Berjalan kemana … ?
Thursday, January 29, 2009, posting oleh wiwin.wrRENUNGAN
Bayangkan betapa berharganya waktu yang dimiliki seorang pembalap sepeda tour de france di tempat pemberhentiannya. Tempat dimana ia harus sebaik-baiknya menyiapkan diri dan sepedanya untuk menempuh perjalanannya di etappe yang berikutnya. Dan berada di tempat pemberhentian selalu saja singkat tidak berlama-lama. Demikian pula kehidupan ini.
Bukankah Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa dunia ini seperti sebuah oase di antara dua buah padang pasir yang sangat luas.
Dan kita tentu tahu bahwa sebuah oase di padang pasir adalah tempat mempersiapkan perbekalan untuk sebuah perjalanan melintasi gurun pasir yang berikutnya. Dan yang terpenting adalah mengetahui secara pasti dan jelas tentang bekal yang harus dibawanya. Terlampau banyak bekal yang dibawa hanya akan memberatkan punggung dan bisa jadi malahan menghambat perjalanan, tetapi tanpa bekal maka akan mati kelaparan atau mati kehausan atau mati kedinginan atau mati kepanasan di tengah padang pasir itu. Sebab itu kita harus mempelajari secara sungguh-sungguh tentang bekal yang diperlukan sehingga sepenuhnya memahami apa-apa yang harus disiapkan untuk kemudian dibawa pergi berangkat menempuh padang gurun selanjutnya.
CATATAN KAKI:
[1] “Nrimo in pandhum” adalah bahasa Jawa yang secara harfiyah artinya adalah: ‘terimalah sesuai dengan yang diberikan’. Secara falsafah hidup artinya agar dalam kehidupan ini seseorang berserah-diri semata-mata kepada Yang Maha Kuasa tanpa mengabaikan nilai-nilai ikhtiyari lahiriyyah. Sedangkan “pasrah” dalam bahasa Jawa berarti mewakilkan, mirip dengan kata “tawakkal” yang artinya juga mewakilkan, lengkapnya menjadi “tawakkaltu alaalLaah”.
[2] Wesel adalah alat pengiriman uang melalui pos, sering diseburt wesel-pos.
[3] Mandala adalah bentuk-bentuk konsentris sempurna yang berakhir pada sebuah titik di tengahnya, seperti bangunan candi borobudur bila dilihat dari sebelah atas.
[4] Urut-urutan pencapaian dalam teori Maslow adalah: 1.Physiological 2.Safety 3.Love/Belonging 4.Esteem 5.Self Actualization
[5] Maksudnya adalah The Tao of Islam karya Professor Sachiko Murata.
[6] QS.[33]:72 Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh…
[7] QS.[7]:179 Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk ber ‘aql (memahami ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah al ghofiluun. QS.[22]:46 Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. QS.[41]:53 Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segala ufuq dan pada anfus mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Itu adalah Al Haqq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Rabbmu menjadi saksi atas segala sesuatu ? QS.[24]:45 Dan Allah telah menciptakan semua dabbah dari air, maka sebagian dari dabbah itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Bandung - 29/01/2009 ….. Wallaahu `alam bi-sh-showab
[sudah lama saya ingin berbagi cerita ini, namun baru hari ini saya bisa menuliskannya. Terimakasih untuk sahabat eMdewe, yang postingnya di milis telah menginspirasi saya]
artikel ini ?
