Saling cinta dan hormat …
Saturday, February 28, 2009, posting oleh wiwin.wrSetelah beberapa tahun, salah satu tarekat sufi kian menyusut. Yang tersisa hanyalah seorang syekh dan tiga orang darwisnya. Mereka tinggal di pondokan tarekat tersebut, menghabiskan waktu mereka untuk berdoa, merenung dan mengelola tanah perkebunan mereka. Keempat pria tersebut beranjak tua, mereka menjadi cemas bahwa tradisi mereka yang berharga ini akan lenyap bersama mereka.
Salah seorang darwis menyarankan agar sang syekh mengunjungi seorang rahib Yahudi setempat yang juga dikenal sebagai sosok yang amat bijaksana. “Ia juga seorang guru spiritual,” jelas sang darwis, “dan saya yakin, ia juga pernah dihadapkan kepada persoalan yang serupa.” Sang Syekh kemudian mengunjungi rahib tersebut. Sambil minum teh bersama, ia menceritakan persoalannya kepada sang rahib. Sang Rahib tersenyum dan berkata, “Aku pun memiliki permasalahan serupa. Saya sungguh tidak tahu bagaimana menarik generasi muda dari komunitas saya sendiri. Namun aku dapat memberitahu anda satu hal: Dalam suatu perenunganku, ditampakkan padaku bahwa salah satu dari kalian adalah quthb zaman.”

