... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

Nasruddin kondangan …

Thursday, November 19, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di ANEKDOT pk. 14:31 | Anda mau email artikel ini ?

Suatu hari Nasruddin diundang ke sebuah kondangan.

Ia pun datang ke kondangan itu. Namun ia tidak diijinkan masuk oleh petugas karena dianggap pakaiannya tidak layak, jubahnya kurem. Maka ia segera kembali ke rumahnya dan menganti pakaiannya dengan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Segera ia kembali ke pesta itu. Ketika ia masuk, si penyelenggara kondangan segera menghampirinya, menyambutnya dan menyampaikan rasa hormatnya atas kesediaan Nasruddin hadir di pesta itu, bahkan menemaninya berjalan masuk dan mempersilahkan Nasruddin duduk di sisi kepala-meja perjamuan.

Ketika makanan dihidangkan, Nasruddin mengambil sup dengan sendoknya dan menuangkannya ke bajunya dan berkata, “Makanlah wahai jubahku, makanlah ! Ini jelas sekali bahwa pada hari ini engkaulah tamu kehormatan yang sesungguhnya, dan itu bukanlah aku.”

 

Bandung - 23/02/2009 Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah, interpretasi dan alih-bahasa oleh wiwin.wr ©2009

de matrix

Wednesday, November 04, 2009, posting oleh wiwin.wr
Disimpan di BERANDA pk. 3:05 | Anda mau email artikel ini ?

Di film The Matrix, ada dialog antara Morpheus dengan Thomas A. Anderson yang nama panggilannya adalah Neo perihal apa itu ‘kenyataan’ (reality).

Bila yang dimaksudkan dengan ‘kenyataan’ (reality) adalah hal-hal yang bisa disentuh dengan anggota badan atau yang bisa dicium baunya atau yang bisa dikecap dengan lidah atau yang bisa dilihat dengan mata maka yang dimaksud dengan ‘kenyataan’ (reality) tidak lain hanya sekadar impuls-impuls elektrik yang diinterpretasikan oleh akal-pikiran manusia (human-mind). Sebab itu bagi mereka, yang dianggap sebagai ‘kenyataan’ (reality) adalah dunia-matriks (the matrix’s world) yang melingkupinya karena hanya itu yang bisa ditangkap oleh otak mereka.

Tidak lebih dari itu !

Hmm, apa mau dikata …

Bandung, 31 Oktober 2007