Monday, July 21, 2008, posting oleh wiwin.wr
Kepada para pencari kebenaran, katanya:
Datanglah, datanglah, siapapun engkau.
Pengelana, Ahli-ibadah, Penyuka-perjalanan.
Itu tidak penting.
Milik kita bukanlah kereta keputus-asaan.
Datanglah, meskipun engkau telah mengingkari janjimu
seratus kali.
Datanglah, ya datanglah lagi, datanglah.
[Fihi Maa Fihi – Maulana Jalaluddin Rumi, Discourses of Rumi by AJ Arberry, Omphaloskepsis-Ames-IOWA dan versi terjemahannya]
Disimpan di KIDUNG RUMI weBLOG Beranda Suluk.
Comments
by: idris syafi'i
at: 2008-11-15
tak ada yang tersisa dari perjalanan ini. tidak juga tenaga. ya aku lelah.
waktu hampir saja tenggelam bersama putihnya kain kafan.
tapi, rumi menghangatkan kembali jiwa ini.
aku datang membawa seruling bambu, mawar, tulip dan warna-warni bebungaan untuk rumi
by: maswik
at: 2009-03-19
keragaman warna adalah kesementaraan…
waktu yang fana akan berakhir dengan keabadian…dan putihnya kafan tak lain perpaduan bianglala spektrum warna segala….datanglah bak saat engkau pergi, ketika engkau adalah engkau….bukan apapun dan siapapun…engkau adakah…titik air jernih yang tenggelam dalam samudera pengetahuanNya……wallahu a’lam
by: aniz
at: 2009-04-29
assalamu’alaikum wr.wb
salam kenal wat smua….