Uji keihsanan …
Sunday, March 01, 2009, posting oleh wiwin.wrSyekh Junayd memiliki seorang darwins muda yang sangat ia cintai. Darwins Junayd lainnya, yang lebih senior, menjadi iri. Suatu hari, Junayd menyuruh darwisnya untuk membeli seekor ayam. Masing-masing disuruh menyembelih ayam itu di tempat yang tak ada siapapun bisa melihatnya. Apapun yang mereka lakukan, mereka harus kembali paling lambat saat matahari terbenam.
Satu persatu para darwis kembali menghadap Junayd, masing-masing membawa ayam yang telah mereka sembelih. Terakhir, darwis muda itu kembali dengan membawa seekor ayam yang masih hidup. Para darwis senior tertawa dan saling berbisik-bisik di antara mereka, bahwa si darwis muda akhirnya menunjukkan betapa bodohnya ia. Ia bahkan tidak dapat menjalankan perintah syekhnya.
Junayd menanyai masing-masing darwisnya, bagaimana mereka cara mereka menjalankan perintahnya. Darwis yang kembali pertama kali mengatakan bahwa ia membawa ayam tersebut ke rumahnya, mengunci pintu, lalu menyembelih ayam tersebut. Darwis kedua mengatakan bahwa ia membawa ayam tersebut ke rumahnya, mengunci pintu, menutup tirai, kemudian masuk ke lemari tertutup, lalu menyembelihnya. Darwis ketiga juga membawa ayam tersebut ke dalam lemari tertutup dan ia pun menutup matanya dengan kain, sehingga ia sendiri bahkan tidak bisa melihat proses penyembelihan tersebut. Darwis lainnya pergi ke daerah gelap, yang terpencil di hutan, untuk menyembelih ayamnya. Darwis yang terakhir pergi ke sebuah gua yang gelap gulita.
Akhirnya sampailah pada giliran si darwis muda. Ia menundukkan kepalanya dengan malu. Ayamnya masih berkotek dalam pelukannya. Dengan lirih ia berkata, “Aku telah membawa ayam ini ke dalam rumah, tetapi Tuhan berada di segala sisi rumah itu. Aku pergi ke tempat paling terpencil di hutan, tetapi Tuhan tetap ikut bersamaku. Bahkan di gua yang paling gelap sekalipun, Tuhan berada di sana. Tidak ada satu tempatpun dimana Tuhan tidak bisa melihatku.”
Darwis muda tersebut ihsan kepada Allah Ta’ala, tidak heran bila sang syekh mencintainya.
Bandung, 1 Maret 2009
Sumber: Psikologi Sufi untuk transformasi: Hati, Diri & Jiwa oleh Robert Frager PhD. [Syekh Ragib Al-Jerahi], Penerbit Serambi, 2005

