Petani dadakan …
Tuesday, November 18, 2008, posting oleh wiwin.wrBeberapa tahun lampau, negeri kita dilanda krisis multi dimensi ….
Ah itu kan cuma kenangan lama…… Ya, betul.
Dan oleh karenanya kita menjadi wajib mencari tahu ada apa disitu.
Saat itu, banyak diantara kita yang beralih profesi secara mendadak. Tadinya kerja di depan komputer menjadi bos kantor perencana langsung ganti sepatu dan ganti pakaian …….. dan terjun ke kebun, bermain-main dengan pupuk dan bibit tanaman. Sebahagian berhasil, sebahagian lagi hanya balik modal dan sebahagian sisanya malahan buntung.
BERTANI ?
Bayangkan, ada orang yang sehari-harinya naik kendaraan ke kantor dan jarang pergi ke kebun kemudian mendadak harus turun ke lapangan ikut mencangkul bersama buruh-tani, membolak-balik kotoran kuda [yang adalah bahan dasar pupuk kandang] agar cepat matang dan bisa segera ditaburkan ke galangan yang akan di tanami.
BELAJAR BERTANI
Buku-buku teori pertanian dibaca dan dipelajari. Analisa-analisa pertanian dibuat dan dicoba dipraktekkan di lapangan….. hasilnya ? Tanaman tetap saja tidak segera tumbuh, perlahan-lahan sekali, kuncup demi kuncup, berpacu dengan rumput liar yang juga tumbuh di sekitarnya . Rumput liar harus diambil, disiangi, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang masih kecil-kecil. Tanaman kecil itu sangat rapuh, betapa mereka membutuhkan perlindungan, membutuhkan perawatan yang sebaik-baiknya, agar bisa berkembang menjadi dewasa. Perlindungan yang harus diberikan tidak hanya terhadap rumput-rumput liar yang merebut unsur-unsur hara yang menjadi makanan utama tanaman kecil itu melainkan juga terhadap hewan-hewan, dari yang ukurannya kecil sekali sampai ke hewan yang ukurannya yang besar.
Sinar matahari dan air siraman juga sesuatu yang harus diperhatikan karena terlampau banyak sinar matahari maka tanaman kecil bisa hangus sedangkan terlampau banyak air akan menjadi busuk. Apalagi terhadap air hujan yan gsekarang tidak lagi murni tetapi sudah banyak tercemar oleh zat-zat kimia di udara ….
Ketika tanaman mulai dewasa, perlindungan tidak menjadi berkurang bahkan bertambah dengan pekerjaan merawat akar, batang dan daunnya. Akar, batang dan daun merupakan bagian utama yang harus diperhatikan. Akarnya rentan terhadap serangan cacing dan ulat yang di dalam tanah, sedang batangnya rawan terhadap ulat batang terlebih lagi daunnya, semua menyukainya bahkan ayam, kambing dan sapi juga menyukainya.
Jumlah cabang juga tidak boleh luput dari perhatian, terlampau banyak cabang akan mempengaruhi produktivitas karena pertumbuhan cabang sangat membutuhkan enersi yang tidak lain berasal dari serapan unsur hara dan air oleh akar yang kemudian diproses secara photosintesis di daun. Akibatnya enersi untuk pembentukan buah menjadi berkurang. Jumlah buah akan berkurang atau jumlahnya tetap tetapi ukurannya kecil-kecil. Kalau buahnya kecil-kecil maka manfaatnya bagi manusia akan berkurang.
PENUTUP
QS.[48]:26 …. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
QS.[14]:24 …. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
QS.[14]:25 …. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
QS.[14]:26 …. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
Aah ….. seandainya saja kita bisa membaca makna-makna yang terkandung di dalam proses pertumbuhan tanaman, dari mulai proses pertumbuhan tanaman, proses memberikan perlindungan dari serangan hama, proses perawatan dan seterusnya.
Betapa banyak simbol-simbol diri dan simbol-simbol kehidupan yang ada disitu. Semuanya Allah Ta’ala sediakan untuk kita cari makna pelajarannya selain produk dari tanaman itu juga menjadi sumber penghasilan dan juga makanan kita.
Akhirnya, … kalaupun secara perhitungan ekonomi tidak mendapatkan untung dari pekerjaan bertani, tetapi banyaknya perolehan pengetahuan tentang diri dan kehidupan melalui pelajaran bertani memiliki nilai yang lebih besar dari pada sekadar keuntungan finansial. ….. Alhamdulillaah.
Saya memang bukan petani, petani adalah sebuah profesi yang tidak bisa dimasuki begitu saja, segala sesuatu harus ditempuh dengan belajar, terlepas dari persoalan “Siapa yang mengajari” tetapi tanpa belajar tidaklah sesuatu akan meresap ke dalam diri, menjadi inheren dengan diri kita, menjadi sesuatu yang merembes keluar yang asalnya dari shudur dan bukan sesuatu yang hanya rekaan fikiran belaka. Fikiran hanya akan menemukan kambing hitam, menemukan sebab musabab, dan bukan menemukan yang menjadi inti.
Kalau "inti"-nya tidak ketemu apa “sari”-nya akan bisa dihirup. Lebah atau An-Nahl, yang ihwalnya Allah Ta’ala abadikan dalam Al Quran di surat ke 16, jelas sekali bahwa makanannya adalah sari-bunga, … sesuatu yang sangat halus yang berada di inti-bunga, yang kemudian dari perut mereka keluar sesuatu yang sangat bermanfaat bagi manusia, madu.
Bandung - 17/11/2008 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab
artikel ini ?
