Tetap ingkar …
Tuesday, July 29, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wrRumi berkata,
Apabila ada yang mengatakan kepada janin di rahim, “
Di luar sana ada sebuah dunia yang teratur …
Sebuah bumi yang menyenangkan, penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar ….
Gunung, lautan dan daratan, kebun buah-buahan mewangi, sawah dan ladang terbentang …..
Langitnya sangat tinggi dan berbinar, sinar mentari dan cahaya bulan serta tak terkira banyaknya bintang ……
Keajaibannya tak terlukiskan: Mengapa kau tetap tinggal, mereguk darah, di dalam penjara yang kotor lagi penuh penderitaan ini ?Janin itu, sebagaimana layaknya, tentu akan berpaling tak percaya sama sekali; karena yang buta tak memiliki imajinasi.
Maka, di dunia ini, ketika orang suci menceritakan ada sebuah dunia tanpa bau dan warna,
Tak seorangpun diantara orang-orang kasar yang mau mendengarkannya: hawa-nafsu adalah sebuah rintangan yang kuat dan perkasa …
Begitupun dengan hasrat janin akan darah yang memberinya makanan di tempat yang hina. Merintanginya menyaksikan dunia luar, selama ia tak mengetahui makanan selain darah semata.
Maulana Jalaluddin Rumi – Matsnawi III, 53
[sumber: Ajaran dan Pengalaman Sufi – Maulana Jalaluddin Rumi, terjemahan dari Reynold A Nicholson, cetakan Pustaka Firdaus 1996]
Syahwat dan Hawa Nafsu,
Syahwat… QS.[3]:14, yang adalah kecenderungan ragawi manusia kepada hal-hal yang bersifat material, yakni yang berasal dari tempat yang sama dengan dirinya -raga Adam as. diciptakan Allah Ta’ala dengan menggunakan tanah yang berasal dari bumi… QS.[38]:76 .. dan raga anak cucu Adam as atau bani Adam diciptakan Allah Ta’ala dari saripatinya… QS.[23]:12 - dan Hawa, yang timbul dari penyatuan antara raga dengan jiwa, keduanya bekerja dalam diri insaan dan menjadikan setiap insaan memiliki kecenderungan mengikuti hawa nafsunya dan bahkan mempertuhankan hawa nafsunya… QS[25]:43 dan QS.[45]:23.
Kedua aspek, syahwat dan hawa nafsu, saling kolaborasi dan menjadikan pikiran atau akal sehat tertipu karenanya….. akibatnya tidak bisa lagi melihat kebenaran yang dari Rabb, tidak bisa mengerti sesuatu yang tidak kasat mata lahiriyyah.
Itulah sumber ke-takabur-an, bagaikan sikap Iblis yang enggan dan takabur… QS.[2]:34 dan menganggap dirinya lebih baik dan berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.. QS.[36]:78.
Akal sehatnya telah menipunya.
Bandung - 19/07/2008 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab

