... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Aspek Kesadaran Insaan …

Wednesday, August 20, 2008, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KAJIAN pk. 16:51| Anda mau email artikel ini ?
Atau mau Share on Facebook artikel ini ?

PENUTUP

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk Al-Islam [teks aslinya: yasy’roh shadrahu li-l-Islam] dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman…. QS.[6]:125.

Ketika Rasulullah Saw. membacakan ayat di atas,
kemudian ditanyakan kepada Beliau Saw., ”Apakah kelapangan itu …?”
Beliau Saw. menjawab, ”Sesungguhnya apabila nuur itu diletakkan di qalb maka shadr itu menjadi lapang dan meluas.”
Kemudian ditanyakan, ”Adakah tandanya untuk itu …?”
Beliau saw. menjawab, ”Ya, ada ! … Merenggangkan diri dari negeri tipu-daya, kembali ke negeri kekal dan bersedia mati sebelum datangnya kematian.” [HR. Al Hakim]

Ketika itulah shadr-nya berisikan kebenaran semata, menjadi Kolam Al Haqq, dan ketika itu seseorang tidak lagi cenderung kepada hawa-nafsu dan tidak pula kepada syahwatnya. Kedua komponen yang semula menguasai dirinya telah berubah menjadi budaknya dan hilanglah ke ”aku” an dalam dirinya menjadi ke ”Aku” an dari qalbnya yang selalu terhubung dengan petunjuk-petunjuk dari Allah Ta’ala. Saat itulah “Aku” yang sejati tampil dalam diri orang itu dan “Aku” yang ini adalah yang harus kita hidupkan dalam diri kita, menjadi “IMAM” bagi tubuh atau raga atau aspek kesadaran kita, bukan “aku” yang masih dipengaruhi oleh hawa dan syahwat ……
Maka apakah orang-orang yang dilapangkan dadanya untuk Al-Islam [teks aslinya: syarohallaahu shadrahu li-l-Islam, dalam terjemahan ditulis sbb: dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam] lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata…. QS.[39]:22
 

Bandung – Selasa, 15 Agustus 2008 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab
[
Sumber Bacaan,
At Tirmidzi, Biarkan Hatimu Bicara, Penerbit Serambi, 2006.
Zamzam AJT,  Kajian Serambi Suluk - Bintaro, Jakarta, PICTS, 2007. Tidak dipublikasikan
]

No one leave comments yet, will you be the first one ?

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks