... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Bola dan Durian …

Monday, June 23, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 23:52 | Anda mau email artikel ini ?

Apakah sahabats punya sebuah bola di lemari ? Ambillah dan mainkan sebentar atau ajak seseorang bermain lempar-lemparan bola.

Ada beberapa hal yang bisa terjadi, bola itu hanya sahabat mainkan sendiri, dilempar ke atas atau dipantulkan ke lantai kemudian ditangkap lagi demikian seterusnya lalu sahabat kembalikan ke lemari.

Bila ada seseorang yang menemani bermain, bisa melempar kepadanya dan ditangkap olehnya lalu dilempar kembali atau dilemparkan kepada pemain yang lain.

Dan mungkin juga bola dilempar kepada seseorang yang kemudian mengelak dan membiarkan bola menggelinding entah kemana sehingga terpaksa salah seorang pemain berlari-lari mengambilnya.

GARA-GARA DURIAN

Ada seseorang bercerita bahwa suatu ketika ia mengantar isterinya ke sebuah pasar swalayan di kotanya. Ia berjalan kesana kemari di swalayan tersebut mengikuti isterinya sambil membantu mendorong kereta belanjaan. Ketika melalui kelompok buah-buahan, ada beberapa buah durian yang sudah dikupas dan dibungkus plastik transparan dipajang di atas meja, warnanya yang kuning sangat menarik selera dan lagi tercium aroma durian monthong dari buah yang masih belum dikupas. Sangat harum bagi yang menyukainya.

Ia bukan seorang yang teramat menyukai durian, baginya durian tidak berbeda dari buah-buahan yang lain, demikian menurut pengakuannya.

Namun kali ini tidak demikian !!!

Saat itu ia menitikkan air liur. Mulutnya tiba-tiba saja menjadi basah oleh air liurnya sendiri melihat sajian durian yang sudah dikupas dan itu adalah pertama kalinya ia menitikkan air liurnya terhadap daya tarik buah durian.

Hal yang belum pernah terjadi selama hidupnya, yang menjadikannya marah luar biasa tetapi sekaligus ia juga tertawa. Menertawakan dirinya sendiri …… dan segera diceritakannya kejadian itu kepada isterinya.

aiiih lezat ...Kemudian, walaupun isterinya menyarankan kepadanya agar paket itu dibeli saja dan dibawa pulang sebagai pengobat rasa kepinginnya terhadap durian, ia tetap bersikeras tidak mau membelinya ….. ia masih marah kepada dirinya sendiri, kepada kerjasama antara syahwat dan hawa-nafsu dalam dirinya, yang telah berusaha memperbudaknya dengan jalan memberikan bayangan atas kelezatan buah durian yang ranum itu, yang membuatnya terbit air-liur  … sekaligus gembira dan takjub atas kejadian yang dialaminya.

Ia sudah lupa akan bayangan apa yang membuatnya menitikkan air liur tadi….. ia takjub luar biasa mengingat Dzat yang berada dibalik skenario ini, yang mengajarinya, walaupun mungkin baru sedikit sekali tetapi sungguh luar biasa, tentang syahwat dan hawa-nafsu dalam dirinya……

Hmm, gara-gara durian yah……

PENUTUP DAN RENUNGAN

Marah adalah potensi yang dimiliki seseorang. Al Ghazali, dalam kitab  ”arbain fii ushuluddiin” [yang diterjemahkan menjadi buku: Teosofia Al Quran] mengatakan bahwa adanya potensi marah dalam diri bisa digunakan sebagai dorongan untuk bersikap tegas, jujur dan sikap-sikap baik lainnya.

Sebaliknya tanpa adanya potensi marah dalam diri maka seseorang cenderung untuk menjadi lemah dan tidak tegas. Namun potensi marah yang berlebihan justru akan menjadikan penakut dan juga tidak tegas [ …. kok aneh ya ? Silahkan di evaluasi …. ].

Bola bisa menjadi sebuah pemisalan. Kita bisa menggunakannya untuk membuat perumpamaan apa saja, dan kita umpamakan persoalan-persoalan dalam kehidupan kita seperti bola.

Bayangkan bola itu adalah segumpal api, maka apa yang sebaiknya dilakukan ? Kalaupun terpaksa memainkannya maka mainkan saja sendiri kemudian secepatnya simpan kembali di lemari dan simpan disitu sampai apinya padam ….

Bandung - 21/06/2008 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab

No one leave comments yet, will you be the first one ?

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.