Mahmud dan Ayaz [3]
Wednesday, April 01, 2009, posting oleh wiwin.wrSultan Mahmud dari Ghazna suatu hari saling berbagi ketimun dengan Ayaz, orang kepercayaannya yang paling setia. Ayaz dengan gembira mulai memakan separo bagian dari ketimun itu, tetapi ketika sang sultan memakan separo bagian miliknya, ketimun itu terasa sangat pahitnya sehingga ia meludahkannya.
"Bagaimana kau dapat memakan ketimun yang sangat pahit ini?" seru sang sultan, "bagiku ia terasa bagaikan racun yang sangat pahit."
"Sultanku yang tercinta," jawab Ayaz, "aku menikmati begitu banyak pertolongan dan bantuan dari Anda sehingga apa pun yang Anda berikan padaku menjadi terasa manis."
Bandung, 1 Maret 2009
Sumber: Psikologi Sufi untuk transformasi: Hati, Diri & Jiwa oleh Robert Frager PhD. [Syekh Ragib Al-Jerahi], Penerbit Serambi, 2005

