Pelajar dan Pengamal …
Tuesday, March 03, 2009, posting oleh wiwin.wrSuatu hari seorang sarjana sedang berperahu di sebuah danau yang besar. Ia mendengar sebuah suara datang dari arah sebuah pulau yang kecil. Merasa penasaran, ia pun mendayung perahunya menuju pulau tersebut. Ia melihat seorang pertapa sedang berdzikir sambil duduk dan membaca sebuah doa berulang-ulang.
Sang sarjana menyapa si pertapa seraya menjelaskan bahwa, berdasarkan bahasa Arab klasik, ia tidak tepat dalam mengucakan doa tersebut. Sang sarjana merasa puas karena telah mampu meluruskan si pertapa yang buta huruf tersebut. Lagi pula disebutkan bahwa mereka yang menguasai doa tersebut dapat berjalan di atas air.
Sang sarjana pun kemudian kembali ke perahunya, mendayungnya pergi meninggalkan pulau, dan merasa puas atas amal baiknya. Kemudian ia mendengar suara air berdecak dari belakangnya, lalu menoleh. Si pertapa sedang berlari-lari mengejarnya, “Hai nak, aku telah mengucapkan doa tersebut secara salah selama bertahun-tahun ! Tolong ulangi kembali untukku dengan cara yang benar, sekali lagi.”
Sumber: Psikologi Sufi untuk transformasi: Hati, Diri & Jiwa oleh Robert Frager PhD. [Syekh Ragib Al-Jerahi], Penerbit Serambi, 2005
Renungan:
Saya teringat keterangan dari Ibn Arabi di kitabnya, al-Anwar fiima yamnahu soohib al-khalwat min Asroor [terjemahan: Cahaya Penakluk Surga, halaman 21], tentang apa saja ciri-ciri awal orang-orang yang tawakkal-billaah. Dan keterangan ini adalah penjelasan terhadap suatu keadaan yang sangat sulit untuk dibayangkan oleh awam, namun begitulah adanya setiap keterangan yang diberikan oleh seorang Syaikh Al Akbar Ibn Arabi.
Ada 4 hal yang menjadi ciri mereka adalah,
- Bumi terlipat di bawah kaki,
- Menerobos langit,
- Berjalan di atas air,
- Diberi makan oleh semesta alam,
tanpa usaha dari mereka.
Bandung, 11 Februari 2009… Wallahu ‘alam bish showab.

