... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Kroco at work …

Saturday, August 02, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di MANAJEMEN pk. 12:22 | Anda mau email artikel ini ?

Mari bayangkan, dianggap beneran juga boleh, up to you lah.

Di sebuah “Design Office” ada seorang pegawai muda, sebut saja namanya si Kroco yang menunjukkan prestasi kerja dan kemampuan yang di atas rata-rata, above average, demikian orang-orang menyebutnya. Dan karena kemampuan serta ketrampilannya maka hasil kerjanya juga bagus dan para manajer proyek yang menugasinya merasa puas dengan hasil kerjanya.

Si Kroco pun sangat rajin dan iapun juga menyukai pekerjaannya walaupun untuk itu ia seringkali harus bekerja “overtime” mengejar deadline yang ditentukan oleh manajer-manajer proyek yang menugasinya. Selain itu si Kroco juga orang yang supel dan ramah, sikapnya menunjukkan ia selalu siap untuk melaksanakan tugas desain apapun yang diberikan oleh seniornya.


Kualitas dan kemampuan si Kroco,

Di setiap weekly meeting, para senior, sadar ataupun tidak sadar,  berebutan untuk memakai tenaganya dengan alasan bahwa proyek yang ditanganinya membutuhkan perhatian yang serius dan hasil yang terbaik karena merupakan proyek prestise yang menuntut kualitas desain yang prima.

Jadilah si Kroco head-bang di depan komputernya setiap hari terus menerus walaupun ia sudah dibantu oleh rekan-rekannya yang tentu saja kualitas hasilnya tidak dapat menyamai si Kroco. Akibatnya si Kroco harus melakukan final-polishing untuk setiap bagian dari desain yang di buat oleh rekan-rekannya sebelum dia serahkan kepada manajer proyek. Bahkan tidak hanya final-polishing saja tetapi diapun harus membuatkan design guide-linesnya juga agar nantinya antar setiap alternatif punya skenario yang sangat berbeda dan desainnya menjadi tidak mirip satu dengan lainnya.

Lebih parah lagi, untuk satu proyek yang dikerjakan, seringkali diperlukan 2 atau 3 alternatif dengan skenarionya masing-masing atas permintaan client. [ini wajar sekali, soalnya client pengin milih mana yang paling dia suka kan]

Karena beban pekerjaannya sendiri sudah cukup tinggi maka final polishing atas pekerjaan rekan-rekannya seringkali tidak selesai dilakukannya, alhasil secara menyeluruh kualitas dari sebuah proyek tidak prima, sebagian dari desainnya prima tetapi pada bagian lainnya tidak. Ataupun kalau selesai semuanya maka antara setiap alternatif desain tidak banyak ada perbedaan karena semuanya keluar dari kepala dan tangannya si Kroco saja bukan dari kepala dan tangannya banyak orang.

Complaint,

Sejak itu si Kroco sering menerima komplain dari client-client…, desain tidka lengkap atau alternatif tidak banyak berbeda atau variasi skenario kurang luas atau desainnya mirip dengan ini dan itu atau dianggap tidak orisinil … dst… dst. Akibatnya pekerjaan harus diperbaiki dan mundur dari target waktu.

Malapetaka buat si Kroco,

Ketika tibanya saat evaluasi prestasi dari HRD, beberapa butir evaluasinya menyangkut tentang keluhan dari client dan ….. jatuhlah nilai si Kroco pada bagian itu. Akibatnya secara keseluruhan nilai si Kroco lebih rendah dari rekan-rekannya yang kemampuan desainnya lbisa-biasa saja. Si Kroco tidak cukup nilainya untuk mendapat promosi.

Karena para senior malu sama si Kroco akhirnya mereka bersepakat untuk ramai-ramai mengusulkan kepada pimpinan agar si Kroco diberikan promosi…. Entah bagaimana caranya bisa memberikan promosi…. nilainya saja tidak cukup…. [ah itu kan urusan pimpinan, bukan urusan gue]

Bos, begini nih …

Kalau sumber daya manusia yang bos miliki hanya sedikit, maka yang bos lakukan justru harus menghemat sumber daya itu. Kalau bos ingin membuat berbagai skenario untuk sebuah persoalan atau membuat berbagai macam alternatif rancangan untuk sebuah kasus desain yang sama maka bos sendiri yang harus membuatkan design guidelinesnya dan bukan meminta atau membiarkan si Kroco untuk membuatnya, kecuali dan sekali lagi kecuali kalau bos mau main golf atau ngurusin pekerjaan bos yang lain lagi [maklum, si bos punya perusahaan lebih dari satu toh atau harus melakukan marketing sambil main golf saat anak buah head-banging depan komputer]

Ada kisah bagus. Mau baca ? Iya mau. Kalau jadi bos kelakuannya jangan kaya gitu, kalau masih kroco ya terima nasib lah, yang penting ntar kalau udah jadi bos jangan balas dendam, daripada disumpahin sama kroco-kroco baru.

BTW… habis baca link di atas baca bari di bawah ini juga ya.

eh bos, kenapa gak bos kerjain aja sendiri, kan kualitas laporannya akan lebih bagus. Emangnya bos mau main golf atau mau cuti juga ya kaya bu Manager… Ketahuan tuh !!

[sumber: ini sih ngarang aja]

No one leave comments yet, will you be the first one ?

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.