... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Perkawinan & penyatuan …

Friday, July 18, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KIDUNG RUMI pk. 5:07| Anda mau email artikel ini ?
Atau mau Share on Facebook artikel ini ?

Kebahagiaan adalah saat kita duduk bersama,
Dua sosok, dua wajah, yang menyatu …
kau dan aku. 

Bunga-bunga ‘kan bermekaran dan
burung-burung ‘kan menembangkan kidungnya,
ketika kita memasuki taman …. kau dan aku. 

Bintang-bintang ‘kan muncul di langit ‘tuk menjadi saksi,
‘kan kita terangi mereka,
dengan cahaya purnama … kau dan aku. 

Tiada lagi pemisahan ‘kau’ dan ‘aku’
nuansa kebahagiaan dalam penyatuan semata -
kegembiraan, kegairahan, tiada kesusahan … kau dan aku. 

Semua burung surga yang bersayap cemerlang,
‘kan menukik turun ‘tuk minum air yang manis -
air mata dari kegirangan kita … kau dan aku. 

Betapa sebuah keajaiban, kita duduk disini,
walau di tepi dunia yang berseberangan,
kita tetap akan duduk bersama … kau dan aku. 

Kita adalah satu sosok di dunia ini,
dan menjadi sosok yang lain dikemudian. 

bagi kita ada surga yang abadi,
keceriaan yang tanpa akhir … kau dan aku. 

 

Bandung, 11/02/2009
[Diwan, S P, XXXVIII – terjemahan ke bahasa Inggris oleh Reynold A Nicholson – alih ke bahasa Indonesia oleh wiwin.wr ©2009. Seorang kawan,
Ibnu Abas, mengirimi teks aslinya melalui kolom komentar, dan saya coba terjemahkan.]

Comments

by: ibnu abas
at: 2008-08-11

Happy is the moment, when we sit together,
With two forms, two faces, yet one soul,
you and I.

The flowers will bloom forever,
The birds will sing their eternal song,
The moment we enter the garden,
you and I.

The stars of heaven will come out to watch us,
And we will show them
the light of a full moon –
you and I.

No more thought of “you” and “I.”
Just the bliss of union –
Joyous, alive, free of care, you and I.

All the bright-winged birds of heaven
Will swoop down to drink of our sweet water –
The tears of our laughter, you and I.

What a miracle of fate, us sitting here.
Even at the opposite ends of the earth
We would still be together, you and I.

We have one form in this world,
another in the next.

To us belongs an eternal heaven,
the endless delight of you and I.

by: wiwin.wr
at: 2009-02-11

AsSalaamualaikum Ibnu Abas.

Terimakasih atas kiriman teks inggrisnya. Saya akan berikan koreksi pada “bahasa” terjemahannya agar lebih mengena pada tataran “rasa bahasa”.
Sekali lagi terimakasih. Maaf sangat lambat memberikan jawaban ini.

Kalau boleh tahu, teks yang anda kirimkan itu yang dari terjemahan siapa ya ? Apakah Reynold A. Nicholson yang “abridged” oleh Arberry atau Kabir helminsky atau yang lainnya. Atau justru yang dari E.H. Whinfield ? Maaf atas pertanyaan ini karena saya agak kesulitan menemukannya, mohon dimaklumi karena terjemahannya sepertinya ada banyak.

WasSalaamualaikum wr wb.

by: herman
at: 2009-02-19

Salaam.
Ternyata masih sempat blogging, Pak.
Asyik juga bacanya.
Monggo dilanjut.

WassWrWb.
HS

by: wiwin.wr
at: 2009-02-19

Alaikumsalaam wr.wb. mas Herman.
Maturnuwun kunjungannya dan supportnya mas. Nge-Blog sekalian buat belajar mas….. tiru-tiru blog “ngRumi“-nya panjenengan. Saya bahkan juga ikut-ikutan menerjemahkan “terjemahan Matsnawi” tetapi bagian kisah-kisahnya saja…..
Wassalamualaikum wr.wb.

by: iq
at: 2009-03-26

alhamdulillah.. trimaksih sdh menterjemahkan ini… dan jadi renungan ilmu buat pribadi…. mhn ijin di copy mas..

by: wiwin.wr
at: 2009-03-31

Monggo mas “iq”. Silahkan. Semoga bermanfaat.

by: hidayatunniam
at: 2009-08-13

bisa kasih terjemah lengkap matsnawi ? thanxx.

by: wiwin
at: 2009-09-28

Bisa lihat di link ini http://www.semazen.net

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks