Nama Diri sebenarnya …
Wednesday, July 23, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wrRumi bersajak,
Pernahkah kau dengar nama segala sesuatu dari Yang Maha Mengetahui ?
Dengarlah makna rahasia “Dia mengajarkan kepadanya Nama-Nama” [1]
Bagi kita, nama segala sesuatu adalah bentuk-bentuk lahirnya; bagi Sang Maha Pencipta, ia adalah hakekat bathinnya.
Dalam pandangan Musa, nama tongkatnya adalah ‘tongkat’; dalam pandangan Rabbu-l-alamiin namanya “naga”. [2]
Di dunia ini nama ‘Umar’ adalah ‘pemuja berhala’, namun di alam baqa ia adalah “mukmin yang sesungguhnya”. [3]
Di hadapan Allah Ta’ala, pendek kata, segala yang merupakan tujuan kita adalah nama kita yang sesungguhnya. [4]
i says:
[1] Dia adalah Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Memiliki Pengetahuan. Dan Nabi Adam as menerima pengajaran langsung daripada-Nya, dengan demikian menjadikan Adam as. melihat segala sesuatu sebagaimana hakekatnya, dan itulah yang Allah Ta’ala perintahkan kepadanya untuk menyebutkan Nama-Nama kepada para Malaikat…. QS.[2]:31. Sedangkan untuk manusia awam seperti kita, lihat QS.[2]:282.
[2] Ketika Nabi Musa as melemparkan tongkatnya maka tongkat itu berubah bentuknya menjadi seekor naga yang membuat panik para ahli sihir dan pengikut Fir’aun …. QS.[7]:107
[3] Umar bin Khattab, khalifah yang kedua, semasa belum mengikuti Nabi Saw. adalah penentangnya.
[4] Tujuan kita adalah menunaikan satu-satunya amanah yang telah diperjanjikan dalam masa penciptaan, dan itu adalah nama diri kita yang sebenarnya. Seperti pohon buah, dikenali namanya dari nama buahnya sedangkan pohon bunga dikenali namanya dari nama bunganya. Pohon yang tidak berbuah dan tidak berbunga adalah seperti pohon yang tidak punya nama.
Dunia ini adalah alam dengan penuh keragaman bentuk, yang karenanya, ia adalah alam bentuk-bentuk. Sedangkan makna dari bentuk-bentuk itu bukan berada di dunia, ia berada di tempat yang lain, yang karenanya dinamai alam makna tanpa bentuk-bentuk, alam khoyyal, yang hanya bisa disentuh oleh rasa-jati insaan, qalb al-mu’min.
Nama diri kita yang di dunia ini adalah nama yang bagian dari alam bentuk-bentuk tanpa makna. Dan nama diri kita yang sesungguhnya ada di alam makna yang tanpa bentuk itu tadi. Nama yang sesungguhnya, nama yang harus kita raih, nama sejatinya-diri kita.
Bandung - 18/07/2008….. Wallaahu `alam bi-sh-showab

