Saudagar dan kakatua pintar …
Wednesday, February 11, 2009, posting oleh wiwin.wrSyahdan ada seorang saudagar yang memelihara seekor burung Kakatua. Burung itu ditempatkannya dalam sebuah sangkar.
Ketika ia hendak bepergian untuk berdagang ke Hindustan, dia bertanya kepada si burung Kakatua apakah ada pesan-pesan yang hendak dititipkan untuk disampaikan kepada sanak saudaranya di Hindustan.
Kakatua itu menginginkan agar saudagar itu mengatakan kepada sanak saudaranya disana bahwa ia hidup dalam sebuah sangkar. Saudagar itupun berjanji akan menyampaikan pesan tersebut.
Ketika ia sampai di Hindustan, disampaikannya pesan itu kepada kumpulan burung Kakatua yang pertama kali dijumpainya.
Demi mendengar pesan itu, seekor kakatua langsung jatuh tergeletak mati. Hal itu membuat si saudagar sangat jengkel kepada burung kakatuanya yang telah mengirimkan pesan semacam itu. Sepulangnya ke rumah ia segera memarahi kakatuanya dengan keras karena telah mengirimkan pesan yang semacam itu. Segera setelah mendengar cerita dari saudagar itu maka kakatua itupun jatuh dan tergeletak dalam sangkarnya, mati.
Saudagar itu, selepas meratapi kematian kakatuanya, mengambil bangkai burung itu dan kemudian membuangnya.
Anehnya, mendadak bangkai itu bangkit lagi dan terbang pergi menjauh. Kakatua itu telah mengikuti pesan yang ditunjukkan oleh sanak saudaranya di Hindustan agar ia menjalani laku seakan-akan mati untuk bisa terbebas dari kurungannya.
Jadi bilamana sahabat juga ingin keluar dari sangkar ragawi yang cinta dunia ini maka dengan tindak laku seakan-akan mati adalah jalannya ….
Bandung - 11/02/2009
Source: MATSNAWI, The Spiritual Couplets of Maulana Jalalu-’d-diin Muhammad Rumi,
Book I - Abridged and Translated by E.H. Whinfield 1898 - Story VII.1 - alih bahasa oleh wiwin.wr
[Parrot lebih dikenal sebagai burung Betet atau burung Nuri, saya memilih Kakatua sebagaiu gantinya]

