... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Khutbah Nasruddin …

Sunday, July 27, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 12:14 | Anda mau email artikel ini ?

The Fabulous adventure of Nasruddin HojaSuatu ketika, orang-orang di kota mengundang Nasruddin untuk menyampaikan khutbah di sebuah majelis.

Ketika tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khutbahnya. Sesudah menyampaikan salam, Nasruddin bertanya kepada hadirin, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Hadirin serempak menjawab, “Tidak !” Sebab itu Nasruddin berkata, “Aku tidak punya keinginan untuk berbicara kepada orang-orang yang tidak mengetahui apapun tentang apa yang akan aku bicarakan” kemudian berjalan turun dari mimbar dan meninggalkan majelis.

Orang-orang merasa tidak enak hati kepadanya dan mengundangnya lagi pada keesokan harinya.

Keesokan harinya, sesampai di mimbar, Nasruddin mengulang pertanyaan yang sama dan hadirinpun menjawab, “Ya !”. Maka Nasruddin berkata, “Baiklah, karena kalian sudah tahu apa yang akan aku katakan maka aku tidak akan membuang waktu kalian yang sangat berharga.” Kemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi minggu depan menyampaikan khutbah.

Minggu depannya, ketika naik mimbar, Nasruddin lagi-lagi bertanya yang sama, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Kali ini hadirin sudah bersiap-siap untuk pertanyaan itu, maka sebagian dari mereka menjawab “Tidak !” dan sebagian lagi menjawab “Ya !”

Nasruddin pun berkata lagi, “Baiklah, kalau begitu sebahagian yang sudah tahu bisa menceritakan kepada sebahagian lainnya yang belum tahu” dan ia pun kemudian turun meninggalkan mimbar.
 

Bandung - 17/07/2008 [Mulla Nasruddin stories, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2008]

Comments

by: bud
at: 2008-08-28

kurang mengerti pesan dari anekdote itu, tolong beri penjelasan…thx

by: wiwin.wr
at: 2008-08-28

Kalau soal tidak mengerti, maka sama-samalah. Yang sangat jelas sekali, jamaah itu rela berbohong demi untuk mendapatkan sebuah ceramah. Padahal bukankah Allah Ta’ala sudah mengkadar jatah pengetahuan bagi setiap orang, kapan dan dari mana ia akan mendapatkannya. Begitulah setidaknya.
Wallaahu ‘alam.

by: maswik
at: 2009-03-19

.berbicaralah dengan jujur, masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak…..bahasa hati tak pernah dusta..maka seorang yang fakir, hanya butuh dengan makanan dari Allah, yaitu makanan kebenaran….maka betapa repotnya seorang fakir menjawab pertanyaan hamba dunia..jika ingin jujur bahasanya sulit difahami orang yang premisnya serba ukuran dunia…jika ingin menyenangkan mereka, terpaksa bicara tidak jujur…kalau tidak terpakasa mengembik dan menguak…ini sering menimbulkan perasaan merasa diejek bagi pendengarnya….maka betapa nasihat yang singkat dan kuat adalah kematian….wallahu a’lam.

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks