Untuk setiap kegiatan manusia harus selalu tersedia ”shelter” kecuali aktifitas yang sifatnya di luar ruangan [”outbound” atau sepak-bola atau lainnya]. ”Shelter” atau "gubug" atau "tempat berlindung" itu kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi bentuk yang lebih kokoh, lebih kuat dan lebih tahan lama. Juga unsur-unsur estetika mulai diperhatikan sedemikian rupa sampai akhirnya berkembang menjadi ”monumen-monumen jaman”, menjadi ”icon” peradaban.
Bagi seorang Perancang Bangunan, selain dari bentuk bangunan yang harus menampilkan suatu konsep tertentu dan kerangka yang kuat, maka di dalam bangunan itu juga harus dilengkapi dengan sarana untuk menunjang aktifitas manusia. Para Perancang membagi sarana tersebut menjadi 4 kelompok yakni Interior bangunan, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing.
Di kalangan profesional, Mekanikal, Elektrikal dan Plambing sering dipercepat membunyikannya menjadi MEP. MEP juga sering disebut sebagai UTILITAS walaupun ada yang persoalan Fisika yang agak dilupakan dalam pemberian nama itu. MEP dalam bangunan tidaklah lengkap tanpa ditemani oleh Fisika Bangunan. [Sepertinya urusan Fisika dimasukkan ke nama Mekanikal].
MEP, merupakan bagian yang penting dari ACTIVITY SUPPORT SYSTEMS, kehadirannya menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan oleh suatu area, dimana aktivitas itu direncanakan untuk dilakukan. - mau melanjutkan membaca … ?