... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Perkawinan …

Friday, July 18, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di KIDUNG SUFI pk. 5:07 | Anda mau email artikel ini ?

Maulana Jalaluddin Rumi bersajak:

Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kau dan aku
Dua sosok dan dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan senandung burung ‘kan menebarkan pesona
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku
Bagi mereka kita ‘kan menjadi bulan, kau dan aku
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi,
‘kan menyatu dalam kenikmatan puncak
Bercanda ria serta bebas dari percakapan dungu, kau dan aku
Burung-burung yang terbang di langit ‘kan menatap iri
Karena kita tertawa riang gembira, kau dan aku
Sungguh ajaib, kau dan aku, duduk di sudut yang sama disini,
Pada saat yang sama berada di Irak dan Khurasan, kau dan aku.

[sumber: Ajaran dan Pengalaman Sufi – Maulana Jalaluddin Rumi,
terjemahan dari Reynold A Nicholson, cetakan Pustaka Firdaus 1996]

Comments

by: ibnu abas
at: 2008-08-11

Happy is the moment, when we sit together,
With two forms, two faces, yet one soul,
you and I.

The flowers will bloom forever,
The birds will sing their eternal song,
The moment we enter the garden,
you and I.

The stars of heaven will come out to watch us,
And we will show them
the light of a full moon –
you and I.

No more thought of “you” and “I.”
Just the bliss of union –
Joyous, alive, free of care, you and I.

All the bright-winged birds of heaven
Will swoop down to drink of our sweet water –
The tears of our laughter, you and I.

What a miracle of fate, us sitting here.
Even at the opposite ends of the earth
We would still be together, you and I.

We have one form in this world,
another in the next.

To us belongs an eternal heaven,
the endless delight of you and I.

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.