... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Dua orang seniman …

Saturday, March 07, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KIDUNG RUMI, BELAJAR dari SUFI pk. 5:29 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu ketika dihadapan sang Sultan, dua orang seniman berselisih faham tentang siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Dan untuk menyelesaikan perselisihan itu, Sultan kemudian menyediakan untuk masing-masing dari mereka sebuah rumah untuk di warnai.

Seniman Pertama menggunakan semua jenis cat yang tersedia dan kemudian menghiasi rumah itu dengan grafis warna-warni yang tingkat kerumitannya sangat tinggi.

Seniman Kedua, sebaliknya tidak menggunakan bahan cat apapun, ia lebih senang membersihkan dinding-dindingnya dari segala kotoran, membuatnya menjadi sehalus mungkin serta memolesnya hingga semengkilap mungkin.

Ketika kedua rumah tersebut diajukan untuk diperiksa oleh sultan, hasil karya seniman Pertama mengundang decak kagum siapapun yang menyaksikannya, sangat menakjubkan; akan tetapi rumah yang disiapkan oleh seniman Kedua menjadi pilihan sang Sultan oleh sebab warna-warni yang ditampilkan oleh rumah pertama dan alam sekitarnya terpantulkan secara sangat indah pada dinding-dinding rumah kedua dalam berbagai lapisan dan gradasi bayangan dan warna yang seakan tiada ujung dan akhiran.

 

Bandung - 05/Maret/2009 Source: MATSNAWI, The Spiritual Couplets of  Maulana Jalalu-’d-diin Muhammad Rumi, Book I – Story XIV.1 [Abridged and Translated by E.H. Whinfield (1898) … Alih bahasa oleh wiwin.wr @2009]

Mahmud dan Ayaz [2] …

Friday, March 06, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KIDUNG RUMI, KISAH para DARWIS pk. 16:22 | Anda mau email artikel ini ?

Sultan Mahmud dari Ghazna, memiliki pegawai kesayangan bernama Ayaz yang karenanya menjadikan seluruh pegawai istana iri-hati. Suatu hari mereka menghadap sultan melaporkan bahwa Ayaz memiliki kebiasaan beristirahat di dalam sebuah ruang rahasia di dalam biliknya dan mengunci diri di dalam. Mereka mencurigai Ayaz menyembunyikan barang berharga hasil curian atau menikmati anggur dan minuman keras disana.

- mau melanjutkan membaca … ?

Mahmud dan Ayaz [1] …

Thursday, March 05, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KIDUNG RUMI, KISAH para DARWIS pk. 16:14 | Anda mau email artikel ini ?

Sultan Mahmud duduk bersama sahabat dekatnya dan para pe­nasihatnya, sembari menikmati minuman dari gelas kristal permata yang sangat indah, salah satu miliknya yang berharga.

Ketika setiap orang mulai mengagumi gelas minuman tersebut, ia menyodorkannya kepada seorang penasihatnya dan berkata, “Jatuhkanlah ke lantai dan pecahkan !” Sang penasihat menjawab, “Aku tidak bisa Sultan. Ia amat sangat ber­harga, dan aku tidak berani merusak salah satu harta kekayaan Anda yang teramat bernilai.”

Sang sultan memberikan gelas minuman tersebut pada masing-masing penasihatnya dengan perintah yang sama, dan ma­sing-masing mereka juga menolak untuk mernecahkannya.

Akhirnya, ia memberikan gelas tersebut kepada Ayaz, sahabat dekatnya yang paling setia. Ayaz segera memecahkannya hingga ber­keping-keping. Orang-orang lainnya terhenyak dan merasa heran.

Ke­tika sang Sultan bertanya padanya, mengapa ia memecahkan gelas minuman tersebut, Ayaz menjawab, “Sultanku, aku tahu bahwa gelas minuman itu berharga, tetapi yang jauh lebih berharga bagiku dari gelas mana pun adalah perintahmu. Aku tidak akan pernah menolak ke­inginan-keinginanmu, sehingga dengan segera aku melakukan apa yang engkau perintahkan.”

Sang Sultan tersenyum dan berkata, “Lihatlah me­ngapa aku mencintai dan mengasihinya."

 

[kisah ini berasal dari Jalaluddin Rumi - Matsnawi Buku V bait 4035 – silahkan lihat di link-ini]
[Sumber: Psikologi Sufi untuk transformasi: Hati, Diri & Jiwa oleh Robert Frager PhD. [Syekh Ragib Al-Jerahi], Penerbit Serambi, 2005]

Pelajar dan Pengamal …

Tuesday, March 03, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KISAH para DARWIS pk. 18:17 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu hari seorang sarjana sedang berperahu di sebuah danau yang besar. Ia mendengar sebuah suara datang dari arah sebuah pulau yang kecil. Merasa penasaran, ia pun mendayung perahunya menuju pulau tersebut. Ia melihat seorang pertapa sedang berdzikir sambil duduk dan membaca sebuah doa berulang-ulang.

- mau melanjutkan membaca … ?

Uji keihsanan …

Sunday, March 01, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di KISAH para DARWIS pk. 17:47 | Anda mau email artikel ini ?

Syekh Junayd memiliki seorang darwins muda yang sangat ia cintai. Darwins Junayd lainnya, yang lebih senior, menjadi iri. Suatu hari, Junayd menyuruh darwisnya untuk membeli seekor ayam. Masing-masing disuruh menyembelih ayam itu di tempat yang tak ada siapapun bisa melihatnya. Apapun yang mereka lakukan, mereka harus kembali paling lambat saat matahari terbenam.

- mau melanjutkan membaca … ?