... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Nasruddin dan si Sarjana …

Sunday, February 15, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 21:33 | Anda mau email artikel ini ?

Syahdan seorang sarjana yang terkenal di seantero negeri sebagai seorang yang ahli filsafat dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral sedang melakukan perjalanan. Siang itu ia berjalan melalui sebuah desa. Desa itu adalah tempat kediaman Nasruddin dan ia pun berjumpa dengannya di jalan. Lalu si sarjana menanyakan dimana tempat yang baik untuk makan sambil duduk berbincang. Nasruddin menunjukkan sebuah kedai dan si sarjana pun dengan sangat santun mengajaknya untuk menemaninya makan sambil bercakap-cakap. Merasa terpanggil, Nasruddin pun bersedia dan kemudian mereka berjalan menuju ke kedai itu. Sesampainya di kedai itu, mereka menanyakan apa sajian utama hari ini kepada pramu-kedai.

  • Ikan, Ikan Segar ! kata pramu-kedai itu.
  • Tolong buatkan dua ekor untuk kami, jawab mereka berdua.

Selang beberapa saat kemudian pramu-kedai itu datang membawa sebuah piring besar dengan dua ekor ikan yang sudah matang di atasnya, dimana yang satu sedikit lebih kecil dari pada yang satu lagi, dan dua buah piring makan untuk kedua tamu itu.

Tanpa ragu-ragu, Nasruddin mengambil ikan yang besar dan menaruhnya di piringnya. Si sarjana menatapnya dengan pandangan yang seakan tidak percaya atas apa yang dilihatnya, kemudian berkata bahwa apa yang baru saja dilihatnya benar-benar tidak hanya sekadar tindakan yang mementingkan diri sendiri tetapi juga sangat bertentangan dengan hampir semua prinsip-prinsip dalam tata kehidupan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, agama dan etika.

Nasruddin dengan tenang mendengarkan apa yang dikatakan oleh ahli filsafat itu dan ketika ia selesai mengemukakan semua prinsip-prinsip hidupnya, Nasruddin berkata,

  • Baiklah Tuan, bagaimana engkau melakukannya ?”
  • “Saya sebagai seorang yang sangat menyadari keberadaan saya sebagai makhluk sosial, akan mengambil ikan yang kecil untuk diri saya sendiri.” jawab si terpelajar.
  • “Nah, bukankah ini seperti itu,” kata Nasruddin sambil mengambil ikan yang lebih kecil dan ditaruhnya di piring makan si sarjana.

 

Bandung - 15/02/2009
Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah,
alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009

No one leave comments yet, will you be the first one ?

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks