Dua orang hamba Raja …
Monday, November 24, 2008, posting oleh wiwin.wrAda sebuah ceritera tentang dua orang hamba dari seorang Raja, yang seorang adalah pemungut pajak yang kejam dan yang seorang lagi adalah penghulu istana.
Suatu ketika mereka berdua bersama-sama dipanggil menghadap raja,
Maka berkatalah penghulu istana, - Maha Raja yang bijaksana. Aku adalah orang yang sebaik-baiknya di kerajaanmu. Aku selalu berbaik hati kepada rakyatmu dan memberikan kepada mereka hadiah-hadiah yang berharga, sehingga dengan demikian segenap rakyatmu akan mencintai aku. Karena itu, kalau Maha Raja akan memberi hadiah kepada hambanya, maka akulah orangnya yang paling pantas untuk menerimanya.-Sedang pemungut pajak itu kemudian bersujud di bawah kaki Maha Raja yang bijaksana itu, katanya, - Duh Maha Raja yang bermurah hati. Aku adalah orang yang sejahat-jahatnya di kerajaanmu. Aku telah menjalankan pekerjaanku dengan kejam karena aku menginginkan pujian dari atasanku. Karena itulah maka rakyat di kerajaanmu sangat membenci aku. Namun Maha Raja yang bijaksana, karena itulah aku akan bertobat. Dan aku bersedia menerima hukuman yang akan ditimpakan kepadaku atas kelalaianku itu.-
Ketika kemudian Raja yang bijaksana itu memberikan hadiahnya, maka pemungut pajak itulah yang dipilih Raja untuk menerimanya, bukan penghulu istana. Kemudian ternyatalah bahwa pemungut pajak itu benar-benar bertobat dan membagi-bagikan hadiahnya kepada mereka yang pernah dicederainya, sedang penghulu istana kemudian berontak terhadap raja, hanya karena ia tidak menerima hadiah. Sebab …..
…. kebaikan yang dilakukannya selama itu hanyalah terdorong oleh keinginan untuk menerima hadiah dari Rajanya.
[
Dinukil dari karya SH Mintardja: Nagasasra dan Sabukinten – yang pernah dimuat sebagai kisah bersambung dalam harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta dan diterbitkan sebagai cerita bersambung yang terdiri dari 33 jilid.
]
Bandung - 13/10/2008 ….. Semoga bermanfaat.
artikel ini ?
