... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Ketenangan hati …

Saturday, July 26, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 8:52 | Anda mau email artikel ini ?

Sudah lama Abunawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap Baginda. Ia juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abunawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abunawas. Tentu saja suasana kedai tak semarak karena Abunawas si pemicu tawa tak ada.

Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abunawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari rnasalah pelik yang dihadapi.Salah seorang teman Abunawas ingin mencoba menolong, "Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barangkali aku bisa membantu." kata kawan Abunawas. "Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia." kata orang itu membeberkan kesulitannya.

Kawan Abunawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abunawas di rumahnya saja. Orang itu pun pergi ke rumah Abunawas. Dan kebetulan Abunawas sedang mengaji.


Setelah mengutarakan kesulitan yang sedang dialami, Abunawas bertanya kepada orang itu, "Punyakah engkau seekor domba?" "Tidak, tetapi aku mampu membelinya." jawab orang itu. "Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu." Abunawas menyarankan. Orang itu tidak membantah. la langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abunawas.

Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas. "Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba." kata orang itu mengeluh. "Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu:" kata Abunawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimasukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi ke rumah Abunawas, "Wahai Abunawas,aku telah melaksanakan saran-saranmu dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami bertambah merasa tersiksa." kata orang itu dengan wajah yang semakin muram. "Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu."kata Abunawas menyarankan.

Orang itu tidak membantah. la langsung ke pasar hewan membeli seekor anak unta untuk dipelihara di dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas. la berkata, "Wahai Abunawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi lebih mengerikan dari pada hari-hari sebelumnya. Wahai Abunawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binatang itu." kata orang itu putus asa.

"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan maka juallah anak unta itu." kata Abunawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung menjual anak unta yang baru dibelinya. Beberapa hari kemudian Abunawas pergi ke rumah orang itu "Bagaimana keadaan kalian sekarang?" tanya Abunawas. "Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal disini." kata orang itu tersenyum. "Baiklah, kalau begitu sekarang juallah unggas-unggasmu." kata Abunawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung menjual unggas-unggasnya. Beberapa hari kemudian Abunawas mengunjungi orang itu. "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" tanya Abunawas. "Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami." kata orang itu dengan wajah ceria. "Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu." kata Abunawas. Orang itu tidak membantah. Dengan senang hati ia langsung menjual dombanya.

Beberapa hari kemudian Abunawas bertamu ke rumah orang itu. la bertanya, "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" "Kami merasakan rumah kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi tinggal bersama kami. Dan kami sekarang merasa lebih berbahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abunawas." kata orang itu dengan wajah berseri-seri.

"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu." kata Abunawas menjelaskan.

Dan sebelum Abunawas pulang, ia bertanya kepada orang itu, "Apakah engkau sering berdoa ?" "Ya." jawab orang itu.

"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah, karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau di saat Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang sebenarnya."

[sumber : Kisah 1001 Malam Abunawas Sang Penggeli Hati – MB Rahimsyah, disunting oleh wiwin.wr]

 

Comments

by: tawar
at: 2008-09-13

tapi anaknya kok gak di jual yha ….. kan bisa lebih luas lagi … apalagi jumlah anaknya kan delapan …. he he …. bercanda

by: wiwin
at: 2008-09-15

Kan mahalan harga untanya daripada anaknya …. He he bercanda juga.

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.