Suatu ketika…,
Seorang sahabat mengirim kisah ini melalui email…. saya tertawa lebar membacanya, karena begitulah CERMIN DIRI saya, setidaknya itulah bayangan saya tentang diri saya saat ini…..
Kisah ini mengingatkan saya agar tetap siaga .. tetapi yang lebih menyentuh adalah sapaan dan pemberian dari seorang sahabat ketika ia mendapati sahabatnya sedang tidak menyadari apa yang sesungguhnya dibutuhkannya pada saat itu.
Terimakasih Uda IB…….,
Terimakasih sahabat-sahabat yang telah menyapa …… mudah-mudahan kita tidak menjadi seorang tunasiaga….
KITAB DELAPAN MATA ANGIN
Ada seorang murid yang sudah bertahun-tahun belajar ilmu kebijakan dari seorang guru di sebuah pulau terpencil. Kini ia merasa telah cukup ilmu dan berniat untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat di seberang pulau. Segera ia pamit pada sang guru dan berangkat meninggalkan pulau terpencil tersebut.
Tak berapa lama kemudian ia mendirikan sebuah perguruan dan memiliki banyak murid pula. Teringat pada sang guru, dan ia ingin menunjukkan hasil pengabdiannya selama ini. Ia lalu menulis sebuah kitab yang berisi ajaran-ajaran kebijakan.
Kitab itu diberinya judul "Kitab Delapan Mata Angin" karena bila orang mengamalkan isi kitab itu maka ia akan tetap tegar dalam kebenaran meski didera angin badai dari delapan penjuru mata angin. Ia mengutus seorang muridnya untuk mengantarkan kitab itu pada gurunya di seberang pulau.
- mau melanjutkan membaca … ?