Panci Nasruddin beranak …
Saturday, February 21, 2009, posting oleh wiwin.wrSuatu sore, Nasruddin sedang memasak. Kemudian ia ke rumah tetangganya untuk meminjam panci dan berjanji akan mengembalikan keesokan harinya.
Pagi-pagi Nasruddin mengetuk pintu rumah tetangganya dan mengembalikan panci yang dipinjamnya. Tetangganya melihat ke dalam panci den menemukan sebuah panci kecil di dalamnya. Ia berkata, “Ada sebuah panci kecil di dalam panci yang kupinjamkan kemarin.” “Panci itu beranak,” kata Nasruddin. Tetangganya merasa senang mendengar itu dan menerima panci-panci itu.
Pagi berikutnya Nasruddin mengetuk pintu rumah tetangganya lagi hendak meminjam panci yang lebih besar dari panci yang dipinjamnya kemarin. Dan tetangganya pun dengan senang hati memenuhi permintaan itu.
Tetapi kemudian seminggu berlalu begitu saja dan Nasruddin tidak kunjung mengembalikan panci itu.
Beberapa hari kemudian, Nasruddin berpapasan dengan tetangganya di sebuah bazaar. Tetangga Nasruddin bertanya, “Dimana panciku.” “Mati” kata Nasrudin. “Bagaimana bisa ?” tanya tetangganya dengan heran.
Nasruddin menegaskan, “Kalau sebuah panci bisa beranak maka ia pasti bisa pula mati.”
Bandung - 24/02/2009 Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009.

