Nasruddin dan Pengemis …
Thursday, July 17, 2008, posting oleh wiwin.wrSuatu ketika, Nasruddin keluar dari masjid sehabis menunaikan sholat, ia melihat seorang pengemis duduk di jalan sambil meminta-minta.
Kemudian …..
”Apakah hidupmu boros ?” tanya Nasruddin. ”Ya” jawab si pengemis. ”Apakah engkau menyukai duduk-duduk sambil minum kopi dan mengisap rokok ?” Tanya Nasruddin. ”Ya” jawab si pengemis. ”Kukira engkau pasti suka bila bisa mandi setiap hari ?” tanya Nasruddin. ”Ya, tentu saja” lagi-lagi si pengemis mengiyakan. ”Dan mencari kesenangan, barangkali dengan minum-minum bersama teman ?” tanya Nasruddin. ”Ya, aku menyukai semua itu” jawab si pengemis bersemangat. ”Cek cek” decak Nasruddin dan kemudian memberinya satu keping uang emas.
Dari kejauhan, ada pengemis lainnya yang mencuri dengar percakapan itu dan kemudian menghampirinya dan meminta derma.
”Apakah hidupmu boros ?” tanya Nasruddin, ”Tidak” jawab si pengemis kedua. ”Apakah engkau menyukai duduk-duduk sambil minum kopi dan mengisap rokok ?” tanya Nasruddin. ”Tidak” jawab si pengemis kedua. ”Kukira engkau pasti suka bila bisa mandi setiap hari ?” tanya Nasruddin. ”Juga tidak” jawab si pengemis. ”Dan mencari kesenangan, barangkali dengan minum-minum bersama teman ?” tanya Nasruddin. ”Tidak, tidak, aku hanya ingin sekadar hidup yang sederhana dan beribadah” jawab si pengemis kedua. Kemudian Nasruddin memberinya satu keping uang perunggu.
”Mengapa ini”, jerit si pengemis itu, ”Mengapa engkau berikan kepadaku, seorang yang hemat lagi soleh, hanya satu sen saja, sedangkan engkau berikan kepada orang yang boros itu jumlah yang lebih besar ?
”Aah kawanku”, tukas Nasruddin, ”yang dia butuhkan lebih banyak daripada yang engkau butuhkan.”
Bandung - 17/07/2008-18/02/2009
[Nasruddin and the Beggars, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2008]
artikel ini ?
