Sabar dan jadilah pemaaf …
Wednesday, October 01, 2008, artikel ini di pasang oleh wiwin.wrMENGAPA HARUS BEGITU ?
Kalau kita ditanya mengapa harus sabar dan mengapa harus jadi pemaaf maka kita harus punya jawaban yang betul-betul kuat dan tertanam dalam-dalam di diri kita. Kalau tidak, akan selamanya kita terombang-ambing dalam deru dan badai kehidupan ini. Bukankah kedua sikap tersebut di atas dalam kegiatan bisnis kantoran [mu’amalah] adalah sebuah sikap yang diserupakan dengan sikap yang lemah.
Kalau begitu, kenapa harus menjadi sabar dan pemaaf ?
- Mau melanjutkan …
Bisakah kita artikan bahwa seandainya ada seseorang yang tidak atau belum menjadi wadah "ilmu dan hikmah" maka seseorang itu belum menjadi manusia. Kalau belum menjadi manusia lalu menjadi apa ? Apakah masih berada di bawah tingkatan manusia, yakni tingkatan hewan atau dibawahnya lagi adalah tingkatan tumbuhan dan yang lebih rendah lagi adalah tingkatan mineral….. ? Waah.. kalau betul artinya seperti itu GAWAT nih !
Banyak keterangan dan posting tentang "sabar dan syukur" yang bisa dilihat di publikasi-publikasi yang lisan, cetak maupun elektronik. Ini hanya salah satunya saja, yang mudah-mudahan bisa menambahi wacana-wacana yang sudah ada, tentunya dengan tidak menafikan publikasi - publikasi atau wacana - wacana yang sebelumnya. Semua bisa bermanfaat, tergantung cara mengambilnya. Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia kan ? 
