... Beranda Suluk ...
... suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi ...

 
 

Kalkulus 2 variabel …

Tuesday, September 30, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 10:27 | Anda mau email artikel ini ?

KISAH 1001 MALAM, ABUNAWAS sang Penggeli Hati – MB Rahimsyah

Sahabat, tentunya ada diantara sahabat pembaca yang masih ingat kalkulus sederhana tentang persamaan dengan 2 variabel. Nah kisah Abu Nawas di bawah ini adalah mengenai hal itu, ada dua orang dan ada dua pilihan arah.

MEMILIH JALAN

Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta dan Abu Nawas tidak keberatan.

- Mau melanjutkan …

Nasruddin mencari kunci …

Friday, September 19, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 3:36 | Anda mau email artikel ini ?

Dari kisah Mulla Nashrudiin ini banyak manfaat yang bisa diambil, silahkan mencermatinya dan memilih pengertiannya sesuai dengan keadaan kehidupan sahabat-sahabat pembaca sendiri agar kisah ini menjadi bermanfaat bagi kehidupan sahabat pembaca. Biarkan saja orang lain menafsirkannya sesuai dengan keadaan mereka masing-masing…

Suatu malam seseorang mendapati Nasruddin Hoja tengah sibuk mencari-cari sesuatu di halaman rumahnya, di bawah sebuah tiang lampu.

Kawan ini bertanya, "Sedang mengapa engkau, Nasruddin."
Nasruddin menjawab, "Aku sedang mencari kunciku yang hilang."

Kawan itu pun segera ikut sibuk mencari kunci, membantu Nasruddin…… namun … kunci tersebut tidak kunjung ditemukan.

Kawan itu bertanya lagi, "Memangnya kunci itu tadi hilang dimana?"
Sambil terus mencari, Nasruddin menjawab, "Di sana, di dalam gudang di bawah tanah," katanya sambil menunjuk ke arah rumahnya.

Merasa kesal, sang kawan yang merasa sudah berbaik hati itu bertanya, "Jika hilangnya di dalam gudang rumahmu, lalu mengapa kita mencarinya di sini?"

Nasruddin menjawab, "Di dalam gudang sana gelap; bukankah kita hanya bisa mencari di tempat yang terang ?"

Demikianlah Nasruddin dan kawannya mencontohkan laku manusia yang "mencari sesuatu" di "suatu tempat", yang dianggap oleh pikirannya (sendiri) bahwa ia bisa menemukannya di tempat itu, hanya karena "prasyarat untuk mencari" dianggap sudah terpenuhi.

Padahal yang dicarinya belum tentu ada di tempat itu atau bahkan bisa dipastikan tidak berada di tempat itu.. seperti kawannya Nasruddin yang percaya saja untuk mencari kunci di tempat dimana Nasruddin mencarinya. Sedangkan BAGI PEMBACA, sangat jelas bahwasanya "kunci yang dicari itu TIDAK BERADA DISITU" ….

Bandung - 17/07/2008 [Mulla Nashruddiin stories]

Puas-puasin diri makan es krim …

Thursday, September 11, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 23:56 | Anda mau email artikel ini ?

Kalau waktu muda seseorang mem-puas-puas-kan dirinya makan es-krim [ atau sebut saja apa lainnya ] …. apakah ada jaminan bahwa nanti di masa dewasanya atau masa tuanya ia dijamin TIDAK PINGIN makan es-krim lagi ?

Whua.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha ….. haa haaaa haaaaaa-chiiiiessss … [ lho …. kenapa jadi bersin ]

Rasanya… soal puas atau tidak puas itu adalah perkara hawa nafsu kan ya … jadi selama hawa nafsu masih bergelora maka selama itu pula manusia tidak pernah puas. Dan hawa nafsu itu bagaikan seekor ular, ia hanya tidur dan saat ia tidur kita sering terlena karena menganggapnya sudah jinak…. tetapi WASPADALAH, saat ia bangun maka ia siap menerkam.

Mari kita simak berikut ini :

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya An-Nafsi [dalam terjemahan ditulis sebagai: nafsu] itu selalu menyuruh kepada keburukan [as-suu’i, dalam terjemahan ditulis: kejahatan], kecuali An-Nafsi [dalam terjemahan ditulis: nafsu] yang diberi rahmat (yang sudah dirahmati) oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS.[12]:53

Seorang sahabat menerangkan kepada saya, bagaimana seandainya ular itu dipotong-potong kemudian disambung kembali tetapi dengan susunan yang berbeda, ekornya di depan, kepalanya di belakang dan badannya di putar dengan tetap di tengah ….. Ketika "si ular" bangun maka gerakannya menggeliat-geliat maju mundur …. dan ketika itu kita bisa merasakan "aktifitas si ular" dan dari itu kita bisa mewaspadai terkamannya …..

Ah…. seandainya saja kita bisa melakukannya.

Sepertinya kita bisa lho ….. yang kita perlukan hanya mencobanya sambil memohon agar Allah Ta’ala merahmati kita.

Kenali dulu si ular dalam dirimu … !

Es krim hanyalah perumpamaan, di realita kehidupan … banyak yang lainnya.
Hiiiii awas diterkam ular … Sekian dulu ya 11/09/2008.

Yang muda yang tidak dipercaya …

Thursday, September 04, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di MANAJEMEN pk. 18:36 | Anda mau email artikel ini ?

Di tahun-tahun pertama saya bekerja, oleh sebab berbagai tekanan yang saya alami karena kemudaan usia saya maka salah satu dan sepertinya menjadi yang utama dari keinginan saya adalah memiliki uban di kepala agar orang-orang tua, yang sudah pada ubanan itu, mau mendengarkan apa-apa yang saya presentasikan [ situasi yang sama seperti yang di iklan TV itu lho … ]

- Mau melanjutkan …

Hikmah, seperti apakah dia …

Tuesday, September 02, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wr
Disimpan di KAJIAN pk. 17:50 | Anda mau email artikel ini ?

Sekadar pengingat saja, bahwa Al Ghazali dalam kitabnya Syarh Ajaibu-l-Qulub…. [terjemahannya: Keajaiban-keajaiban Hati] menuliskan:

manusia adalah makhluk yang bisa mewadahi "ilmu" dan "hikmah"

Bisakah kita artikan bahwa seandainya ada seseorang yang tidak atau belum menjadi wadah "ilmu dan hikmah" maka seseorang itu belum menjadi manusia. Kalau belum menjadi manusia lalu menjadi apa ? Apakah masih berada di bawah tingkatan manusia, yakni tingkatan hewan atau dibawahnya lagi adalah tingkatan tumbuhan dan yang lebih rendah lagi adalah tingkatan mineral….. ? Waah.. kalau betul artinya seperti itu GAWAT nih !

- Mau melanjutkan …