Aspek Kesadaran Insaan …
Wednesday, August 20, 2008, posting oleh wiwin.wrKONSEPSI SHADR ..
“Kesadaran” yang berasal dari kata “sadar” sangat dekat dengan kata “shadr” dari bahasa Arab. Apakah memang begitu asal muasalnya, saya tidak tahu, tetapi yang saya ketahui adalah banyak kata-kata dalam bahasa kita yang berasal dari pengaruh Arab, misalnya saja, kata “abdi”, “saleh” dll.
Al Quran menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada sebuah entitas yang berkenaan dengan urusan lapang atau sempit, “… Dia melapangkan dadanya ….” QS. [6]:125, “… Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit” QS. [6]:125, entitas itu adalah “shadr”.
Shadr, dalam bahasa kita artinya lapisan luar atau permukaan, bagian terluar atau lapisan terluar.
Tentang lapang dan sempitnya shadr (jamaknya: shudur), Inayat Khan, dalam bukunya ’Dimensi Spiritual dalam Psikologi’ menuliskan:
”Bilamana seseorang merasakan kenyamanan atau kebahagiaan, maka dia merasakan sesuatu bersinar dalam dadanya dan melalui itu seluruh wujudnya tampak bersinar, dia merasa seperti sedang terbang. Sebaliknya ketika seseorang dilanda marah, sedih atau tertekan maka perasaan itu akan mempengaruhi pusat syaraf di dadanya. Dadanya akan terasa sempit dan sesak seperti tertindih beban berat.
Shadr (dan Qalb) adalah entitas yang berada di JIWA atau An-NAFS. Namun oleh suatu sebab yang tertentu, alhamdulillaah, shadr - yang terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia adalah: dada - bisa dirasakan kehadirannya di keseharian. Rasa lapangnya atau rasa sempitnya shadr sangat bisa terasakan. Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut karena adanya syaraf-syaraf yang sangat peka di tubuh manusia di bagian dadanya dimana letaknya beririsan dengan shadr dan syaraf-syaraf tersebut sangat peka terhadap perubahan ”perasaan”.
At Tirmidzi, dalam kitabnya: Al-Farq Bayna-l-shadr wa-l-qalb wa-l-fu’ad wa-l-lubb …. [terjemahannya: Biarkan Hatimu Bicara] menjelaskan bahwasanya segala yang masuk ke pancaindera akan diterima otak atau fikiran dan secara sadar atau tidak sadar ia akan masuk ke shadr dan bercokol disitu selama ia mau berada disitu …. Disitu ia bercampur dengan segala apa yang telah masuk ke dalamnya dari waktu-waktu yang sebelumnya.
PERUMPAMAAN SHADR ..
Agar lebih mudah, kita umpamakan saja shadr sebagai sebuah lembah yang dipenuhi oleh air karena letaknya yang rendah. Menjadi sebuah kolam yang menampung limpasan atau aliran air yang berasal dari berbagai tempat.
Fig.1 Perumpamaan Shadr dengan sebuah wadi atau lembah yang menampung aliran-aliran air dari sekelilingnya.
Di lembah itu ada mata air bersih dan jernih, yang terhalangi oleh sampah-sampah sehingga menjadi tidak ada alirannya, sebagai perumpamaan qalb yang tidak aktif karena ketertutupannya oleh berbagai dosa-dosa.
Lembah itu juga menampung air dari berbagai sumber antara lain aliran air buangan dari rumah-tangga dan pabrik-pabrik, aliran air sungai dan aliran-aliran air dari sumber lainnya. Sehingga akhirnya air di lembah itu menjadi tidak bersih dan menyegarkan lagi, merupakan campuran berbagai macam alir dari berbagai sumber aliran.
artikel ini ?
