... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Iman, Ilmu dan Amal …

Sunday, August 03, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 23:49 | Anda mau email artikel ini ?

Di seputar abad ke tujuh Masehi, Allah Swt. mengutus manusia pilihan-Nya untuk menjadi rahmat-Nya kepada semua makhluk-Nya di semesta alam-alam ini. Sang Utusanpun kemudian melaksanakan tugasnya di bumi Allah ini, menjadi Nabi Pamungkas-Nya [khatama-n-Nabiyyina] dan mengajari umat manusia berbagai hal.

Sang Rasul, junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Saw., menerima kitab Al Quran dan mengajarkannya, melalui cerita yang diriwayatkan secara turun-temurun, yang kita kenal sebagai hadis Nabawi, yakni kumpulan riwayat sabda suci Rasululah Saw.

Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”…. [HR. Ath-Thabrani] kemudian dijelaskannya pula bahwa, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”…. [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al Baihaqi] Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya ia pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?". Beliau Saw. menjawab: "Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang diciptakan untuknya"…. [HR. Bukhari] “Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu  yang belum diketahuinya.”…. [HR. Abu Na’im] ”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu yang di dalam qalb, itulah ilmu yang bermanfaat.” …. [HR. At Tirmidzi] ”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu) sehingga ia mengamalkan ilmunya.” …. [HR. Ibnu Hibban]

Sekali peristiwa datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan:

”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw.: “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw.: ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan [1] tentang Allah”….[2] [HR. Ibnu Abdil Birr dari Anas]

[1] kejahilan adalah kebodohan yang terjadi karena ketiadaan ilmu pengetahuan.
[2] Dengan demikian, kualitas amal setiap orang menjadi sangat berkaitan dengan keimanan dan ilmu-pengetahuan karena ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya … QS.[10]:9. Ilmu pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala adalah penyambung antara keimanannya dengan amalan-amalan manusia di muka bumi ini. Sebagaimana kaidah pengaliran iman yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. bahwasanya iman adalah sebuah tashdiq bi-l-qalbi yang di ikrarkan bi-l-lisan dan di amalkan bi-l-arkan …


 

……….. Dan berabad-abad setelahnya, di abad moderen ini,

Seorang motivator dalam sebuah acara AMT (Achievement Motivation Training) mengatakan hal berikut ini,

A young man who graduated yesterday and stops learning today will become uneducated tomorrow. - Orang muda yang menamatkan pelajarannya kemarin dan sejak itu berhenti belajar akan menjadi orang yang tidak terpelajar di kemudian hari….

dan kemudian menceritakan dialog antara John, seorang penebang kayu yang bekerja pada sebuah perusahaan penebangan hutan, dengan pimpinannya :


AKU TERLALU SIBUK MENEBANGI POHON ….
AKU TAK ADA WAKTU UNTUK MENGASAH KAPAK

Ini cerita  tentang seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 50 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 35 batang pohon.

Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 25 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit dan semakin sedikit sampai akhirnya ia hanya berhasil menebang 2 pohon dalam sehari.

"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi.

"Kapan saat terakhir kau mengasah kapakmu ?" sang majikan bertanya.
"Mengasah ? Aku tidak punya waktu untuk itu.  Aku sangat sibuk menebangi pohon !" katanya.

Bandung - 19/07/2008 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab

No one leave comments yet, will you be the first one ?

Leave a reply to this post, be my guest ...

your name please [required]

your email please [required], will not be published,

your website,

type-in, take your time.