Dabbah yang berjalan …
Friday, July 03, 2009, posting oleh wiwin.wrSECARA BAHASA
Dabbah adalah makhluk yang melata di muka bumi oleh sebab itu secara bahasa dinisbatkan kepada hewan atau binatang-binatang.
Dalam bahasa Arab [1], kata dabbah digunakan untuk menjelaskan tentang makhluk yang hidup melata di muka bumi. Dan Al Quran meluaskan pengertiannya dengan adanya ayat yang tersirat di dalamnya bahwa dabbah meliputi semua makhluk yang hidup di muka bumi ; baik yang hidup dan bersarang di dalam tanah atau di dalam air, yang hidup dan bersarang di atas tanah yang dalam hal ini mencakup manusia, dan yang hidup maupun bersarang jauh di atas tanah yakni yang hidup di pohon-pohon dan/atau yang memiliki kemampuan untuk terbang ke angkasa seperti nyamuk, lebah dan burung-burung.
Bisakah kita artikan bahwa seandainya ada seseorang yang tidak atau belum menjadi wadah "ilmu dan hikmah" maka seseorang itu belum menjadi manusia. Kalau belum menjadi manusia lalu menjadi apa ? Apakah masih berada di bawah tingkatan manusia, yakni tingkatan hewan atau dibawahnya lagi adalah tingkatan tumbuhan dan yang lebih rendah lagi adalah tingkatan mineral….. ? Waah.. kalau betul artinya seperti itu GAWAT nih !
Banyak keterangan dan posting tentang "sabar dan syukur" yang bisa dilihat di publikasi-publikasi yang lisan, cetak maupun elektronik. Ini hanya salah satunya saja, yang mudah-mudahan bisa menambahi wacana-wacana yang sudah ada, tentunya dengan tidak menafikan publikasi - publikasi atau wacana - wacana yang sebelumnya. Semua bisa bermanfaat, tergantung cara mengambilnya. Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia kan ? 
