Perkawinan …
Friday, July 18, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wrMaulana Jalaluddin Rumi bersajak:
Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kau dan aku
Dua sosok dan dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan senandung burung ‘kan menebarkan pesona
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku
Bagi mereka kita ‘kan menjadi bulan, kau dan aku
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi,
‘kan menyatu dalam kenikmatan puncak
Bercanda ria serta bebas dari percakapan dungu, kau dan aku
Burung-burung yang terbang di langit ‘kan menatap iri
Karena kita tertawa riang gembira, kau dan aku
Sungguh ajaib, kau dan aku, duduk di sudut yang sama disini,
Pada saat yang sama berada di Irak dan Khurasan, kau dan aku.
[sumber: Ajaran dan Pengalaman Sufi – Maulana Jalaluddin Rumi,
terjemahan dari Reynold A Nicholson, cetakan Pustaka Firdaus 1996]

