... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Aktualisasi diri …

Monday, June 30, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 13:25 | Anda mau email artikel ini ?

sail boat

Fig.1 Biduk adalah representasi jasad insaan yang mengarungi lautan dunia. 

Setiap yang mewujud di semesta alam-alam memiliki fungsi tertentu, setiap dari mereka mengemban tugas tertentu sesuai dengan jati-diri mereka. ”maa kholaqta hadzaa bathilaa” QS.[3]:191 berlaku bagi semua makhluk, tidak hanya untuk manusia saja. Bedanya, manusia memiliki kelebihan dari makhluk-makhluk lainnya di semesta alam-alam ini, dan oleh sebab itu pula menjadi makhluk yang paling sempurna, Allah Ta’ala ”telah menciptakan insaan dalam bentuk yang sebaik-baiknya” QS.[95]:4.

- mau melanjutkan membaca … ?

Bola dan Durian …

Monday, June 23, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 23:52 | Anda mau email artikel ini ?

Apakah sahabats punya sebuah bola di lemari ? Ambillah dan mainkan sebentar atau ajak seseorang bermain lempar-lemparan bola.

Ada beberapa hal yang bisa terjadi, bola itu hanya sahabat mainkan sendiri, dilempar ke atas atau dipantulkan ke lantai kemudian ditangkap lagi demikian seterusnya lalu sahabat kembalikan ke lemari.

Bila ada seseorang yang menemani bermain, bisa melempar kepadanya dan ditangkap olehnya lalu dilempar kembali atau dilemparkan kepada pemain yang lain.

Dan mungkin juga bola dilempar kepada seseorang yang kemudian mengelak dan membiarkan bola menggelinding entah kemana sehingga terpaksa salah seorang pemain berlari-lari mengambilnya. - mau melanjutkan membaca … ?

Jauhi segala prasangka …

Sunday, June 15, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 21:37 | Anda mau email artikel ini ?

Kita tahu bahwasanya …. Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati [af’idah], agar kamu bersyukur…. QS.[66]:78

Sejak dilahirkan ke muka bumi ini, manusia mulai mengembangkan segala bekal yang dimilikinya. Yang paling mudah untuk dikenali adalah apa-apa yang ada di raganya, salah satunya adalah ‘pikiran‘, yang menghubungkan manusia dengan segala yang ada di Alam Lahiriyyah …. sejak saat itu pula manusia belajar menggunakan ‘pikiran’-nya, dan sejak saat itu pula ‘pikiran’ beranjak mendominasi fungsi qalb. Dan manusia cenderung untuk selalu mengedepankan kemampuan ‘pikiran’, akibatnya kemampuan ‘qalb’ menjadi semakin jarang digunakan.

- mau melanjutkan membaca … ?

Sebegitu saja …

Friday, June 13, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 1:17 | Anda mau email artikel ini ?

Syahdan ada seorang Resi Bijaksana yang sedang duduk tafakkur di depan gua tempat tinggalnya di suatu puncak bukit nun jauh dari kota. Nampak ada seseorang, yang datang dengan naik helikopter, tergopoh-gopoh menghampiri sang Resi sambil menjinjing tas-tangan [red:briefcase] dan menyapanya. Katanya ….

Wahai Pertapa, tolong beritahukan kepadaku apa yang terpenting untuk dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan ini…… tetapi tolong agar cepat dan singkat ya, 30 menit lagi saya harus menghadiri pertemuan penting di kota !

Sang Resi menjawab ….

Perkenalkan-dirimu dahulu Nak, kemudian selesaikan urusanmu.

[sumber: dari sebuah gambar kartun]

Persahabatan …

Thursday, June 12, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 14:28 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu ketika…,

Seorang sahabat mengirim kisah ini melalui email…. saya tertawa lebar membacanya, karena begitulah CERMIN DIRI saya, setidaknya itulah bayangan saya tentang diri saya saat ini…..
Kisah ini mengingatkan saya agar tetap siaga .. tetapi yang lebih menyentuh adalah sapaan dan pemberian dari seorang sahabat ketika ia mendapati sahabatnya sedang tidak menyadari apa yang sesungguhnya dibutuhkannya pada saat itu.

Terimakasih Uda IB…….,
Terimakasih sahabat-sahabat yang telah menyapa …… mudah-mudahan kita tidak menjadi seorang tunasiaga….

 

KITAB DELAPAN MATA ANGIN
- Tsai Chih Chung, Illustrated Heart Sutra.

Ilustrated Heart SutraAda seorang murid yang sudah bertahun-tahun belajar ilmu kebijakan dari seorang guru di sebuah pulau terpencil. Kini ia merasa telah cukup ilmu dan berniat untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat di seberang pulau. Segera ia pamit pada sang guru dan berangkat meninggalkan pulau terpencil tersebut.

Tak berapa lama kemudian ia mendirikan sebuah perguruan dan memiliki banyak murid pula. Teringat pada sang guru, dan ia ingin menunjukkan hasil pengabdiannya selama ini. Ia lalu menulis sebuah kitab yang berisi ajaran-ajaran kebijakan.

Kitab itu diberinya judul "Kitab Delapan Mata Angin" karena bila orang mengamalkan isi kitab itu maka ia akan tetap tegar dalam kebenaran meski didera angin badai dari delapan penjuru mata angin. Ia mengutus seorang muridnya untuk mengantarkan kitab itu pada gurunya di seberang pulau.

- mau melanjutkan membaca … ?