keahlian Menejemen Konstruksi atau yang dikenal dengan sebutan MK [Menejer Konstruksi] atau CM [Construction manager]. MK atau CM adalah suatu team yang akan melengkapi team yang sudah terbentuk sebelumnya yaitu Team Pemilik, team Arsitektur dan Perencanaan dan QS.

 

Semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca.

 

Comments

by: iqbal
at: 2008-08-14

wah.. akang seorang arsitek yaa… sama dong… hehehehe… setuju kang.

by: wiwin
at: 2008-08-23

he he… ternyata saya bukan arsitek lho …

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.