... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Menjadi kambing hitam …

Thursday, February 26, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 18:38 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu ketika sekembalinya dari bepergian, Nasruddin dan isterinya menemukan rumahnya telah dibongkar oleh pencuri. Semua yang bisa diangkat telah dibawa oleh pencuri itu.

“Ini salahmu,” kata isterinya, “engkau seharusnya memeriksa bahwa semua sudah dikunci sebelum kita pergi.”

Tetangganya datang dan menimpali, “Engkau tidak mengunci jendela-jendela,” dan dilanjutkan oleh tetangganya yang satu lagi, ”Kenapa engkau tidak berjaga-jaga bahwa hal ini bisa terjadi. Kata yang lain lagi, “Gembok-gembok itu sudah tua dan engkau tidak menggantinya.”

“Sebentar, sebentar …” kata Nasruddin, “Tentunya bukan hanya aku saja yang harus disalahkan bukan ?” “Lalu siapa yang harus dipersalahkan ?” teriak isteri dan para tetangganya.

“Bagaimana halnya dengan pencuri itu ?” kata Nasruddin, “Apakah mereka sama sekali tidak bersalah ?”

 

Bandung - 23/02/2009 Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009
Gambar diambilkan dari link-ini

Comments

by: maswik
at: 2009-05-22

sering kita lupa bahwa hidup mempunyai perhitungan matematika sendiri, perhitungan untung rugi yang diluar akal, karena akal itu terbatas, sedang emosi hanya luapan rasa hati yang tak terkendali, maka beruntunglah orang yang selalu merasa fakir dan fana, wass.

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks