<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Beranda Suluk</title>
	<link>http://berandasuluk.blogsome.com</link>
	<description>suluk - beranda suluk - serambi suluk - biduk diri - menyapa pagi</description>
	<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 18:00:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Silahkan pilih &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/28/jalan-pilihan/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/28/jalan-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 08:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
	<category>MANAJEMEN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/28/jalan-pilihan/</guid>
		<description><![CDATA[	Suatu hari, ada seseorang yang mendatangi sahabat-sahabatnya yang sedang berkumpul dan berkata: &ldquo;Aku membawa sebuah proyek untuk sahabat-sahabat kerjakan dan aku akan meminta salah satu dari sahabat-sahabat untuk menjadi pemimpin pekerjaan ini. Aku tidak akan ikut mengerjakannya, tetapi bilamana sahabat-sahabat membutuhkan bantuanku maka silahkan menemuiku, aku akan membantu sahabat-sahabat semampu aku.&rdquo;  
	   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Suatu hari, ada seseorang yang mendatangi sahabat-sahabatnya yang sedang berkumpul dan berkata: &ldquo;Aku membawa sebuah proyek untuk sahabat-sahabat kerjakan dan aku akan meminta salah satu dari sahabat-sahabat untuk menjadi pemimpin pekerjaan ini. Aku tidak akan ikut mengerjakannya, tetapi bilamana sahabat-sahabat membutuhkan bantuanku maka silahkan menemuiku, aku akan membantu sahabat-sahabat semampu aku.&rdquo;  </div>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Mereka menjawab: &ldquo;Baiklah, segera kami akan membentuk diri menjadi sebuah team, membuat perencanaan awal dan dalam seminggu kami akan melaporkan hasilnya.&rdquo;</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dengan bersegera mereka bermusyawarah, dipimpin oleh orang yang telah bersedia menjadi ketua team, dan menyusun strategi tentang bagaimana cara mengerjakan proyek itu. Beberapa kesepakatan tercapai sudah, namun ada beberapa hal yang masih belum disepakati dan cenderung menjadi sebuah perbedaan pendapat yang cukup keras.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Walaupun ada beberapa hal yang masih belum disepakati akan tetapi jadwal pertemuan sudah tiba dan mereka bersama-sama menemui sahabat mereka, si pembawa proyek, dan melaporkan hasilnya pertemuan dan kerja mereka selama seminggu, terutama tentang masih adanya perbedaan pendapat dalam team.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Namun apa jawab sang sahabat itu ? Katanya,</p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">&ldquo;Sahabat-sahabatku, apakah ada gunanya melakukan sebuah pekerjaan yang walaupun itu mendatangkan sesuatu [<em>uang</em>] bagi sahabat-sahabat tetapi ada satu atau lebih diantara sahabat-sahabat ada yang hatinya terluka dan sahabat-sahabat menjadi saling mencederai hati sahabat sendiri dan bahkan mungkin ada yang sampai memutuskan tali silaturahmi yang sudah sahabat bangun sebelumnya ? Bukankah semua yang ada dimuka bumi ini adalah semata-mata sarana yang Allah Ta&rsquo;ala sediakan bagi manusia untuk mengenal-Nya walaupun bisa juga digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengingkari-Nya.</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">Kalaupun yang sahabat-sahabat lakukan adalah demi untuk menjaga nama-baik team maupun diri sahabat-sahabat sendiri maka tidakkah sahabat-sahabat ingat bahwa kemuliaan dan derajad seseorang bukan dicapai oleh sebab seseorang itu menjadikan dirinya mulia atau menjadi dihormati manusia lain melainkan semata-mata karena ketaqwaannya kepada Allah Ta&rsquo;ala. Kalau menginginkan kemuliaan dan derajad maka inginkanlah kemuliaan dan derajad disisi Allah Ta&rsquo;ala.</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">Demikian pula dengan nama baik dari sahabat-sahabat, hal itu bukan sahabat-sahabat yang menjaganya atau menentukannya, tetapi Allah Ta&rsquo;ala yang menentukannya bergantung kehendak-Nya terhadap diri sahabat-sahabat. Persoalan naik-turunnya derajad diri kita bukan diukur dari penilaian manusia atau makhluk terhadap diri kita.</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">Ada kisah yang justru menunjukkan bahwa hal itu bisa terjadi dengan sangat berkebalikan, salah satunya adalah keadaan Siti Maryam, seorang wanita yang sangat menjaga kesucian dirinya dan dihormati manusia sekitarnya, justru Allah Ta&rsquo;ala putar- balikkan keadaannya dihadapan manusia sekitarnya ketika Allah Ta&rsquo;ala menaikkan derajadnya menjadi seorang ibu yang mengandung tanpa seorang suami. Apalagi kalau sahabat-sahabat merenungkan kisah Nabi Ayub as.</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">Jadi, dalam persoalan nama baik team maupun nama baik diri pribadi sahabat-sahabat, lebih baik sahabat-sahabat tawakkal kepada Allah Ta&rsquo;ala, bukankah Dia Ta&rsquo;ala adalah yang Maha Menerima Perwakilan dan Maha Menjaga Titipan.</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">Apa yang perlu sahabat-sahabat lakukan adalah bekerja dengan saling mengasihi dan menyayangi. Dan tidakkah sahabat-sahabat ingat bahwa tidak ada yang cepat mendatangkan rahmat Allah Ta&rsquo;ala kecuali melakukan tindakan merahmani makhluk-Nya, dan hal itu bukan hanya berlaku dalam hubungan sosial saja melainkan dalam hubungan profesional juga tetap berlaku.&rdquo;</font></p></blockquote>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">Semua yang berkumpul terdiam dan merenungi bahwa apa yang diucapkan sahabat mereka itu adalah mudah untuk didengar dan dimengerti &hellip;.. tetapi sulit sekali untuk dilaksanakan.</div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">Sambungnya lagi,</div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#00cc99">&ldquo;Semuanya tidak ada yang mudah, tergantung keinginan sahabat-sahabat sendiri, apakah akan mengambil jalan yang menurun lagi mudah atau mengambil jalan yang mendaki lagi sukar ? &nbsp;Itu pilihan-pilihan yang ada ! Dan dengan sepenuh doa kepada-Nya agar sahabat-sahabat diberikan-Nya kemampuan dan kehendak </font><font color="#999900">[1]</font><font color="#00cc99"> untuk menempuh jalan yang mendaki lagi sukar itu &#8230;. Al Aqobah </font><font color="#999900">[2]</font><font color="#00cc99">&rdquo;</font></p></blockquote>
	<div align="left">
<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc00">Catatan :<br /> [1] Kemampuan dan kehendak datang dari Allah Ta&rsquo;ala, QS.[81]:27-29, QS.[76]:29-31<br /> [2] Jalan yang mendaki lagi sukar, Al Aqobah. QS.[90]:10-20</font></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung, 24/11/2008&#8230;&#8230; Wallaahu `alam bish showab</font></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/28/jalan-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dua orang hamba Raja &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/24/dua-orang-hamba-raja/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/24/dua-orang-hamba-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 23:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BUNGA RAMPAI</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/24/dua-orang-hamba-raja/</guid>
		<description><![CDATA[	Ada sebuah ceritera tentang dua orang hamba dari seorang Raja, yang seorang adalah pemungut pajak yang kejam dan yang seorang lagi adalah penghulu istana. 
	&nbsp;
	Suatu ketika mereka berdua bersama-sama dipanggil menghadap raja, 
	&nbsp;
	Maka berkatalah penghulu istana, - Maha Raja yang bijaksana. Aku adalah orang yang sebaik-baiknya di kerajaanmu. Aku selalu berbaik hati kepada rakyatmu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Ada sebuah ceritera tentang dua orang hamba dari seorang Raja, yang seorang adalah pemungut pajak yang kejam dan yang seorang lagi adalah penghulu istana. </div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">Suatu ketika mereka berdua bersama-sama dipanggil menghadap raja, </div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<blockquote><div align="left">Maka berkatalah penghulu istana, - Maha Raja yang bijaksana. Aku adalah orang yang sebaik-baiknya di kerajaanmu. Aku selalu berbaik hati kepada rakyatmu dan memberikan kepada mereka hadiah-hadiah yang berharga, sehingga dengan demikian segenap rakyatmu akan mencintai aku. Karena itu, kalau Maha Raja akan memberi hadiah kepada hambanya, maka akulah orangnya yang paling pantas untuk menerimanya.-   </div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">Sedang pemungut pajak itu kemudian bersujud di bawah kaki Maha Raja yang bijaksana itu, katanya, - Duh Maha Raja yang bermurah hati. Aku adalah orang yang sejahat-jahatnya di kerajaanmu. Aku telah menjalankan pekerjaanku dengan kejam karena aku menginginkan pujian dari atasanku. Karena itulah maka rakyat di kerajaanmu sangat membenci aku. Namun Maha Raja yang bijaksana, karena itulah aku akan bertobat. Dan aku bersedia menerima hukuman yang akan ditimpakan kepadaku atas kelalaianku itu.-   </div></blockquote>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">Ketika kemudian Raja yang bijaksana itu memberikan hadiahnya, maka pemungut pajak itulah yang dipilih Raja untuk menerimanya, bukan penghulu istana. Kemudian ternyatalah bahwa pemungut pajak itu benar-benar bertobat dan membagi-bagikan hadiahnya kepada mereka yang pernah dicederainya, sedang penghulu istana kemudian berontak terhadap raja, hanya karena ia tidak menerima hadiah. Sebab &#8230;..</div>
	<blockquote><div align="left"><font color="#ff9900"> &#8230;. kebaikan yang dilakukannya selama itu hanyalah terdorong oleh keinginan untuk menerima hadiah dari Rajanya</font>. </div></blockquote>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<div align="left">
<p class="MsoNormal"><font color="#996600">[<br />Dinukil dari karya SH Mintardja: Nagasasra dan Sabukinten &ndash; yang pernah dimuat sebagai kisah bersambung dalam harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta dan diterbitkan sebagai cerita bersambung yang terdiri dari 33 jilid.<br />]</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 13/10/2008 &hellip;.. Semoga bermanfaat.</font></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/24/dua-orang-hamba-raja/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Membeli Budak &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/23/membeli-budak/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/23/membeli-budak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 22:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KIDUNG SUFI</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/23/membeli-budak/</guid>
		<description><![CDATA[	Seorang lelaki yang baik hati membeli seorang budak. Budak itu berakhlak baik dan kuat agamanya.&nbsp;
Lelaki itu bertanya kepada budak yang dibelinya, &ldquo;Hambaku, kamu ingin makan apa ?&rdquo;.Budak itu menjawab, &ldquo;Makanan apa saja yang tuanku berikan kepadaku.&rdquo;&ldquo;Kamu ingin pakaian apa ?&rdquo; tanya majikannya lagi.&ldquo;Pakaian apa saja yang tuanku berikan kepadaku.&rdquo;&ldquo;Kamu ingin duduk dimana di dalam rumahku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Seorang lelaki yang baik hati membeli seorang budak. Budak itu berakhlak baik dan kuat agamanya.&nbsp;<br />
<p class="MsoNormal">Lelaki itu bertanya kepada budak yang dibelinya, &ldquo;Hambaku, kamu ingin makan apa ?&rdquo;.<br />Budak itu menjawab, &ldquo;Makanan apa saja yang tuanku berikan kepadaku.&rdquo;<br />&ldquo;Kamu ingin pakaian apa ?&rdquo; tanya majikannya lagi.<br />&ldquo;Pakaian apa saja yang tuanku berikan kepadaku.&rdquo;<br />&ldquo;Kamu ingin duduk dimana di dalam rumahku ?&ldquo;<br />&ldquo;Dimana saja tuanku tempatkan aku&ldquo;<br />&ldquo;Kamu ingin kerja apa ?&rdquo;<br />&ldquo;Apa saja yang tuanku perintahkan.&rdquo;<br />&nbsp;</p>
	<blockquote><p class="MsoNormal"><font color="#ccccff">Sang Majikan menangis sambil berkata, &ldquo;Betapa beruntungnya aku seandainya aku dengan Tuhanku seperti kamu denganku.&rdquo; <br /></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="#ccccff">Si budak berujar, &ldquo;Tuanku, apakah seorang hamba pantas punya keinginan atau pilihan di hadapan tuannya ?&rdquo; </font></p></blockquote>
	<p class="MsoNormal">Sang Majikanpun berkata, &ldquo;Kamu merdeka atas nama Allah !.&ldquo;</p>
	<p>&nbsp;</p>
	</p>
	<p><font color="#999900">[Abd Al Qadir Al Jaylani - Mata Air dari al Fathu-r-Rabbani. Sumber: The Wisdom of Abd Qadir Al Jaylani &ndash; terjemahan: Bekal menjadi kekasih Allah - 2008]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/23/membeli-budak/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sibuk dengan perintah-Nya …</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/22/al-jaylani/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/22/al-jaylani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 18:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KIDUNG SUFI</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/22/al-jaylani/</guid>
		<description><![CDATA[	&ldquo;Setiap saat kalian meminta kepada Allah agar rezeki kalian bertambah. Padahal rezeki adalah sesuatu yang tidak bertambah ataupun berkurang, sekalipun semua orang yang mustajab doanya berdoa bersama kalian. Rezeki itu tidak bertambah dan tidak berkurang sedikitpun. Hal itu tidak perlu kalian pusingkan. Karena itu sibukkanlah diri kalian dengan perintah-Nya dan tinggalkanlah segala larangan-Nya. Janganlah kalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">&ldquo;Setiap saat kalian meminta kepada Allah agar rezeki kalian bertambah. Padahal rezeki adalah sesuatu yang tidak bertambah ataupun berkurang, sekalipun semua orang yang mustajab doanya berdoa bersama kalian. Rezeki itu tidak bertambah dan tidak berkurang sedikitpun. Hal itu tidak perlu kalian pusingkan. Karena itu sibukkanlah diri kalian dengan perintah-Nya dan tinggalkanlah segala larangan-Nya. Janganlah kalian sibuk dengan sesuatu yang sudah pasti, karena hal itu sudah pasti menjadi bagian kalian. Pada saatnya, bagian itu akan datang, baik manis maupun pahit, entah kalian suka entah tidak.&rdquo;<br />&nbsp;</p>
	<p align="left"><font color="#999900">[Abd Al Qadir Al Jaylani - Mata Air dari al Fathu-r-Rabbani. Sumber: The Wisdom of Abd Qadir Al Jaylani &ndash; terjemahan: Bekal menjadi kekasih Allah - 2008]</font></p>
	<p align="left"><font color="#999900"> </font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/22/al-jaylani/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Logika bungkus &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/21/logika-bungkus/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/21/logika-bungkus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 21:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
	<category>MANAJEMEN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/21/logika-bungkus/</guid>
		<description><![CDATA[	Kita tentunya punya beberapa anakbuah di kantor. Suatu ketika salah satunya yang sedang mengerjakan sebuah proyek, sebagai leader atas penugasan dari kita, dengan klien asing dari luar negeri, dibantu dengan beberapa anakbuah lainnya. 
	    
	Dalam perjalanannya pelaksanaan pekerjaan itu, suatu ketika kita dilapori oleh si anakbuah bahwa si klien komplain berat kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">Kita tentunya punya beberapa anakbuah di kantor. Suatu ketika salah satunya yang sedang mengerjakan sebuah proyek, sebagai leader atas penugasan dari kita, dengan klien asing dari luar negeri, dibantu dengan beberapa anakbuah lainnya. </p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dalam perjalanannya pelaksanaan pekerjaan itu, suatu ketika kita dilapori oleh si anakbuah bahwa si klien komplain berat kepada perusahaan kita karena persyaratan yang dimintanya tidak bisa dipenuhi oleh team kerja si anakbuah.</p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Kita berhak memarahi anggota team tetapi kita juga berhak untuk tidak memarahi mereka. Dalam persoalan itu bisa jadi yang salah adalah anakbuah yang menjadi leadernya proyek itu, bisa jadi angota teamnya, bisa jadi juga yang salah adalah kita sendiri karena mengijinkan si klien membuat syarat di luar kontrak kerja atau mungkin kita tidak mencermati kontrak kerjanya sebelum menandatanganinya. Atau bisa jadi sebab-sebab yang lain. Rumit persoalannya.</p>
  </blockquote>
      </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kalau pakai analogi sebuah keris, maka itu baru bungkusnya saja atau warangkanya saja dan belum menyentuh persoalan isinya atau bilah kerisnya.</p>
 <a id="more-72"></a><br />
<div align="left"><font color="#ff9900"><strong>BUNGKUS dan ISINYA</strong></font>    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kita belajar sejarah, setidaknya pernah belajar semasa duduk di Sekolah Dasar dulu. Kita tahu Empu Gandring dan ia membuat sebilah keris pesanan dari Ken Arok. Kerisnya diberi nama Sengkelat, sering diberi predikat Kyai menjadi Kyai Sengkelat. Yang bernama Sengkelat adalah bilah kerisnya tetapi sebuah keris tidaklah lengkap kalau tidak disimpan dalam sebuah warangka yang juga dibuat indah sesuai dengan kualitas dari bilah keris itu sendiri. Warangka dan gagang keris terbuat dari kayu sedangkan bilah-keris terbuat dari logam &#8230;.. material yang sangat berbeda. Pengetahuan dan teknologi pengolahan kedua material itu juga sangat berbeda. Tetapi tidak berarti bahwa pengetahuan dan teknologi yang satu lebih rendah dari yang lainnya.</p>
	<div align="left"><font color="#ff9900"><strong>SEBUAH ANALOGI &#8230;.</strong> GAK NYAMBUNG NIH</font>    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Para Ahli sejarah yang mempelajari tentang keris tentunya akan mendapati jejak-jejak Empu Gandring melalui penyelidikan atau observasi mereka terhadap &ldquo;bilah keris&rdquo; Sengkelat itu, mencermati guratan-guratannya , mencermati komposisi material logam yang terkandung dalam bilah keris itu, mencermati finishing texture logamnya dan lain-lain. Akhirnya mereka, para ahli sejarah itu, bisa mengenali siapa Empu Gandring itu, seperti apa keahliannya, seperti apa karakternya, setinggi apa ilmu pengetahuannya, sehalus apa cita rasanya, sedalam apa olah jiwanya dan lain-lainnya walaupun mereka tidak pernah bertemu dengannya.</p>
	<div align="left"><font color="#ff9900">LEBIH TIDAK NYAMBUNG LAGI &#8230;.</font>    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Martabat warangka tidak pernah bisa menyentuh martabat bilah-keris atau martabat WADAH tidak akan pernah bisa menyentuh martabat ISI &#8230;.. &nbsp;Wadah disiapkan hanya untuk sebuah harapan akan datangnya entitas yang akan mengisinya. Wadah dipelajari untuk mengerti tentang isinya. Inti dari sesuatu dicari dan diupayakan untuk ditemukan, &ldquo;berharap&rdquo; agar bisa menghirup sarinya.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Yang penting untuk diingat bahwa anakbuah yang bekerja di perusahaan kita adalah yang menjadikan roda perusahaan berputar, atas kerja mereka maka kita dan mereka beroleh penghasilan dan penghasilan anakbuah selalu lebih rendah dari atasannya. </p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Apakah pantas kalau kita sebagai pimpinan menyalahkan mereka apalagi memarahi mereka atau kalau kita menganggap salah satu dari mereka adalah kartu-mati yang sudah tidak bisa meningkat prestasinya ? Jangan-jangan mereka tidak berprestasi semata-mata karena mereka tidak suka dengan sikap kepemimpinan kita.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Mereka adalah sebagaimana adanya mereka. Mereka hadir untuk kita dan bukan kita yang menciptakan mereka dan juga bukan kemauan kita juga mereka bisa sampai bekerja di tempat kita. Kalau bukan oleh sebab sebuah takdir kehidupan tentunya tidak mungkin penggalan kehidupan mereka akan bersentuhan dengan penggalan hidup kita dalam arti bekerja pada perusahaan yang sama atau mengerjakan sebuah pekerjaan dalam team yang sama.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kalau &ldquo;logika-bungkus&rdquo; nya tidak tepat maka intinya tidak akan pernah ditemukan dan harapan bisa mereguk sarinya akan semakin jauh dari jangkauan. Walaupun intinya ketemu tetap saja belum tentu sarinya bisa dihirup. Alat yang digunakan tidak sama. Lihat saja struktur tubuh lebah.   </p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 21/11/2008 &hellip;..&nbsp; Wallaahu `alam bi-sh-showab</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/21/logika-bungkus/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Petani dadakan &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/18/petani-dadakan/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/18/petani-dadakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 05:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/18/petani-dadakan/</guid>
		<description><![CDATA[	
Beberapa tahun lampau, negeri kita dilanda krisis multi dimensi &#8230;.  Ah itu kan cuma kenangan lama&#8230;&#8230; Ya, betul.  Dan oleh karenanya kita menjadi wajib mencari tahu ada apa disitu.
  
	
	Saat itu, banyak diantara kita yang beralih profesi secara mendadak. Tadinya kerja di depan komputer menjadi bos kantor perencana langsung ganti sepatu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">
<blockquote><font color="#cc9900">Beberapa tahun lampau, negeri kita dilanda krisis multi dimensi &#8230;.</font><br />  <font color="#cc9900">Ah itu kan cuma kenangan lama&#8230;&#8230; Ya, betul.</font><br />  <font color="#cc9900">Dan oleh karenanya kita menjadi wajib mencari tahu ada apa disitu.</font></blockquote>
  </div>
	<p align="left">
	<p align="left">Saat itu, banyak diantara kita yang beralih profesi secara mendadak. Tadinya kerja di depan komputer menjadi bos kantor perencana langsung ganti sepatu dan ganti pakaian &#8230;&#8230;.. dan terjun ke kebun, bermain-main dengan pupuk dan bibit tanaman. Sebahagian berhasil, sebahagian lagi hanya balik modal dan sebahagian sisanya malahan buntung.  </p>
	<p align="left"><strong><font color="#ff9900">BERTANI ?</font></strong>  </p>
	<p align="left">Bayangkan, ada orang yang sehari-harinya naik kendaraan ke kantor dan jarang pergi ke kebun kemudian mendadak harus turun ke lapangan ikut mencangkul bersama buruh-tani, membolak-balik kotoran kuda [yang adalah bahan dasar pupuk kandang] agar cepat matang dan bisa segera ditaburkan ke galangan yang akan di tanami.   </p>
 <a id="more-71"></a><br />
<p align="left"><strong><font color="#ff9900">BELAJAR BERTANI</font></strong></p>
	<p align="left">  Buku-buku teori pertanian dibaca dan dipelajari. Analisa-analisa pertanian dibuat dan dicoba dipraktekkan di lapangan&#8230;.. hasilnya ? Tanaman tetap saja tidak segera tumbuh, perlahan-lahan sekali, kuncup demi kuncup, berpacu dengan rumput liar yang juga tumbuh di sekitarnya . Rumput liar harus diambil, disiangi, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang masih kecil-kecil. Tanaman kecil itu sangat rapuh, betapa mereka membutuhkan perlindungan, membutuhkan perawatan yang sebaik-baiknya, agar bisa berkembang menjadi dewasa. Perlindungan yang harus diberikan tidak hanya terhadap rumput-rumput liar yang merebut unsur-unsur hara yang menjadi makanan utama tanaman kecil itu melainkan juga terhadap hewan-hewan, dari yang ukurannya kecil sekali sampai ke hewan yang ukurannya yang besar.  </p>
	<p align="left">Sinar matahari dan air siraman juga sesuatu yang harus diperhatikan karena terlampau banyak sinar matahari maka tanaman kecil bisa hangus sedangkan terlampau banyak air akan menjadi busuk. Apalagi terhadap air hujan yan gsekarang tidak lagi murni tetapi sudah banyak tercemar oleh zat-zat kimia di udara &#8230;.  </p>
	<p align="left">Ketika tanaman mulai dewasa, perlindungan tidak menjadi berkurang bahkan bertambah dengan pekerjaan merawat akar, batang dan daunnya. Akar, batang dan daun merupakan bagian utama yang harus diperhatikan. Akarnya rentan terhadap serangan cacing dan ulat yang di dalam tanah, sedang batangnya rawan terhadap ulat batang terlebih lagi daunnya, semua menyukainya bahkan ayam, kambing dan sapi juga menyukainya.  </p>
	<p align="left">Jumlah cabang juga tidak boleh luput dari perhatian, terlampau banyak cabang akan mempengaruhi produktivitas karena pertumbuhan cabang sangat membutuhkan enersi yang tidak lain berasal dari serapan unsur hara dan air oleh akar yang kemudian diproses secara photosintesis di daun. Akibatnya enersi untuk pembentukan buah menjadi berkurang. Jumlah buah akan berkurang atau jumlahnya tetap tetapi ukurannya kecil-kecil. Kalau buahnya kecil-kecil maka manfaatnya bagi manusia akan berkurang.   </p>
	<p align="left"><strong><font color="#ff9900">PENUTUP</font></strong></p>
	<blockquote><p align="left">QS.[48]:26 &#8230;. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.  </p>
	<p align="left">QS.[14]:24 &#8230;.  Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.<br />  QS.[14]:25 &#8230;. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.<br />  QS.[14]:26 &#8230;.  Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.  </p></blockquote>
	<p align="left">Aah &#8230;..  seandainya saja kita bisa membaca makna-makna yang terkandung di dalam proses pertumbuhan tanaman, dari mulai proses pertumbuhan tanaman, proses memberikan perlindungan dari serangan hama, proses perawatan dan seterusnya.  </p>
	<p align="left">Betapa banyak simbol-simbol diri dan simbol-simbol kehidupan yang ada disitu. Semuanya Allah Ta&rsquo;ala sediakan untuk kita cari makna pelajarannya selain produk dari tanaman itu juga menjadi sumber penghasilan dan juga makanan kita.  </p>
	<p align="left">Akhirnya, &#8230; kalaupun secara perhitungan ekonomi tidak mendapatkan untung dari pekerjaan bertani, tetapi banyaknya perolehan pengetahuan tentang diri dan kehidupan melalui pelajaran bertani memiliki nilai yang lebih besar dari pada sekadar keuntungan finansial. &#8230;.. Alhamdulillaah.  </p>
	<p align="left">Saya memang bukan petani, petani adalah sebuah profesi yang tidak bisa dimasuki begitu saja, segala sesuatu harus ditempuh dengan belajar, terlepas dari persoalan &ldquo;<strong><font color="#ffcc00">Siapa yang mengajari</font></strong>&rdquo; tetapi tanpa belajar tidaklah sesuatu akan meresap ke dalam diri, menjadi inheren dengan diri kita, menjadi sesuatu yang merembes keluar yang asalnya dari shudur dan bukan sesuatu yang hanya rekaan fikiran belaka. Fikiran hanya akan menemukan kambing hitam, menemukan sebab musabab, dan bukan menemukan yang menjadi inti. </p>
	<blockquote><p><font color="#cc9900">Kalau &quot;<strong>inti</strong>&quot;-nya tidak ketemu apa &ldquo;<strong>sari</strong>&rdquo;-nya akan bisa dihirup.   Lebah atau An-Nahl, yang ihwalnya Allah Ta&rsquo;ala abadikan dalam Al Quran di surat ke 16, jelas sekali bahwa makanannya adalah <strong>sari-bunga</strong>, &#8230; sesuatu yang sangat halus yang berada di <strong>inti-bunga</strong>, yang kemudian dari perut mereka keluar sesuatu yang sangat bermanfaat bagi manusia, <strong>madu</strong>.</font>  </p></blockquote>
	<p align="left">&nbsp;</p>
	<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 17/11/2008 &hellip;..  Wallaahu `alam bi-sh-showab</font> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/18/petani-dadakan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Segitiga Realitas &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/10/segitiga-realitas/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/10/segitiga-realitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 07:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/10/segitiga-realitas/</guid>
		<description><![CDATA[Segitiga Realitas adalah sebuah konsep tentang cara memandang segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Rasulullah Saw. pernah menjelaskan bahwasanya dunia ini ibarat sebuah oase, di antara dua padang pasir yang sangat luas, tempat parfa musafir mengambil bekal untuk persiapan perjalanan menempuh padang pasir selanjutnya.  </p>
	<p align="left">Kita semua tahu bahwa di oase itu kita harus mengumpulkan bekal berupa minuman dan makanan yang secukupnya yang bisa dibawa dalam perjalanan selanjutnya. Ketika singgah di oase itu, yang perlu diketahui adalah apa saja yang bisa dikumpulkan untuk menjadi bekal perjalanan dan untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang jenis buah-buahan yang ada di oase itu, juga  airnya dan cara-cara menyimpannya agar bisa dimakan dan diminum sedikit demi sedikit selama perjalanan. Artinya &#8230;&#8230;, kita membutuhkan pengetahuan tentang oase itu bila hendak menggunakannya sebagai tempat singgah untuk mengambil bekal.  </p>
	<p align="left">Bagaimana dengan ini ? Dunia adalah tempat singgah,  guna mencari bekal untuk perjalanan-panjang yang selanjutnya.<br />    &nbsp;</p>
 <a id="more-70"></a><br />
<p align="left"><strong><font color="#ff9900">SEGITIGA REALITAS  </font></strong><font color="#cccc00">[1]</font>  </p>
	<p align="left">Segala yang maujud [menjadi memiliki wujud] di semesta alam-alam ini adalah ayat-ayat Allah.  </p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p>QS.[41]:53 &#8230;..  Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami [dalam terjemahan ditulis: tanda-tanda (kekuasaan) Kami] di ufuq/cakrawala dan di anfus mereka [<em>fii-l-afaq wa fii anfusihim</em>] [dalam terjemah ditulis: segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri], hingga jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya Dia adalah Al Haqq [dalam terjemah ditulis: Al Quran itu adalah benar]. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Rabbmu menjadi saksi atas segala sesuatu ?  </p>
	<p>QS.[51]:20-21 &#8230;..  Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?  </p>
    </blockquote>
    </div>
	<p align="left">Kita sudah bahas tentang tiga realitas dasar pada posting terdahulu, kita ulang sedikit disini.   </p>
	<p align="left">Di sebagian besar teks-teks Islam, ada <strong>Tiga Realitas Dasar</strong> yang selalu dipegang: Allah Ta&rsquo;ala Yang Realitas Mutlak; Kosmos atau makrokosmos [semesta alam besar] dan Manusia atau mikrokosmos [semesta alam kecil] yang adalah realitas-realitas ciptaan Allah Ta&rsquo;ala. Bila disederhana dalam sebuah bagan atau diagram maka akan terjadi bentuk segitiga sama kaki. Dan segitiga itu kita sebut sebagai Segitiga Realitas.</p>
	<p align="left">  Dalam segitiga itu titik puncak segitiga adalah Sang Maha Pencipta yang adalah Realitas Yang Mutlak [Yang Maha Ada, Yang Maha Wujud] di puncak segitiga dan kedua kaki segitiga itu adalah realitas-realitas ciptaan atau  realitas derivatif. Disebut sebagai derivatif karena kosmos maupun mikrokosmos adalah segala sesuatu yang mewujud karena Allah Ta&rsquo;ala memberinya pakaian wujud untuk suatu rentang waktu tertentu sampai datang ajal dari si makhluk sesuai yang telah ditetapkan-Nya.  </p>
	<p align="left">Kaki yang satu dari segitiga itu adalah diri manusia atau mikrokosmos dalam kedudukannya yang &ldquo;seorang diri&rdquo; atau &ldquo;dirinya sendiri berhadapan dengan kaki segitiga yang satu lagi yang adalah makrokosmos, yakni segala makhluk ciptaan Allah Ta&rsquo;ala, yang selain dari dirinya sendiri.   </p>
	<p align="left">Dua titik di kaki segitiga ini masing-masing adalah diri insaan berhadapan dengan semesta alam-alam dalam pengertian bahwa setiap diri harus melihat dunianya, yang tidak lain adalah bagian dari semesta alam-alam ini, sebagai sesuatu yang tunduk patuh kepada kehendak Allah Ta&rsquo;ala. Setiap diri tidak boleh memperlakukan dirinya sendiri sebagai bagian dari semesta alam yang sedang berhadapan dengan seorang insaan. Setiap diri dari kita harus selalu menempatkan dirinya sebagai seorang diri insaan yang berhadapan dengan orang lain atau makhluk lain [baik makhluk hidup maupun makhluk yang tidak hidup] yang adalah bagian dari semesta alam-alam atau makrokosmos atau kosmos. Bilamana kita salah menempatkan diri dalam hubungan segitiga itu maka kita akan menjadi menghakimi orang lain atau menghakimi suatu hal atau kejadian, yang mana sebenarnya bukan menjadi haknya manusia.  </p>
	<p align="left">Setiap titik sudut dari segitiga itu mempunyai hubungan dengan titik-titik sudut lainnya secara menakjubkan. [ &#8230;.. saya merasa tidak bisa menguraikan secara gamblang tentang hal ini karena pengetahuan saya tidak cukup untuk itu, namun saya meyakini hal itu dan saya persilahkan sahabat pembaca mencermatinya sendiri]. Sementara itu, mari kita ulas selanjutnya.  </p>
	<p align="left">Allah Ta&rsquo;ala menciptakan insaan yang kemudian dikirimkan ke muka bumi untuk menjadi pemakmurnya,QS.[11]:61, dan dibekali-Nya setiap insaan di muka bumi dengan Kitab-Nya, Al Quran Al Kariim. Kitab-Nya adalah Petunjuk bagi insaan bagaimana bersikap terhadap Yang Telah Menciptakannya dan bagaimana bersikap terhadap apa-apa yang dihadapinya di semesta alam ini atau yang hadir kepadanya melalui semesta alam ini.  </p>
	<p align="left">Sedikit kutipan dari sebuah buku &#8230;..  </p>
	<p align="left">Banyak ayat-ayat di Al Quran mengungkapkan bahwa semua obyek semesta alam adalah ayat-ayat atau tanda-tanda Allah Ta&rsquo;ala. Sangatlah penting memahami hal ini sebagai dasar pemikiran Islam karena itu menetapkan hubungan antara Allah Ta&rsquo;ala dengan semesta alam-alam ini dalam term-term yang pasti. Disamping itu, di ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal itu juga menjelaskan bagaimana seharusnya setiap manusia bersikap atau menanggapi ayat-ayat Allah Ta&rsquo;ala.</p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p>QS.[6]:97 &#8230;..  Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui [<em> &#8230;. qod fashsholna-l-ayaati lii qawmiy-ya&rsquo;lamuun</em>]</p>
	<p>    QS.[10]:6 &#8230;.. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa [ <em>&#8230;. la ayaati-l-lii qawmiy-yattaquun</em>].</p>
	<p>    QS.[30]:24 &#8230;. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan `aql-nya [ <em>&#8230;. la ayaati-l-lii qawmiy-ya&rsquo;qiluun</em>].</p>
    </blockquote>
    </div>
	<p align="left">  Manakala, melalui Al Quran, manusia diperintahkan untuk melihat segala sesuatu sebagai ayat-ayat-Nya maka ini berarti bahwa manusia didorong untuk menggunakan proses mental yang tertentu yang tidak berorientasi semata-mata kepada obyek, hal-hal atau data. Sebaliknya, dalam Al Quran, dijelaskan kepada kita bahwa kita harus memahami segala sesuatu bukan semata-mata tentang obyeknya, melainkan juga apa-apa yang dapat diterangkannya (red: diterangkan oleh obyek itu) mengenai sesuatu di luar dirinya (red: sesuatu yang di luar dari obyek itu atau sesuatu yang bukan merupakan obyek itu). Segala sesuatu itu seperti ibarat, merupakan perumpamaan dan simbol-simbol &#8230;&#8230; jadi ketika seseorang memahami yang tampak atau yang terdefinisikan maka ia seharusnya juga memahami yang tidak tampak atau yang tidak terdefinisikan.  </p>
	<p align="left"><font color="#cccc00">[ Source: The Tao of Islam, page 23-26, Sachiko Murata, dengan sedikit perubahan redaksional. Kalau berminat bisa membaca secara online <a title="Amazone Online reading" target="_blank" href="http://berandasuluk.blogsome.com/go.php?http://www.amazon.com/gp/reader/0791409147/ref=sib_dp_pt#">disini</a> ]</font><br />    &nbsp;</p>
	<p align="left"><strong><font color="#ff9900">   HUBUNGAN MIKROKOSMOS DENGAN MAKROKOSMOS</font></strong></p>
	<p align="left">  Di kaki-kaki segitiga, mikrokosmos berhadapan dengan makrokosmos, artinya setiap kita harus menempatkan diri sebagai mikrokosmos terhadap semua makhluk lain di luar diri kita. Tidak sepantasnya dan sangat tidak layak bagi kita untuk menempatkan diri sebagai makrokosmos ketika berhadapan dengan semua makhluk lain yang selain dari diri kita. Ketika berhadapan dengan makrokosmos maka setiap dari kita sedang berhadapan dengan kehendak-kehendak-Nya yang ditetapkan-Nya melalui makrokosmos. Segala yang terjadi di makrokosmos adalah atas ijin-Nya, tidaklah sesuatu akan terjadi kecuali atas ijin-Nya dan tidak pula sesuatu akan terjadi kecuali atas sepengetahuan-Nya.  </p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p>QS.[64]:11 &#8230;. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada qalbnya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.  </p>
	<p>QS.[6]:59 &#8230;. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)&quot; </p>
	<p>Dari Anas ra., telah bersabda Rasulullah SAW:<br />    &quot;Aku takjub terhadap orang mu&#8217;min, sesungguhnya Allah SWT tidak menetapkan satu perkara pun baginya kecuali itu sesuatu yang baik baginya&quot;<br />    [HR. Ibnu Hibban]</p>
    </blockquote>
    </div>
	<p align="left">&nbsp;</p>
	<p align="left"><strong><font color="#ff9900">KEHIDUPAN DUNIA</font></strong></p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p>QS.[57]:20 &#8230; Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.&rdquo;  </p>
	<p>QS.[11]:7 &#8230; Dan Dia-lah yang menciptakan petala-langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya [<em>ahsanu amalan</em>], &#8230;&#8230;  </p>
	<div align="left">  QS.[18]:7 &#8230; Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya,  agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya [<em>ahsanu amalan</em>].&nbsp;</div>
</blockquote>
     </div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<p align="left"><strong><font color="#ff9900">PENUTUP</font></strong></p>
	<p align="left">Oase di antara dua padang pasir itu bukan hanya menyediakan pohon kurma dan mata air saja, melainkan ia adalah dunia kehidupan yang disitu tersedia berbagai macam hal, dari mulai hal-hal yang bisa melalaikan diri kita kepada Allah Ta&rsquo;ala sampai kepada hal-hal yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah Ta&rsquo;ala. </p>
	<p align="left">Demikianlah rentang batas dunia itu &#8230;  </p>
	<p align="left">      </p>
	<p align="left"><font color="#999900">[1] lihat juga posting yang lalu tentang: Bersabarlah dan jadilah pemaaf &#8230;</font>  </p>
	<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 2001, 2003, 14/04/2007, 10/11/2008 &hellip;.. Wallaahu `alam bi-sh-showab</font> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/11/10/segitiga-realitas/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Jualan monyet ala wallstreet &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/18/jualan-monyet-ala-wallstreet/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/18/jualan-monyet-ala-wallstreet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 06:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>ANEKDOT</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/18/jualan-monyet-ala-wallstreet/</guid>
		<description><![CDATA[	Ada sebuah kisah pendek yang saya dapati di mailbox, kiriman dari seorang kawan. Saya duga orang membuat anekdot ini akibat krisis yang sedang melanda negeri Barat yang saya tidak tahu persis persoalannya karena memang bukan bidang saya. Saya coba terjemahkan.   
	

WELCOME TO WALL STREET
	Suatu hari di sebuah perkampungan kecil di India [ penerj: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Ada sebuah kisah pendek yang saya dapati di mailbox, kiriman dari seorang kawan. Saya duga orang membuat anekdot ini akibat krisis yang sedang melanda negeri Barat yang saya tidak tahu persis persoalannya karena memang bukan bidang saya. Saya coba terjemahkan.   </p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p><strong><font color="#ff9900">WELCOME TO WALL STREET</font></strong></p>
	<p>Suatu hari di sebuah perkampungan kecil di India [ penerj: kenapa India yang dipilih ya, bukannya Nepal atau Pakistan begitu atau sekalian saja Dukuh Pamingit yang di dekat Banyubiru ], seorang lelaki menawarkan kepada para penduduk setempat bahwa ia akan membayar 10 dollar untuk setiap monyet yang diserahkan kepadanya.  Para penduduk yang tahu bahwa di hutan banyak terdapat monyet segera menuju hutan untuk menangkapi monyet-monyet itu.  Lelaki itu akhirnya mendapatkan ratusan monyet dari penduduk setempat dan kemudian membayar sesuai janjinya.</p>
	<p>Namun sesaat kemudian jumlah monyet yang berhasil dikumpulkan penduduk menjadi semakin berkurang dan lelaki itu menawarkan kembali dengan 20 dollar per monyet.</p>
	<p>Tawaran ini kemudian membangkitkan kembali semangat penduduk dan mereka berbondong-bondong lagi ke hutan untuk menangkapi monyet-monyet.</p>
	<p>Segera kemudian jumlah monyet yang bisa diperoleh penduduk semakin sedikit dan lelaki itupun kemudian menaikkan tawarannya menjadi 25 dollar per monyet sampai akhirnya tidak seekor monyetpun yang masih kelihatan di hutan itu.</p>
	<p>Lelaki itu kemudian menawarkan bahwa sekarang ia mau membayar 50 dollar per monyet. Akan tetapi ia akan pergi dahulu ke kota dan sementara ia pergi asistennya yang akan mengurusi pembelian monyet-monyet itu.  </p>
	<p><font color="#cc9900">Ketika lelaki itu pergi, asistennya mengatakan kepada penduduk, &ldquo;Lihatlah monyet-monyet di kandang besar itu. Aku akan menjualnya kepada kalian dengan harga 35 dollar per monyet dan nanti kalau atasanku kembali dari kota maka kalian bisa menjual kembali kepadanya dengan harga 50 dollar per monyet.&rdquo;</font></p>
	<p>Para penduduk segera memeras uang simpanan mereka [penerj: kalau perlu ngutang deh] dan kemudian membeli monyet-monyet itu semuanya.  Sejak itu,  mereka tidak pernah melihat lelaki itu maupun asistennya lagi &#8230;  hanya monyet yang kelihatan dimana-mana.</p>
 </blockquote>
 </div>
	<p align="left"> Itulah kalau hewan yang namanya monyet yang sebenarnya bukan milik penduduk disitu dianggap sebagai komoditas alias barang dagangan. Bukankah yang dibayar oleh si lelaki pengusaha itu adalah &ldquo;<strong>ongkos menangkap monyet</strong>&rdquo; dan bukan &ldquo;<strong>harga si monyet</strong>&rdquo;.  </p>
	<p align="left"><font color="#cc9900">Memang manusia sering terpedaya oleh anggapan dan kesimpulan yang dibuat oleh pikirannya sendiri &#8230;. kita [setidaknya saya] masih begitu juga kan..  </font></p>
<font color="#cc9900"> </font><br />
<p align="left"><font color="#cc9900"></font><font color="#999900">Bandung - 18/10/2008 &#8230;&#8230;</font></p>
<font color="#cc9900"> </font>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/18/jualan-monyet-ala-wallstreet/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar dan jadilah pemaaf &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/01/sabar-dan-jadilah-pemaaf/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/01/sabar-dan-jadilah-pemaaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 18:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KAJIAN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/01/sabar-dan-jadilah-pemaaf/</guid>
		<description><![CDATA[	MENGAPA HARUS BEGITU ?
	    
	Kalau kita ditanya mengapa harus sabar dan mengapa harus jadi pemaaf maka kita harus punya jawaban yang betul-betul kuat dan tertanam dalam-dalam di diri kita. Kalau tidak, akan selamanya kita terombang-ambing dalam deru dan badai kehidupan ini. Bukankah kedua sikap tersebut di atas dalam kegiatan bisnis kantoran [mu&rsquo;amalah] [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal"><strong><font color="#cc9900">MENGAPA HARUS BEGITU ?</font></strong></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kalau kita ditanya mengapa harus sabar dan mengapa harus jadi pemaaf maka kita harus punya jawaban yang betul-betul kuat dan tertanam dalam-dalam di diri kita. Kalau tidak, akan selamanya kita terombang-ambing dalam deru dan badai kehidupan ini. Bukankah kedua sikap tersebut di atas dalam kegiatan bisnis kantoran [<em>mu&rsquo;amalah</em>] adalah sebuah sikap yang diserupakan dengan sikap yang lemah.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kalau begitu, kenapa harus menjadi sabar dan pemaaf ?</p>
<a id="more-68"></a><br />
<div align="left">        </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">QS.[16]:127 &#8230;.. Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah [text arabic: &#8230; <em>illa billaah</em>]&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br /> QS.[7]:199 &#8230;.. Jadilah engkau pema&#8217;af &#8230;&#8230;</p></blockquote>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sabar dan menjadi pemaaf adalah sebuah perintah ! Itulah dasar mengapa harus menjadi orang yang sabar dan pemaaf. Menjalankan perintah-Nya adalah bentuk ketaatan kepada-Nya, sebuah pengabdian kepada-Nya, yang adalah representasi dari tindakan berpegang teguh kepada agama Allah.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Pertanyaannya, apakah kita memang termasuk orang-orang yang sabar [<em>Ash-Shoobiriin</em>] sehingga kita layak untuk disertai oleh Allah.</p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">QS.[2]:139 &#8230;.. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta dengan Ash-Shoobiriin [orang-orang yang sabar]<br /> QS.[11]:11 &#8230;.. kecuali orang-orang yang sabar dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.</p></blockquote>
	<div align="left"><strong><font color="#cc9900">KONSEP SEGITIGA KEHIDUPAN</font></strong>    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sebelum membahas lebih lanjut tentang hal-hal di atas, sebaiknya kita lengkapi diri kita dengan sebuah pengetahuan tentang semesta alam ini, termasuk diri kita yang berada di dalamnya, dan hubungannya dengan Allah Ta&rsquo;ala Yang Menciptakannya.</p>
	<div align="left">    </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dalam buku The Tao of Islam, Sachiko Murata, dalam bukunya The Tao of Islam menjelaskan bahwa dalam sebagian besar teks-teks Islam, ada <strong>tiga realitas dasar</strong> yang selalu dipegang: <strong>Allah Ta&rsquo;ala</strong>, <strong>kosmos atau makrokosmos</strong> [semesta alam besar], dan <strong>manusia atau mikrokosmos</strong> [semesta alam kecil]. Bila disederhanakan dalam sebuah bagan atau diagram maka akan terjadi bentuk segitiga sama kaki. Dan yang akan menjadi sangat menakjubkan adalah hubungan yang terjalin antara ketiga titik sudut segitiga tersebut. Dan disebutnya segitiga tersebut sebagai Segi-3 Realitas.  </p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dalam segitiga itu ia menggambarkan Sang Maha Pencipta yang adalah Realitas Yang Mutlak [Yang Maha Ada, Yang Maha Wujud] di puncak segitiga dan kedua kaki segitiga itu adalah realitas-realitas ciptaan atau yang disebutnya sebagai realitas derivatif. Disebut sebagai derivatif karena kosmos maupun mikrokosmos adalah segala sesuatu yang mewujud karena diberi-Nya pakaian wujud untuk suatu rentang waktu tertentu sampai ajal dari si makhluk sesuai yang ditetapkan oleh Allah Ta&rsquo;ala.  </p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kaki yang satu dari segitiga itu adalah diri manusia atau mikrokosmos dalam kedudukannya yang &ldquo;seorang diri&rdquo; atau &ldquo;dirinya sendiri berhadapan dengan kaki segitiga yang satu lagi yang adalah makrokosmos, yakni segala makhluk ciptaan Allah Ta&rsquo;ala, yang selain dari dirinya sendiri.  </p>
	<div align="left">  [Jeda: bila sahabat pembaca ingin tahu lebih banyak, saya persilahkan membaca sendiri buku tersebut, pembahasan yang serupa juga ada dalam bukunya Williams S. Chitticks, Sufi Path of Knowledge. Edisi terjemahan kedua buku itu sudah diedarkan di toko-toko buku sejak beberapa tahun yang lalu. Bila ada waktu, Insya Allah saya akan kutipkan beberapa segmen dari buku tersebut yang membahas tentang hal di atas dan segera setelah selesai akan saya postingkan <a title="The Tao of Islam part 1" target="_blank" href="http://berandasuluk.blogsome.com/go.php?http://www.scribd.com/about">disini</a> &ndash; di Scribd dalam format pdf. ] </div>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Lalu mengapa semesta alam harus diciptakan sebesar ini kalau hanya untuk memenuhi kehidupan segelintir makhluk-Nya, yang namanya manusia, yang bertempat tinggal di muka bumi ini ?</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Saya tidak tahu banyak tentang hal itu, biar akhlinya saja yang akan menjawabnya. Sementara ini saya mencukupkan diri saya dengan penjelasan-Nya berikut ini,</p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">QS.[18]:7 &#8230;.. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya [<em>ahsanu amalan</em>].<br /> QS.[11]:7 &#8230;.. Dan Dia-lah yang menciptakan petala-langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya [<em>ahsanu amalan</em>], &#8230;&#8230;</p></blockquote>
	<div align="left"><strong><font color="#cc9900">SABAR TERHADAP APA ?</font></strong>    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sebagaimana dalam kitabnya, At Tirmidzi menjelaskan bahwa tidak berkeluh kesah, dalam pengertian menerima sepenuhnya ketetapan Allah Ta&rsquo;ala bagi dirinya, artinya terhadap apa-apa yang Allah Ta&rsquo;ala hadirkan kepadanya melalui semesta alam ini di dalam kehidupannya sehari-hari, adalah kesabaran. </p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">QS.[76]:24 &#8230;.. Maka bersabarlah terhadap ketetapan Rabbmu dan janganlah kamu ikuti kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.</p></blockquote>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kisah Nabi Khidir as. dan Nabi Musa as. adalah sebuah penjelasan tentang persoalan hubungan antara sabar dengan ilmu. Kedua Nabi Allah tersebut diperintahkan Allah Ta&rsquo;ala untuk memainkan peranan yang dari peran mereka yang Allah Ta&rsquo;ala rekam dalam Al Quran menjadikan kita bisa melihat dengan jelas bahwasanya untuk bisa bersabar membutuhkan ilmu-pengetahuan.</p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><strong><font color="#cc9900">BAGAIMANA BISA BERSABAR ?</font></strong></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Ya, bagaimana bisa bersabar kalau ketetapan-ketetapan atau hukum-hukum Allah Ta&rsquo;ala tidak dikenali. Kalau tidak mengenali hal-hal itu tentunya akan terjadi keluh kesah yang berkepanjangan terhadap hal-hal yang terjadi pada diri kita.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kalau begitu, maka agar bisa bersabar diperlukan ilmu atau pengetahuan. Pengetahuan yang bagaimana ?</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh seorang sahabat tentang amal, ada beberapa jawaban yang Rasulullah Saw. berikan [sepertinya bergantung kepada tingkatan pengetahuan dan keadaan diri dari si penanya], yang dalam konteks bahasan kita ini adalah jawaban Beliau Saw. yang berikut ini :</p>
	<div align="left">          </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">Sekali peristiwa datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan: &rdquo;Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?&rdquo; Jawab Rasulullah Saw.: &ldquo;Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! &rdquo;<br /> Sahabat itu bertanya pula &ldquo;Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?&rdquo;. Jawab Nabi Saw.: &rdquo;Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta&rsquo;ala ! &rdquo;<br /> Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi &ldquo;Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !&rdquo;<br /> Jawab Nabi Saw. pula &ldquo;Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah&rdquo;.<br /> <font color="#999900">[HR. Ibnu Abdil Birr dari Anas]<br /> [keterangan: kejahilan disebabkan ketiadaan ilmu pengetahuan]</font></p></blockquote>
	<div align="left">      </div>
	<div align="left">      </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><strong><font color="#cc9900">PENUTUP</font></strong></p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sejauh ini, yang saya mengerti adalah untuk bisa bersabar dalam tingkatan sabar yang manapun, diperlukan ilmu pengetahuan tentang Allah Ta&rsquo;ala sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw pada hadis di atas. Dan saya cukupkan perhari ini bagi diri saya sendiri pengetahuan saya tentang hal itu. </p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Mudah-mudahan Allah Ta&rsquo;ala tambahkan pengetahuan bagi saya dan sahabat pembaca sekalian di hari-hari mendatang.</p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">QS.[22]:46.&nbsp; Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai qulub yang dengannya mereka ber&#8217;aql [dalam terjemah ditulis: mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, text arabicnya: <em>fatakuuna lahum quluubun-ya`qiluna bihaa</em>] mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah qulub yang di dalam shudur [dalam terjemah ditulis: hati yang ada di dalam dada, dari text arabicnya: <em>qulubu-latii fii-sh-shudur</em>].</p></blockquote>
	<div align="left"><font color="#999900">Bandung - 1 Syawal 1429 H &#8230;&#8230;&#8230; Wallaahu `alam bi-sh-showab</font>  </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/10/01/sabar-dan-jadilah-pemaaf/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kalkulus 2 variabel &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/30/kalkulus-2-variabel/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/30/kalkulus-2-variabel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>ANEKDOT</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/30/kalkulus-2-variabel/</guid>
		<description><![CDATA[	KISAH 1001 MALAM, ABUNAWAS sang Penggeli Hati &ndash; MB Rahimsyah  
	Sahabat, tentunya ada diantara sahabat pembaca yang masih ingat kalkulus sederhana tentang persamaan dengan 2 variabel. Nah kisah Abu Nawas di bawah ini adalah mengenai hal itu, ada dua orang dan ada dua pilihan arah.  
	MEMILIH JALAN
	Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left"><font color="#cc9900">KISAH 1001 MALAM, ABUNAWAS sang Penggeli Hati &ndash; MB Rahimsyah</font>  </p>
	<p align="left">Sahabat, tentunya ada diantara sahabat pembaca yang masih ingat kalkulus sederhana tentang persamaan dengan 2 variabel. Nah kisah Abu Nawas di bawah ini adalah mengenai hal itu, ada dua orang dan ada dua pilihan arah.  </p>
	<p align="left"><font color="#cc9900"><strong>MEMILIH JALAN</strong></font></p>
	<p align="left">Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta dan Abu Nawas tidak keberatan.   </p>
<a id="more-67"></a><br />
<p align="left">Mereka berangkat dengan mengendarai keledai masing-masing sambil bersendaugurau. Tak terasa mereka telah menempuh hampir separuh perjalanan. Kini mereka tiba di simpang tiga yang jauh dari perumahan penduduk. Mereka berhenti karena mereka ragu-ragu.</p>
	<p align="left"> Setahu mereka kedua jalan itu memang menuju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju adalah hutan wisata. Bukan hutan yang dihuni binatang-binatang buas yang justru akan membahayakan mereka.  </p>
	<p align="left">Abu Nawas hanya bisa menyarankan untuk tidak meneruskan perjalanan karena bila salah pilih maka mereka semua tak akan pernah bisa kembali. Bukankah lebih bijaksana bila kita meninggalkan sesuatu yang meragukan?   </p>
	<p align="left">Tetapi salah seorang dari mereka tiba-tiba berkata, &quot;Aku mengenal dua orang yang tinggal dekat semak-semak sebelah sana. Mereka adalah saudara kembar. Tak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena rupa mereka begitu mirip. Yang satu selalu berkata jujur sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja.&quot;  &quot;Apakah engkau mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benar ?&quot; tanya Abu Nawas. &quot;Tidak.&quot; jawab kawan Abu Nawas singkat.  &quot;Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak.&quot; usul Abu Nawas.</p>
	<p align="left">Abu Nawas makan daging dengan madu bersama kawan-kawannya. Seusai makan mereka berangkat menuju ke rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara.   </p>
	<p align="left">Setelah pintu dibuka, maka keluarlah salah seorang dari dua orang kembar bersaudara itu. &quot;Maaf, aku sangat sibuk hari ini. Engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja. Tidak boleh lebih.&quot; katanya. Kemudian Abu Nawas menghampiri orang itu dan berbisik. Orang itu pun juga menjawab dengan cara berbisik pula kepada Abu Nawas. Abu Nawas mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri. </p>
	<p align="left">&quot;Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan.&quot; kata Abu Nawas mantap kepada kawan-kawannya. &quot;Bagaimana kau bisa memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan ? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?&quot; tanya salah seorang dari mereka.  &quot;Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri.&quot; kata Abu Nawas.   </p>
	<p align="left">Karena teman-temannya masih belum mengerti juga, maka Abu Nawas menjelaskan. </p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p>&quot;Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?&quot; Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara Kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berkata benar.</p>
 </blockquote>
 </div>
	<p align="left"><font color="#cccc00">[sumber : Kisah 1001 Malam Abunawas Sang Penggeli Hati &ndash; MB Rahimsyah, disunting oleh wiwin.wr]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/30/kalkulus-2-variabel/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Nasruddin mencari kunci &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/19/nasruddin-mencari-kunci/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/19/nasruddin-mencari-kunci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 20:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>ANEKDOT</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/19/nasruddin-mencari-kunci/</guid>
		<description><![CDATA[	Dari kisah Mulla Nashrudiin ini banyak manfaat yang bisa diambil, silahkan mencermatinya dan memilih pengertiannya sesuai dengan keadaan kehidupan sahabat-sahabat pembaca sendiri agar kisah ini menjadi bermanfaat bagi kehidupan sahabat pembaca. Biarkan saja orang lain menafsirkannya sesuai dengan keadaan mereka masing-masing&#8230;
	

Suatu malam seseorang mendapati Nasruddin Hoja tengah sibuk mencari-cari sesuatu di halaman rumahnya, di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Dari kisah Mulla Nashrudiin ini banyak manfaat yang bisa diambil, silahkan mencermatinya dan memilih pengertiannya sesuai dengan keadaan kehidupan sahabat-sahabat pembaca sendiri agar kisah ini menjadi bermanfaat bagi kehidupan sahabat pembaca. Biarkan saja orang lain menafsirkannya sesuai dengan keadaan mereka masing-masing&#8230;</p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p><font color="#ffcc66">Suatu malam seseorang mendapati Nasruddin Hoja tengah sibuk mencari-cari sesuatu di halaman rumahnya, di bawah  sebuah tiang  lampu.</font></p>
	<p><font color="#ffcc66">Kawan ini bertanya, &quot;Sedang mengapa engkau, Nasruddin.&quot;<br />Nasruddin menjawab,  &quot;Aku sedang mencari  kunciku yang hilang.&quot; </font></p>
	<p><font color="#ffcc66">Kawan itu pun segera ikut sibuk mencari kunci, membantu Nasruddin&#8230;&#8230; namun &#8230; kunci tersebut tidak kunjung ditemukan.</font></p>
	<p><font color="#ffcc66"> Kawan itu bertanya lagi, &quot;Memangnya kunci itu tadi hilang dimana?&quot;<br />Sambil terus mencari, Nasruddin menjawab, &quot;Di sana, di dalam gudang di bawah tanah,&quot; katanya sambil menunjuk ke arah rumahnya. </font></p>
	<p><font color="#ffcc66">Merasa kesal, sang kawan yang merasa sudah berbaik hati itu bertanya, &quot;Jika hilangnya di dalam gudang rumahmu, lalu mengapa kita mencarinya di sini?&quot;  </font></p>
	<p><font color="#ffcc66">Nasruddin menjawab, &quot;Di dalam gudang sana gelap; bukankah kita hanya bisa mencari di tempat yang terang ?&quot;</font></p>
</blockquote>
</div>
	<p align="left">
	<p align="left" class="MsoNormal">Demikianlah Nasruddin dan kawannya mencontohkan laku manusia yang &quot;mencari sesuatu&quot; di &quot;suatu tempat&quot;, yang dianggap oleh pikirannya (sendiri) bahwa ia bisa menemukannya di tempat itu, hanya karena &quot;prasyarat untuk mencari&quot; dianggap sudah terpenuhi. </p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Padahal yang dicarinya belum tentu ada di tempat itu atau bahkan bisa dipastikan tidak berada di tempat itu.. seperti <font color="#ffffcc">kawannya Nasruddin</font> yang percaya saja untuk mencari kunci di tempat dimana Nasruddin mencarinya. Sedangkan BAGI PEMBACA, sangat jelas bahwasanya <font color="#ffffcc">&quot;kunci yang dicari itu</font> <font color="#ffffcc">TIDAK BERADA DISITU&quot;</font> &#8230;.</p>
	<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 17/07/2008 [Mulla Nashruddiin stories]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/19/nasruddin-mencari-kunci/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Puas-puasin diri makan es krim &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/11/puas-puasin-diri-waktu-muda-makan-es-krim-ice-cream/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/11/puas-puasin-diri-waktu-muda-makan-es-krim-ice-cream/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 16:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/11/puas-puasin-diri-waktu-muda-makan-es-krim-ice-cream/</guid>
		<description><![CDATA[	Kalau waktu muda seseorang mem-puas-puas-kan dirinya makan es-krim [ atau sebut saja apa lainnya ] &#8230;. apakah ada jaminan bahwa nanti di masa dewasanya atau masa tuanya ia dijamin TIDAK PINGIN makan es-krim lagi ?
	
 Whua.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha &#8230;.. haa haaaa haaaaaa-chiiiiessss &#8230; [ lho &#8230;. kenapa jadi bersin ] 
 
	Rasanya&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left"><img width="141" vspace="5" hspace="10" height="209" border="0" align="left" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/mambagolden.jpg" />Kalau waktu muda seseorang mem-puas-puas-kan dirinya makan es-krim [ atau sebut saja apa lainnya ] &#8230;. apakah ada jaminan bahwa nanti di masa dewasanya atau masa tuanya ia dijamin TIDAK PINGIN makan es-krim lagi ?</p>
	<div align="left">
<p><font color="#cc9900"> Whua.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha &#8230;.. haa haaaa haaaaaa-chiiiiessss &#8230; [ lho &#8230;. kenapa jadi bersin ]</font> </p>
 </div>
	<p align="left">Rasanya&#8230; soal puas atau tidak puas itu adalah perkara hawa nafsu kan ya &#8230; jadi selama hawa nafsu masih bergelora maka selama itu pula manusia tidak pernah puas. Dan hawa nafsu itu bagaikan seekor ular, ia hanya tidur dan saat ia tidur kita sering terlena karena menganggapnya sudah jinak&#8230;. tetapi WASPADALAH, saat ia bangun maka ia siap menerkam.</p>
	<p align="left">Mari kita simak berikut ini :</p>
	<blockquote><p align="left"><font color="#ffcc00">Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya An-Nafsi [dalam terjemahan ditulis sebagai: nafsu] itu  selalu menyuruh kepada keburukan [as-suu&#8217;i, dalam terjemahan ditulis: kejahatan], kecuali An-Nafsi [dalam terjemahan ditulis: nafsu] yang diberi rahmat (yang sudah dirahmati) oleh Rabbku.  Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS.[12]:53</font> </p></blockquote>
	<p align="left">Seorang sahabat menerangkan kepada saya, bagaimana seandainya ular itu dipotong-potong kemudian disambung kembali tetapi dengan susunan yang berbeda, ekornya di depan, kepalanya di belakang dan badannya di putar dengan tetap di tengah &#8230;.. Ketika &quot;si ular&quot; bangun maka gerakannya menggeliat-geliat maju mundur &#8230;. dan ketika itu kita bisa merasakan &quot;aktifitas si ular&quot; dan dari itu kita bisa mewaspadai terkamannya &#8230;.. </p>
	<p align="left">Ah&#8230;. seandainya saja kita bisa melakukannya. </p>
	<p align="left">Sepertinya kita bisa lho &#8230;.. yang kita perlukan hanya mencobanya sambil memohon agar Allah Ta&#8217;ala merahmati kita.</p>
	<blockquote><p align="left"><strong><font color="#ff9900">Kenali dulu si ular dalam dirimu &#8230; !</font></strong></p></blockquote>
	<p align="left"><font color="#999900">Es krim hanyalah perumpamaan, di realita kehidupan &#8230; banyak yang lainnya.<br /> Hiiiii awas diterkam ular &#8230; Sekian dulu ya 11/09/2008.</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/11/puas-puasin-diri-waktu-muda-makan-es-krim-ice-cream/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Yang muda yang tidak dipercaya &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/04/yang-muda-yang-tidak-dipercaya/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/04/yang-muda-yang-tidak-dipercaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 11:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>MANAJEMEN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/04/yang-muda-yang-tidak-dipercaya/</guid>
		<description><![CDATA[	Di tahun-tahun pertama saya bekerja, oleh sebab berbagai tekanan yang saya alami karena kemudaan usia saya maka salah satu dan sepertinya menjadi yang utama dari keinginan saya adalah memiliki uban di kepala agar orang-orang tua, yang sudah pada ubanan itu, mau mendengarkan apa-apa yang saya presentasikan [ situasi yang sama seperti yang di iklan TV [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Di tahun-tahun pertama saya bekerja, oleh sebab berbagai tekanan yang saya alami karena kemudaan usia saya maka salah satu dan sepertinya menjadi yang utama dari keinginan saya adalah memiliki uban di kepala agar orang-orang tua, yang sudah pada ubanan itu, mau mendengarkan apa-apa yang saya presentasikan [ situasi yang sama seperti yang di iklan TV itu lho &#8230; ]</p>
	<div align="left">    </div>
<a id="more-64"></a><br />
<p align="left">Suatu ketika dalam sebuah rapat besar yang melibatkan banyak pihak, kami dipersalahkan oleh pak pimpro karena mendesain sistem dengan mesin yang menggunakan teknologi mutakhir, yang mengakibatkan divisi pemeliharaan di perusahaannya kesulitan melakukan perawatan. Karena semua diam saja, termasuk para bos-bos, yang sudah pada ubanan itu, maka saya memberanikan diri untuk berkata [tepatnya berteriak karena ruangannya besar sekali], </p>
	<p align="left">&quot;Pak Yuw&#8230; boleh saya bicara ?&quot; Jawabnya, &ldquo;Ya silahkan, sepertinya kamu dari tadi sudah muntup-muntup mau bicara&rdquo;&#8230; &ldquo;Pak, sebagai contoh, apakah tepat kalau saat ini kita beli misalnya mobil dengan teknologi pengapian pakai platina sedangkan semua mobil sudah pakai pengapian CDI. Tentunya tidak tepat sebuah pabrik teknologi canggih harus memasang mesin pendukungnya dari jenis teknologi kuno. Sesederhana itu persoalannya pak.&rdquo; </p>
	<div align="left">        </div>
	<div align="left">Dan apa yang terjadi &#8230;. yang semula kami sebagai perencana yang disalahkan oleh pimpro sekarang ganti divisi pemeliharaannya sendiri yang disalahkan&#8230;.. Ah sepertinya harus selalu tersedia kambing yang bulunya berwarna hitam.</div>
	<div align="left">&nbsp;</div>
	<p><font color="#cc9933"><strong>INTERMEZZO &#8230;</strong></font></p>
	<p align="left"><font color="#cc9933"><img width="472" height="354" border="0" align="absmiddle" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/8tipstoavoidbeingaprojectmanagementscapegoat.jpg" /></font> </p>
	<blockquote><p><font color="#cccc66">KETERLALUAN, keterlaluan ya poster di atas itu,</font><br /><font color="#cccc66"> masa kambing putih dibilang kambing hitam</font><br /><font color="#cccc66"> kambing hitam ternyata tidak perlu berbulu hitam,</font><br /><font color="#cccc66"> yang penting dia cuma kambing &#8230;.&nbsp;</font></p></blockquote>
	<blockquote><div align="left"> </div>
	<p align="left"><font color="#cccc66">YANG LEBIH KETERLALUAN LAGI,<br /> Katanya, kalau mau sukses, harus selalu punya KAMBING HITAM.</p>
	<p> PADAHAL, sahabat saya yang juragan kambing hitam &#8230;<br /> walaupun kambing piaraannya semuanya berbulu hitam<br /> tetap saja &#8230;.. ia dari dulu begitu dan begitu lagi,<br /> sukses enggak, enggak sukses juga enggak &#8230;.</font></p></blockquote>
	<blockquote><p><font color="#ccccff">eh ngomong-ngomong, sukses ukurannya apa sih ?&nbsp;</font></p></blockquote>
	<p>&#8230;&#8230;</p>
	<p align="left">Sejak itu para bos, antara lain pimpro yang sudah ubanan itu, mau sedikit demi sedikit mendengarkan apa yang saya presentasikan. Karena pada kenyataannya, mempresentasikan sesuatu hal, bisa dilakukan oleh orang muda maupun oleh orang yang sudah ubanan, dengan syarat yang sangat-sangat sederhana yakni si presenter mengerti persoalannya.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left">Ada sebuah kisah, saya peroleh dari milis,</p>
	</p>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc99">Suatu ketika Raja Spanyol mengirim seorang pemuda yang bijaksana untuk mengunjungi negeri tetangga. Sang Raja negeri tetangga menerima pemuda tersebut dengan sindiran, &quot;Apakah kerajaan Spanyol telah kehabisan orang sehingga mereka memutuskan untuk mengirim seorang duta yang belum tumbuh jenggotnya ?&quot; </p>
	<p>  Duta muda itu menjawab, &quot;Yang Mulia, jika Raja saya tahu bahwa Anda<br />  menilai kebijaksanaan melalui jenggot, dia pasti akan mengirim seekor<br />  kambing kepada Anda.&quot; </font> </p>
	<p>  <font color="#cccc00">- Brian Cavanaugh &quot;Sower&#8217;s Seeds Aplenty&quot;</font></p></blockquote>
	<p class="MsoNormal"></p>
	<div align="left"> <font color="#cccc99"><strike>Ha ha ha</strike> &#8230;. <strike>rasain lo</strike></font>.&nbsp; Memang manusia sering terpedaya oleh ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh pikirannya sendiri.<strike> </strike></div>
	<p><font color="#999900">Bandung - 03/09/2008 &#8230;&#8230;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/04/yang-muda-yang-tidak-dipercaya/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah, seperti apakah dia &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/02/tentang-hikmah-seperti-apa-dia/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/02/tentang-hikmah-seperti-apa-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 10:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KAJIAN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/02/tentang-hikmah-seperti-apa-dia/</guid>
		<description><![CDATA[	Sekadar pengingat saja, bahwa Al Ghazali dalam kitabnya Syarh Ajaibu-l-Qulub&#8230;. [terjemahannya: Keajaiban-keajaiban Hati] menuliskan:
	manusia adalah makhluk yang bisa mewadahi &quot;ilmu&quot; dan &quot;hikmah&quot; 
	Bisakah kita artikan bahwa seandainya ada seseorang yang tidak atau belum menjadi wadah &quot;ilmu dan hikmah&quot; maka seseorang itu belum menjadi manusia. Kalau belum menjadi manusia lalu menjadi apa ? Apakah masih berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">Sekadar pengingat saja, bahwa Al Ghazali dalam kitabnya <em>Syarh </em><em>Ajaibu-l-Qulub&#8230;.</em> [terjemahannya: Keajaiban-keajaiban Hati] menuliskan:</p>
	<blockquote><p class="MsoNormal"><font color="#ffcc00">manusia adalah makhluk yang bisa mewadahi &quot;ilmu&quot; dan &quot;hikmah&quot;</font> </p></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal"><strong><img width="184" hspace="12" height="146" border="0" align="left" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/singa.jpg" />Bisakah kita artikan</strong> bahwa seandainya ada seseorang yang tidak atau belum menjadi wadah &quot;ilmu dan hikmah&quot; maka seseorang itu belum menjadi manusia. Kalau belum menjadi manusia lalu menjadi apa ? Apakah<strong> </strong>masih berada di bawah tingkatan manusia, yakni tingkatan hewan atau dibawahnya lagi adalah tingkatan tumbuhan dan yang lebih rendah lagi adalah tingkatan mineral&#8230;.. ? Waah.. kalau betul artinya seperti itu GAWAT nih ! </p>
	<div align="left">      </div>
<a id="more-63"></a><br />
<blockquote>
<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ffff99"><strong>[ Ah masa iya begitu, apa bisa ada sesuatu yang berwujud manusia tetapi ia bukanlah seorang manusia ? Mengartikannya yang bener dong &#8230; ! ]</strong></font></p>
	<div align="left">      </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#99cc99">Mari kita jawab saja dalam diri kita masing-masing, tidak usah kita perdebatkan. Untuk koreksi DIRI KITA SENDIRI PRIBADI &#8230; BUKAN UNTUK MENGKOREKSI ORANG LAIN.&quot;</font></p></blockquote>
	<div align="left">      </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Nah, ini ada sabda Rasulullah Saw. tentang &quot;hikmah&quot;, kalau ingin bisa mewadahi &quot;hikmah&quot; tentunya mencermati hal-hal seperti yang Beliau Saw. ungkapkan menjadi sebuah keharusan:</p>
	<blockquote><p class="MsoNormal"><font color="#ffcc00">Bahwasanya hikmah datang dari langit, turun ke dalam qalb manusia kecuali qalb yang di dalamnya terdapat 4 (empat) perangai :</font></p>
	<ol>
<li><font color="#ffcc00">Qalb yang mendukakan masa depan.</font></li>
	<li><font color="#ffcc00">Qalb yang cenderung kepada dunia.</font></li>
	<li><font color="#ffcc00">Qalb yang mengharapkan kehormatan dari makhluk lain.</font></li>
	<li><font color="#ffcc00">Qalb yang mendengki saudaranya sendiri.</font> </li>
 </ol></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><strong>Bagaimana sih maksudnya &#8230;.. ?</strong></p>
	<div align="left">      </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">
	<p align="left" class="MsoNormal">Mendukakan masa depan adalah sebuah kekhawatiran terhadap apa-apa yang akan terjadi nanti [bisa besok, bisa pula minggu depan atau tahun depan atau masa depan] biasanya berupa kekhawatiran tentang hal-hal yang menyangkut kebutuhan hidup, seperti misalnya biaya untuk makan atau lainnya. Tetapi jangan lupa bahwa kita bisa juga memberikan pendidikan kepada anak-anak kita berdasarkan kekhawatiran kita akan masa depan, misalnya kalau anak tidak masuk sekolah kedokteran maka bagaimana nanti masa tua kita kalau seandainya sakit-sakitan &#8230;. atau kalau anak kita tidak fasih berbahasa asing [misalnya bahasa Inggris atau bahasa lainnya] nanti bagaimana bisa bersaing dengan sebayanya dalam mencari pekerjaan &#8230;. atau kalau tidak punya deposito lalu kalau nanti pensiun mau hidup darimana &#8230;. Itu hanya sekadar contoh saja, masih banyak yang lainnya. Silahkan dicermati dan dirasakan sendiri&#8230;. dari mulai persoalan yang nyata [kasar] sampai yang paling halus.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Cenderung kepada dunia; kita mencari penghidupan tetapi tidak sepantasnya menjadi cenderung kepada hal-hal yang bersifat material [dari hal-hal yang sangat sederhana sampai ke yang luxurious] yang disediakan oleh dunia &#8230;. tidak perlu dijelaskan lagi, sahabat pembaca tentu sudah tahu maksudnya.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Mengharapkan kehormatan dari makhluk, tentunya yang paling kasar adalah gila-hormat dan saya yakin bahwa sahabat pembaca tidak seperti itu. Tetapi pernahkan terbit rasa tersinggung ketika satpam di tempat parkir lupa memberi ucapan selamat pagi &#8230; atau ketika satpam sambil melintangkan telapak tangannya ke dahinya dan mengucapkan, &ldquo;selamat-pagi pak&rdquo; maka kita menjawab dengan pendek, &ldquo;pagi&rdquo; &#8230; atau ketika petugas restoran memberi tahu, &ldquo;Pak atau Bu, martabaknya habis, pesan yang lain saja&rdquo; lalu kita berteriak dalam hati, &ldquo;gak sopan banget tuh orang, pakai maaf dong !&rdquo;. Atau hal-hal lain yang lebih halus daripada itu, silahkan direnungkan sendiri.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Mendengki saudara sendiri, dengan sigap kita bisa mengatakan mana mungkin mendengki adik atau kakak atau saudara sepupu sendiri.&nbsp; Lantas, siapakah sebenarnya &ldquo;saudara-saudara&rdquo; kita itu. Batas-batas persaudaraan itu sampai mana ya ? &#8230;.. Kita lihat saja ke Al Quran dan Hadis Rasulullah Saw. tentang persoalan siapa saja saudara kita itu. Kita juga barangkali perlu mengingat sabda Rasulullah Saw. bahwa dengki atau hasad itu membakar kebaikan atau hasanah seperti api memakan kayu yang kering atau sekam.</p>
	<p align="left" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p align="left" class="MsoNormal">
	<p class="MsoNormal"><strong>Lantas, hikmah itu apa dan seperti apa ?</strong></p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sebentar, ya &#8230;.. sepertinya hati saya masih berisi perkara-perkara yang 4 (empat) di atas. Apakah sahabat pembaca juga begitu ? Bilamana begitu maka sebaiknya kita men-sibuk-an diri membenahi hati kita agar tidak menyimpan perkara-perkara yang empat itu.</p>
	<p class="MsoNormal">Sejauh hari ini, saya cukupkan diri saya untuk mengetahui sebatas yang berikut ini :</p>
	<blockquote><p class="MsoNormal">QS.[2]:269.&nbsp; Allah menganugerahkan al-Hikmah [<em>dalam terjemahan ditulis dalam kurung: kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah</em>] kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya para pemilik lubbab [<em>uulu-l-albaab, dalam terjemah dituliskan: dan hanya orang-orang yang ber-akal</em>] yang dapat yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) [<em>text arabic-nya: yadzdzakkaru</em>].</p>
	<p class="MsoNormal">QS.[17]:39.&nbsp; Itulah sebagian al-Hikmah yang diwahyukan Rabbmu kepadamu dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).</p></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal">Ada yang mengatakan bahwa hikmah adalah sesuatu yang dengannya maka Al Quran dan As Sunnah [ayat-ayat Allah Ta&#8217;ala yang di Tuliskan-Nya di Kitab-Kitab-Nya yang Quraniyyah, Kauniyyah dan Insaaniyyah] akan menjadi terbukakan dalam arti terfahamkan.</p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung &ndash; 15/08/2008 &hellip;.. Wallaahu `alam bi-sh-showab</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/09/02/tentang-hikmah-seperti-apa-dia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sebab dan Akibat &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/24/sebab-akibat/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/24/sebab-akibat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 16:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/24/sebab-akibat/</guid>
		<description><![CDATA[	Ketika Allah SWT memberi &lsquo;Izrail as. tugas mencabut nyawa, sang Malaikat Maut itu berkata, &ldquo;Ya Rabbku, Engkau telah memberiku tugas yang sangat berat. Hamba-hamba-Mu akan membenciku karenanya.&rdquo; &nbsp;
 
    
	Akan tetapi Allah berfirman kepadanya, 
	    
	&ldquo;Wahai &lsquo;Izrail, Aku akan memberi hamba-Ku rasa sakit sedemikian rupa sehingga mereka mengira bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">Ketika Allah SWT memberi &lsquo;Izrail as. tugas mencabut nyawa, sang Malaikat Maut itu berkata, &ldquo;Ya Rabbku, Engkau telah memberiku tugas yang sangat berat. Hamba-hamba-Mu akan membenciku karenanya.&rdquo; &nbsp;</p>
 <a id="more-61"></a><br />
<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Akan tetapi Allah berfirman kepadanya, </p>
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">&ldquo;Wahai &lsquo;Izrail, Aku akan memberi hamba-Ku rasa sakit sedemikian rupa sehingga mereka mengira bahwa rasa sakit itulah, dan bukan engkau, yang bertanggung jawab atas kematian mereka. Aku akan membuat mereka lupa kepadamu.&rdquo;</p></blockquote>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Memang demikianlah sesungguhnya yang terjadi. Kita selalu saja mengatakan,</p>
	<div align="left">        </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">&ldquo;Ia mati karena serangan jantung &#8230;. &rdquo;<br />  &ldquo;Ia mati karena kanker &#8230;.. &rdquo;<br />  &ldquo;Ia mati karena ini dan itu &#8230;&#8230; &rdquo;</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ff9900">Sebenarnya, manusia mati karena dilahirkan. Sekiranya ia tidak pernah dilahirkan, ia pasti tidak akan pernah mati.</font></p></blockquote>
	<p align="left">
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">[sumber: The BIG SECRET, Mati dan Hidup setelah mati&#8230;&#8230;.. Irshad Wisdom of a Sufi Master Syaikh Mozaffer Ozak Al Jerrahi, Pustaka Hidayah 2008]</font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Misalnya ada seorang pembalap motor, sebut saja namanya Rossidi, beberapa musim dan seri balap ia kalah terus dan salah satu penyebabnya adalah ban motornya kurang sempurna untuknya. Lalu ia berikhtiyar mengganti ban motornya ke merk lain dan akhirnya ia menang lagi di beberapa sessi balapan. </p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kenapa ia kalah terus di beberapa musim dan sesi awal musim, tentunya karena ban motornya kurang sempurna, begitu bukan ? Ah masa iya &#8230; !</p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Bukankah mengganti ban motornya ke merk lain hanya sebuah tindakan ikhtiyari belaka, yang dilakukan seseorang sebagai sebuah &quot;sambutan&quot; terhadap anugerah yang Allah Ta&#8217;ala berikan kepadanya, berupa kepandaian fikiran jasadiyyah. Kalaupun kemudian ia menang balapan [&#8230; atau kalah &#8230;] maka itu terjadi karena kehendak Allah Ta&#8217;ala. </p>
	<p align="left">
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ff9900">Ya &#8230;.. kita selalu terjebak kepada &ldquo;fenomena&rdquo;, terjebak kepada hal-hal yang &quot;menjadi sebab-musabab&rdquo; dan MELUPAKAN bahwasanya Allah Ta&rsquo;ala berkehendak kepada hal-hal yang merupakan akibat dari sebuah sebab.</font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ffcc00">Manusia boleh saja punya kehendak atau keinginan, tetapi Kehendak Allah Ta&#8217;ala saja yang akan terjadi atau mewujud. Ikhtiyari manusia hanya dalam batas-batas mensyukuri kemampuan yang Allah Ta&#8217;ala berikan kepadanya, bukan ikhtiyari untuk pencapaian tujuan atau keinginannya.</font> </p></blockquote>
	<p align="left">
	<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 24/08/2008</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/24/sebab-akibat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Beo botak &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/23/beo-gundul-botak/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/23/beo-gundul-botak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 17:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>ANEKDOT</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/23/beo-gundul-botak/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Sebuah kisah tentang seekor burung beo yang pandai berbicara:
	    
	Seorang pedagang minyak sangat menyukai burung beo peliharaannya karena kepandaiannya mengoceh dan kebisaannya menjaga kiosnya ketika ia sedang keluar.
	    
	Suatu hari, ketika si beo sedang sendirian di kios, seekor kucing menjatuhkan sebuah toples minyak. Ketika si pedagang kembali ke kiosnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">
	<p align="left" class="MsoNormal">Sebuah kisah tentang seekor burung beo yang pandai berbicara:</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Seorang pedagang minyak sangat menyukai burung beo peliharaannya karena kepandaiannya mengoceh dan kebisaannya menjaga kiosnya ketika ia sedang keluar.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Suatu hari, ketika si beo sedang sendirian di kios, seekor kucing menjatuhkan sebuah toples minyak. Ketika si pedagang kembali ke kiosnya dia menyangka bahwa si beo yang menjatuhkan toples itu. Karena marah dihantamnya kepala si beo berulang-ulang sampai bulu-bulu di kepalanya tercerabut. Sang beo pun kelenger dan kehilangan kemampuannya berbicara sampai beberapa hari saking shocknya.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dan pada suatu hari kemudian, si beo melihat ada seorang tua yang botak berjalan melewati kios. Mendadak si beo bisa berbicara lagi, dengan bersemangat ia berteriak, &rdquo;Hai orangtua, toples minyak siapa yang engkau tumpahkan ?</p>
	<div align="left">    </div>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Orangtua itu tersenyum. Si beo tidak tahu bahwa kebotakannya adalah karena usianya, bukan tercerabut karena dipukuli kepalanya.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">
	<div align="left">
<blockquote>
<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ff9900">.: Makanya &#8230;! Jangan suka nyama-nyamain.</font> </p>
</blockquote>
</div>
	<p align="left">
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">
<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 08/08/08 [Alih bahasa oleh wiwin.wr dengan sedikit kreasi]</font></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/23/beo-gundul-botak/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>emas dan Pasir &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/22/emas-dan-pasir/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/22/emas-dan-pasir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 17:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KAJIAN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/22/emas-dan-pasir/</guid>
		<description><![CDATA[	The Wisdom of Al Hakim At Tirmidzi&#8230;.. merupakan terjemahan dari Adabu-n-Nafsi, di dalamnya ada uraian tentang kehendak hawa-nafsu, &#8230;. mari kita simak, MARI KITA BELAJAR DARI MEREKA. 
 
    
	Wahb ibn Munabbih mengisahkan bahwa seseorang menemui gurunya dan berkata, &ldquo;Aku telah memuang hawa nafsu&rdquo;&#8230;.. &ldquo;Apakah kamu masih bisa membedakan antara wanita dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">The Wisdom of Al Hakim At Tirmidzi&#8230;.. merupakan terjemahan dari <em>Adabu-n-Nafsi</em>, di dalamnya ada uraian tentang kehendak hawa-nafsu, &#8230;. mari kita simak, MARI KITA BELAJAR DARI MEREKA. </p>
 <a id="more-60"></a><br />
<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal">Wahb ibn Munabbih mengisahkan bahwa seseorang menemui gurunya dan berkata, &ldquo;Aku telah memuang hawa nafsu&rdquo;&#8230;.. &ldquo;Apakah kamu masih bisa membedakan antara wanita dan obat-obatan ?&rdquo; tanya gurunya. Orang itu menjawab, &ldquo;Ya&rdquo;</p>
	<p>  <font color="#cccc99"></font><font color="#cccc66">&ldquo;Kau bukan membuang hawa-nafsu, tetapi malah membuatnya semakin kokoh,&rdquo; tandas sang Guru.</font></p>
	<p>  Nabi Isa Ibn Maryam as. bertanya kepada kaumnya, &ldquo;Menurut kalian apakah kedua barang ini sama ?&rdquo; Di tangan kanannya EMAS, sedangkan di tangan kirinya PASIR. &ldquo;Tidak !&rdquo; jawab mereka. &ldquo;Bagiku keduanya sama,&rdquo; sanggah Nabi Isa as&#8230;&#8230; Inilah orang [maksudnya Nabi Isa as.] yang berhasil menaklukkan hawa-nafsunya.</p>
	<p>  Barangkali ada yang bertanya, &ldquo;Bagaimana hati menganggap pasir dan emas itu sama ?&rdquo; Manusia membedakan keduanya, atau lebih menghargai emas daripada pasir karena dorongan hawa-nafsu dalam shadrnya. Menjadikan ia melihat emas lebih bermanfaat daripada pasir sehingga lebih menghargainya.</p>
	<p>  Karena itu, sepatutnyalah orang yang ingin lepas dari belenggu hawa-nafsu agar mengolah-jiwanya hingga mampu memandang segala sesuatu dengan cahaya keyakinan. Semua adalah ciptaan Allah Ta&rsquo;ala, semua adalah makhluk Allah Ta&rsquo;ala. Penilaiannya terhadap setiap ciptaan-Nya senantiasa diselaraskan dengan penilaian Allah Ta&rsquo;ala kepada ciptaan-Nya itu. Allah Ta&rsquo;ala bisa saja memberikan nilai yang dikandung emas kepada batu atau kaca, sehingga nilai emas menjadi rendah.</p>
	<p align="left" class="MsoNormal"> Tidakkah anda pernah mendengar bahwa Umar bin Khattab ra. pernah hendak membuat dirham dari kulit sapi ?</p>
	<p>  Penghargaan terhadap dirham dan dinar harus sesuai dengan ketentuan Allah Ta&rsquo;ala, bukan dengan dorongan hawa-nafsu. Kalau ada orang pergi ke Samarkand dengan membawa uang yang berlaku disana, dia pasti akan sangat menghargai uang itu. Dia akan sedih bila uang itu hilang dan senang jika mendapatkannya kembali. Tetapi seandainya dia pergi ke daerah lain tempat uang yang dibawanya tidak berlaku, dia tentu tidak berkeberatan membuang uang itu.</p>
	<p>  Ini adalah bukti bahwa emas sangat berharga dalam hati karena logam itu memiliki manfaat besar. Ia sebenarnya bisa saja ditukar dengan segala sesuatu. Atas dasar inilah, Allah Ta&rsquo;ala sangat membenci orang yang menghargai dinar dan dirham (atau segala sesuatu) karena manfaatnya, bukan karena Allah.</p>
	<p>  Anda harus melatih dan memisahkan diri anda dari semua pandangan demikian supaya hati bersih dan berjalan di atas keyakinan yang lurus. Dengan begitu anda bisa melihat dinar dan dirham sama seperti makhluk-makhluk ciptaan Allah Ta&rsquo;ala lainnya.</p>
	<p>  Setelah itu, barulah anda mampu menilainya sesuai dengan penilaian Allah Ta&rsquo;ala. Apabila anda sudah mampu menilai keduanya dengan benar seraya menyadari manfaat keduanya, saat itulah anda akan mengetahui nilai hakiki keduanya. Kedua logam itu tak lain adalah salah satu di antara sekian banyak ciptaan-Nya. Inilah maksud pernyataan Nabi Isa. as di atas.</p></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p align="left" class="MsoNormal">Penilaian kita terhadap manusia lain juga seharusnya demikian, bukankah &#8230;.. tidak ada yang berbeda diantara setiap manusia dihadapan Allah Ta&rsquo;ala kecuali disebabkan ketaqwaannya &#8230;. </p>
	<p align="left">
	<div align="left">    </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">&rdquo;&#8230;&#8230; Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu&#8230;.&rdquo; QS.[49]:13</font></p></blockquote>
	<div align="left">    </div>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left"><font color="#999900">Bandung - 19/07/2008 &hellip;.. Mudah-mudahan bermanfaat.</font>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/22/emas-dan-pasir/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Umat yang NABI Saw rindukan &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/21/umat-yang-nabi-saw-rindukan/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/21/umat-yang-nabi-saw-rindukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 13:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/21/umat-yang-nabi-saw-rindukan/</guid>
		<description><![CDATA[	Rasulullah Saw.. berwashiyah kepada Abu Hurairah ra, 
	    
	&quot;Wahai Abu Hurairah, hendaklah engkau mengikuti jalan suatu kaum, yang jika manusia merasa takut, mereka tidak takut. Jika manusia mencari keselamatan dari api neraka, mereka tidak takut &#8230; &quot;
	    
	Abu Hurairah ra bertanya, &quot;Siapakah mereka itu yaa Rasulullah, terangkan dan jelaskanlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">Rasulullah Saw.. berwashiyah kepada Abu Hurairah ra, </p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">&quot;Wahai Abu Hurairah, hendaklah engkau mengikuti jalan suatu kaum, yang jika manusia merasa takut, mereka tidak takut. Jika manusia mencari keselamatan dari api neraka, mereka tidak takut &#8230; &quot;</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Abu Hurairah ra bertanya, &quot;Siapakah mereka itu yaa Rasulullah, terangkan dan jelaskanlah ihwal mereka itu kepadaku hingga aku dapat mengenali mereka &#8230; &quot;</p>
	<div align="left">            </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Rasulullah Saw. menjawab, </p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><font color="#cccc66">&quot;Mereka itu suatu kaum dari umatku di akhir zaman. Kelak mereka berkumpul pada Hari Qiyamah di tempat berkumpulnya para Nabi. Jika manusia memandang mereka, manusia mengira bahwa mereka itu para Nabi dari keadaan yang mereka lihat, hingga aku beritahukan kepada mereka. Aku katakan &#8216;Umatku, umatku &#8230;&#8217; Maka para makhluk mengetahui bahwa mereka bukanlah para Nabi. Mereka bagaikan kilat dan angin, pandangan mata yang hadir terkesiap dengan pancaran cahaya mereka &#8230; &quot;</font></p>
</blockquote>
    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Abu Hurairah ra berkata, &quot;Yaa Rasulullah, kemukakan kepadaku amalan- amalan mereka, mudah-mudahan aku dapat mengikuti mereka &#8230; &quot;</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Rasulullah Saw. menjawab, &quot;Wahai Abu Hurairah, kaum itu menempuh suatu jalan yang sangat terjal hingga sampai kepada tingkatan para Nabi. Mereka memilih lapar setelah Allah memberi mereka rasa kenyang, memilih telanjang setelah Allah memberi mereka pakaian, dan memilih haus setelah Allah memberi mereka rasa puas. Mereka meninggalkan itu semua karena mengharap apa yang ada di sisi-Allah. Mereka meniggalkan yang halal karena takut dengan Hisab. Mereka mempergaulinya dengan badan-badan (lahiriyah) mereka, tetapi mereka tidak menyibukkan diri dengan suatu apapun darinya. Para Nabi dan para Malaikat takjub dengan ketaatan mereka kepada Allah. Kebahagiaan bagi mereka, kebahagiaan bagi mereka, aku sangat ingin agar Allah menghimpunkan aku bersama mereka&quot; &#8230;</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Kemudian Rasulullah Saw. menangis karena rindu kepada mereka. Lalu beliau Saw. berkata, &quot;Jika Allah hendak mengazab penghuni bumi, lalu memandang mereka, maka Dia berpaling dan tidak jadi menurunkan azab. Hendaklah engkau, wahai Abu Hurairah, mengikuti jalan mereka. Barang siapa berpaling dari jalan mereka, maka ia akan kelelahan dalam kerasnya Hisab&quot; &#8230;</p>
	<p align="left">
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 19/07/2008 &hellip;.. Mudah-mudahan bermanfaat.<br />[Belum diperoleh sumber aslinya. Saya memperolehnya dari seorang sahabat.]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/21/umat-yang-nabi-saw-rindukan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Aspek Kesadaran Insaan &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/20/aspek-kesadaran-insaan/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/20/aspek-kesadaran-insaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 09:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>KAJIAN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/20/aspek-kesadaran-insaan/</guid>
		<description><![CDATA[	Bilamana bicara tentang Ego, maka struktur model PsikoAnalitik dari Freud menjelaskan ada Internal Desire [Id] dan ada Super-Ego. Ego adalah pusat kesadaran, melalui mana Id dan Super-Ego dalam diri (yang ragawi) seorang manusia melakukan interaksi dengan lingkungan.
	  
	  
	Ego adalah Pusat kesadaran manusia, ia adalah yang menjadi penentu dari karakter seorang manusia. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal">Bilamana bicara tentang Ego, maka struktur model PsikoAnalitik dari Freud menjelaskan ada Internal Desire [Id] dan ada Super-Ego. Ego adalah pusat kesadaran, melalui mana Id dan Super-Ego dalam diri (yang ragawi) seorang manusia melakukan interaksi dengan lingkungan.</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Ego adalah Pusat kesadaran manusia, ia adalah yang menjadi penentu dari karakter seorang manusia. Dalam pengertian yang lebih umum, karakter dipengaruhi oleh 3 faktor yakni pikiran, perasaan dan keinginan. Pada umumnya terjadi &ldquo;keseimbangan&rdquo; antara ketiganya namun suatu ketika perasaan bisa lebih dominan atau keinginan atau pikiran.</p>
    <a id="more-53"></a><br />
<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><strong>HASRAT dan DORONGAN DALAM DIRI INSAAN ..</strong></p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Allah Ta&rsquo;ala mengajarkan kepada manusia bahwa ada tiga hal dalam diri yang perlu diwaspadai dan dikendalikan. Dua diantaranya bersifat inherent, bersifat &nbsp;melekat kepada diri manusia, diperlukan manusia untuk mendukung hidupnya di muka bumi ini. Sedangkan yang ketiga, yakni &ldquo;&#8230; kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada [shudur] manusia&rdquo; QS.[114]:4-5.</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sedangkan dua yang pertama adalah berikut ini,</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">&ldquo;syahawaati&rdquo; atau syahwat,</p>
	<p align="left" class="MsoNormal">
	<p align="left" class="MsoNormal">Raga manusia hakekatnya adalah &ldquo;tanah liat yang diberi bentuk&rdquo; sebagaimana Allah Ta&rsquo;ala jelaskan di Al Quran, riwayat penciptaan Adam as., dan selanjutnya Bani (keturunan) Adam diciptakan Allah Ta&#8217;ala dari &quot;saripati tanah liat&quot; atau <em>nuthfah</em>. Sesuai dengan bahan dasar pembentuknya maka raga manusia akan cenderung kepada hal-hal yang berasal dari tempat yang sama dengannya, yakni material yang lahiriyyah atau yang bersumber dari tanah pula. Itulah syahwat, yakni sesuatu yang &#8230;..</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">Yakni sesuatu yang &ldquo;Dihiaskan kepada manusia [diterjemahan biasanya ditulis: dijadikan indah pada (pandangan) manusia] kecintaan kepada <em>asy-syahawaati </em>[diterjemahan biasanya ditulis: apa-apa yang diingini], yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik&rdquo; &hellip; QS.[3]:14.</font></p></blockquote>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">&ldquo;hawaa&rdquo; yang dalam bahasa sehari-hari disebut hawa-nafsu,</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">Dalam Al Quran, Allah Ta&rsquo;ala memperingatkan manusia bahwa hawa-nafsu adalah sesuatu yang bisa menjadi tujuan pemenuhan oleh manusia, </font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">&ldquo;Terangkanlah kepada-Ku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya [text asli: <em>ilaahahu hawaahu</em>]&hellip;&hellip; QS.[25]:43 dan &ldquo;&hellip;&hellip;. pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya [text asli: <em>ilaahahu hawaahu</em>] dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? &hellip;&hellip; QS.[45]:23. </font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">Memperturutkan hawa-nafsu sama saja dengan mempertuhankan hawa nafsu, dan akan berakibat ketertutupan tiga modal dasar yang Allah berikan, &ldquo;<span class="gen">Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya [<em>min ruuhii</em>, dalam terjemahan ditulis: ruh (ciptaan)-Nya] dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati [af&rsquo;idah]; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur&rdquo; QS.[32]:9</span></font></p></blockquote>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Tentang hawa-nafsu;</p>
	<div align="left">  </div>
	<div align="left">  </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">Allah Ta&rsquo;ala mewartakan bahwasanya bilamana hawa-nafsu dipertuhankan atau diperturutkan atau diikuti maka manusia akan mengalami ketertutupan hati itu sehingga penglihatan dan pendengaran hatinya menjadi tidak ada. Menjadikan manusia semakin jauh dari Al Haqq, semakin tersesatkan dari Jalan Allah, sebagaimana perintah-Nya kepada Nabi Daud as, </font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cccc66">&ldquo;<span class="gen">Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan di antara manusia bi-l-haqq [diterjemah ditulis: dengan adil] dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.</span><span class="gen">Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.&rdquo; QS.[38]:26</span></font> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/20/aspek-kesadaran-insaan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mental Budak &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/19/mental-budak/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/19/mental-budak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 10:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>MANAJEMEN</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/19/mental-budak/</guid>
		<description><![CDATA[	Coba bayangkan,
	Boss: Besok tanggal 10 anak-buahmu harus datang rapat dan jangan terlambat, tepat jam 10 ! Mereka datang jauh-jauh India hanya untuk rapat proyek ini.    Manajer: Lho pak. Tanggal 10 kan hari Minggu.
	Boss: Iya saya tahu, emang saya bodo apa. Kenapa waktu mereka minta tanggal 10 anak-buahmu diam saja ? Dan tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Coba bayangkan,</p>
	<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: Besok tanggal 10 anak-buahmu harus datang rapat dan jangan terlambat, tepat jam 10 ! Mereka datang jauh-jauh India hanya untuk rapat proyek ini.<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: Lho pak. Tanggal 10 kan hari Minggu.</p>
	<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: Iya saya tahu, emang saya bodo apa. Kenapa waktu mereka minta tanggal 10 anak-buahmu diam saja ? Dan tanggal 11 juga dilanjutkan rapatnya ya !!<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: (gara-gara anak-buah tidak lihat kalender dijadikan alasan nih, si bos bukannya membela pihaknya sendiri malahan membela orang asing yang ngejebak orang senegerinya) Mereka di hari minggu kan bukan menjadi haknya perusahaan pak. Hari Sabtu dan Minggu kan haknya urusan sosial mereka. Kita juga merebut hak istirahat mereka. Secara manajemen itu kan tidak baik. Mereka akan menjadi lelah dan seminggu berikutnya mereka tidak akan efektif kerjanya, kan kita sendiri yang rugi !!</p>
 <a id="more-57"></a><br />
<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: Sudahlah, kita coba menghormati mereka yang datang dari jauh.<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: Iya lah pak, apa boleh buat, kita usahakan menghormati orang yang tidak menghormati hak-hak kita. Saya akan minta kesediaan mereka tetapi kalau mereka tidak bisa maka saya berlepas diri dari itu, misalnya karena mereka jadi panitya Pilkada. Itu kan demi Pemerintah Indonesia.  </p>
	<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: Anda make sure mereka hadir ya.<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: Saya tidak mau mengambil hak mereka pak, jadi saya hanya akan bilang bahwa hari minggu ada rapat. Lagian kan imbalan jasa pekerjaan ini sangat di bawah standard yang selayaknya.</p>
	<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: (enggak ngejawab malah pesen ngewanti-wanti) Pokoknya anda make sure mereka datang ya. Dan beritahukan agar jangan terlambat. Klien kita tidak mau tahu ada Pilkada. Dia bilang Pilkada apaan, Pilgub kan sudah bulan-bulan lalu. [mana orang asing tahu kalau di Bandung ada dua Pilkada yang agak berturutan pelaksanaannya, PilGub dan PilWalkot]<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: (geleng-geleng kepala, ini boss mau-maunya di tekan sama klien asing yang tidak menghormati hak-hak bangsa Indonesia buat ikut Pilwalkot, padahal imbalan-jasa proyek ini kecil sekali) Saya upayakan bos, yang jelas saya tidak mau mengambil hak orang !! </p>
	<p align="left"><strong><em>Boss</em></strong>: Ya, usahakan ya.<br />    <strong><em>Manajer</em></strong>: Ya pak saya coba&#8230;. (wah kepala gue dipatok ayam di atas nih, gue patok aja kepala ayam yang di bawah)  </p>
	<p align="left"><font color="#66ff00">Lantas &#8230;.. kring-kring di meja kerja si Kroco &#8230;.</font>  </p>
	<p align="left"><strong><em>Manajer</em></strong>: Eh kroco, elu tau kan si bos minta apa. Elu-elu pade salah sendiri sih, udah tahu hari minggu masih mau diajak rapat. Salah sendiri. Sudahlah, kalau bisa kalian PilWalkotnya di Jakarta saja atau TPS nya dibawa ke Jakarta sambil rapat !!! </p>
	<p align="left"><strong><em>Kroco</em></strong>: [geleng-geleng kepala, nasib gue jadi ayam di paling bawah, mau matok kemana lagi]: Ya pak !!.</p>
	<p align="left"><font color="#ffcc00"><strong>Negeri BUDAK </strong>[<strong>?</strong>]</font>&nbsp; &#8230;   Demikian tulisan Pramoedya Ananta Toer yang dijadikan blockquote oleh situs kompas dot com yang sedang memulai pemasangan artikel bersambung tentang &ldquo;Ekspedisi Daendels, Belajar dari Sejarah Sebuah Jalan&rdquo;.  </p>
	<blockquote><p align="left"><font color="#ffcc00">Indonesia adalah negeri budak.<br />    Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.</font> </p>
	<p align="left"><font color="#999900">[ Pramoedya Ananta Toer, dalam Novel Jalan Raya Pos, Jalan Daendels ]</font>  </p></blockquote>
	<p align="left">Ah mental budak&#8230;.., <strong>dengan sangat-sangat terpaksa</strong> saya katakan bahwa yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer sungguh bisa terjadi &#8230;. !!! Kisah di atas menunjukkan bahwa <strong>sebagian</strong> (sebagian keciiiiil ? Mudah-mudahan begitu) <strong>dari orang Indonesia</strong> suka menjadi budak diantara bangsa dan budak bagi bangsa lain&#8230;.. &#8230;&#8230; menjadi budak itu akan berakhir dengan memperbudak bangsanya sendiri kan, &#8230; hiks hiks.   </p>
	<p align="left"> Memprihatinkan ya. Kenapa ya ? Seingat saya, Koentjoroningrat dalam sebuah bukunya (saya lupa judulnya karena sudah lama sekali saya membacanya dan buku itu bukan punya saya) juga pernah menulis tentang masalah yang serupa dengan Pramoedya Ananta Toer, persoalan sikap mental atau <em>attitude</em>.     </p>
	<blockquote><p align="left"><font color="#cc9900">Apa sebenarnya yang dicari sih ? Kenapa menjadi seperti itu ? Kenapa saling memperbudak ? Kenapa saling mamatuk, manusia yang di atas mematuk manusia yang di bawahnya ? Memangnya kita hidup di dunia ini buat apa sih ? </font></p></blockquote>
	<p align="left">Itu hanya sekadar persoalan apa yang ada dalam shadr. Kalau shadr dilapangkan oleh Allah Ta&#8217;ala sebagaimana QS.[6]:125 dan QS.[39]:22 dan penjelasan Rasulullaah Saw. ketika membacakan ayat tersebut &#8230;&#8230; maka ketika shadr lapang, yang ada disitu tidak lain adalah rahmaniyyah dari seorang manusia, yang telah dirahmati Allah Ta&#8217;ala dengan diperciki Asma-Nya Yang Ar-Rahmaan, dan itu akan ditebarkan oleh manusia itu kepada makhluk-makhluk lainnya. </p>
	<p align="left">Ada lagi blockquote,  </p>
	<blockquote><p align="left"><font color="#ffcc00">Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya,<br />    kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya.<br />    Kalau dia tak mengenal sejarahnya.<br />    Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.</font>  </p>
	<p align="left"><font color="#999900">[ Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer ]</font>  </p></blockquote>
	<p align="left">Ah&#8230;.., tentunya kita tahu bahwa kebajikan bukanlah menghadapkan wajah ke kiri dan ke kanan, tetapi kebajikan itu, salah satunya, adalah bersedia mengorbankan apa-apa yang dicintainya untuk kerabatnya &#8230;. seperti para pejuang kemerdekaan negeri kita.   Mereka mengorbankan kehirupan raganya untuk kita. </p>
	<blockquote><p><font color="#ff9900"><strong>Bersediakah kita ?</strong></font></p></blockquote>
	<p class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 14/08/2008 &hellip;.. Wallaahu `alam bi-sh-showab</font>.   </p>
	<div align="left"><font color="#999900">[Mohon maaf: kalaupun ada kesamaan waktu, tanggal, ucapan-ucapan, jabatan, nama kota, maka itu hanyalah sebuah kebetulan, kisah ini sepenuhnya rekaan belaka]</font></div>
<br /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/19/mental-budak/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Gerhana bulan sebagian &#8230;</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/17/gerhana-bulan-di-negeri-kita-indonesia-tercinta/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/17/gerhana-bulan-di-negeri-kita-indonesia-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 21:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BERANDA</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/17/gerhana-bulan-di-negeri-kita-indonesia-tercinta/</guid>
		<description><![CDATA[	Sahabat Pembaca.
	Di sepertiga terakhir malam Nisfu Syaban, Ahad tanggal 15 bulan Syaban 1429 H. dimana kita menunaikan sholat yang Rasulullaah Saw. ajarkan, 100 roka&#8217;at dengan 50 kali salam, membaca Al Fatihah dan 10/11 kali Al Ikhlas di tiap roka&#8217;at, jam 02 dinihari terjadilah gerhana bulan yang melintasi sebagian wilayah negeri kita.&nbsp; Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left"><img width="186" hspace="10" height="186" border="0" align="left" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/20080817MOONeclipse.jpg" style="width: 186px; height: 186px;" />Sahabat Pembaca.</p>
	<p align="left">Di sepertiga terakhir malam Nisfu Syaban, Ahad tanggal 15 bulan Syaban 1429 H. dimana kita menunaikan sholat yang Rasulullaah Saw. ajarkan, 100 roka&#8217;at dengan 50 kali salam, membaca Al Fatihah dan 10/11 kali Al Ikhlas di tiap roka&#8217;at, jam 02 dinihari terjadilah gerhana bulan yang melintasi sebagian wilayah negeri kita.&nbsp; Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan negeri kita 17 Agustus, 1945-2008 ke <font color="#ff9900"><strong>63</strong></font>.</p>
	<p align="left">&nbsp;</p>
	<p align="left">Mari kita syukuri fenomena alam yang seperti ini. Sebuah Maha Karya dari Allah Ta&#8217;ala Yang Maha Agung. Kita coba tafakuri, mencari makna yang sesungguhnya, yang hendak Allah Ta&#8217;ala sampaikan kepada makhluk-makhluk-Nya. Semoga Allah Ta&#8217;ala memudahkannya.</p>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 17/08/2008 &hellip;.. Wallaahu `alam bi-sh-showab</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/17/gerhana-bulan-di-negeri-kita-indonesia-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Keyakinan membangun harapan …</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/08/keyakinan-membangun-harapan-cinta-bagai-anggur/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/08/keyakinan-membangun-harapan-cinta-bagai-anggur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 01:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BUNGA RAMPAI</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/08/keyakinan-membangun-harapan-cinta-bagai-anggur/</guid>
		<description><![CDATA[	Pada kurun awal penyebaran agama Islam, banyak orang terpelajar yang nenek moyangnya telah menyembah patung atau api mulai mempertanyakan tentang praktek irasional ini. Ada dua kakak beradik penyembah api yang merasakan hal ini. Salah satu dari mereka mempunyai ide untuk memasukkan tangan mereka ke dalam api. Jika&nbsp; terbakar berarti mereka harus berhenti menyembah api dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal"><img width="84" hspace="10" height="225" border="0" align="left" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/campfire.jpg" style="width: 84px; height: 225px;" />Pada kurun awal penyebaran agama Islam, banyak orang terpelajar yang nenek moyangnya telah menyembah patung atau api mulai mempertanyakan tentang praktek irasional ini. Ada dua kakak beradik penyembah api yang merasakan hal ini. Salah satu dari mereka mempunyai ide untuk memasukkan tangan mereka ke dalam api. Jika&nbsp; terbakar berarti mereka harus berhenti menyembah api dan mulai memeluk Islam. Demikianlah mereka mengadakan upacara penyembahan kepada api, meminta kepada sembahan nenek moyang mereka itu untuk tidak membakar mereka, akan tetapi saat mereka memasukkan tangan ke dalam api, terbakarlah mereka.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sang kakak mengatakan bahwa ia akan menyelidiki Islam. Adiknya mundur dan mengaku belum siap untuk membuang agama warisan budaya, agama nenek moyangnya.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Lalu pergilah sang kakak ke masjid terdekat. Ia begitu terpesona dan kagum melihat semua orang yang sedang shalat bersama, tanpa ada perbedaan kelas atau golongan. Budak berdiri di samping orang-orang penting, kaya dan miskin bercampur gaul. Qalb sang penyembah berhala itu pun tergerak oleh kebenaran dari ayat- ayat kitab suci yang dibacakan, dan penjelasan tentang Tuhan yang disampaikan seorang Ustadz. Ia pun bangkit ketika shalat berjama&rsquo;ah selesai dan menyatakan niatnya untuk memeluk Islam. Para jama&rsquo;ah disana begitu tersentuh dan gembira dengan keikhlasannya. Dan karena jelas tampak bahwa ia seorang yang miskin, beberapa dari penganut Islam yang kaya menawarkannya pinjaman uang atau menawarkan untuk memberi pekerjaan. Orang itu menolak semua tawaran pertolongan tersebut, sambil berkata bahwa Tuhan telah menolongnya bahkan pada saat ia masih belum masuk Islam dan kini ia telah memiliki keyakinan, tentulah ia dapat melanjutan bergantung hanya kepada Allah saja.</p>
 <a id="more-50"></a><br />
<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Pria itu pulang ke rumah dan mengatakan pada istrinya tentang apa yang telah terjadi. Istrinya begitu gembira mendengar kepercayaan baru yang dianut suaminya dan setuju untuk ikut memeluk Islam.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Keesokan harinya, pria itu meninggalkan rumahnya untuk mencari kerja. Ia adalah seorang portir (pengangkut barang), yang mencari nafkahnya dengan mengangkut barang-barang berat. Akan tetapi tidak ada yang punya pekerjaan untuknya. Ketika tengah hari datang, ia pergi ke masjid untuk shalat. Sekali lagi ia menolak segala bantuan dari teman-teman seimannya. Ia berdoa kepada Allah untuk menghidupinya dan keluarganya. Tetapi sepanjang sisa siang itu tetap tak ada kerja yang bisa ditemukannya. Akhirnya, malam itu ia pulang ke rumahnya. Ketimbang mengecewakan istri dan anak-anaknya, ia mengatakan bahwa ia telah menemukan pekerjaan pada seorang majikan yang sangat baik, akan tetapi majikan barunya itu telah pulang terlebih dahulu sampai lupa membayar upahnya. Mereka pun makan seadanya, dengan makanan yang masih tersisa di rumah.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Hari kedua berlalu seperti hari pertama. Pria itu tidak juga menemukan pekerjaan apapun, sekuat apapun ia berusaha. Pada setiap waktu shalat, ia pergi ke masjid dan berdo&rsquo;a kepada Allah untuk memberinya nafkah bagi keluarganya. Sore itu, pada saat berjalan pulang, ia memungut sedikit sisa remah roti di luar sebuah penginapan dan membawanya pulang untuk menghilangkan lapar anak-anaknya. Ia mengatakan kepada keluarganya bahwa majikannya sekali lagi lupa membayar upahnya hari itu.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Pada hari ketiga pekerjaan masih saja belum ada. Ia berdo&rsquo;a dengan khusyuk pada siangnya untuk keluarganya. Ia mengerti bahwa situasi ini sebagai suatu ujian atas keyakinannya dan memutuskan untuk tidak melakukan apapun kecuali berdo&rsquo;a dan mencari kerja sampai keluarganya tercukupi.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><img width="98" hspace="10" height="132" border="0" align="left" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/Cinta%20Bagai%20Anggur%20-%20cetakan%201.jpg" style="width: 98px; height: 132px;" />Siang itu, seorang lelaki yang tampan bercahaya datang ke rumahnya dan memberikan sekantung emas kepada istriya. Ia berkata,&ldquo;Katakan pada suamimu bahwa majikannya yang baru sangat terkesan padanya.&ldquo; Sambil membuka kantung itu, ia menjerit, Oh, alangkah baiknya majikan suamiku ini !&ldquo; Sang istri belum pernah melihat sekeping koin emas pun, seumur hidupnya. Dan kini ia memegang cukup banyak keping uang emas untuk dapat membiayai keluarga mereka seumur hidup.</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sang Istri membawa sekeping koin emas itu ke penukar uang. Ketika menguji koin itu, sang penukar uang bertanya darimana wanita itu mendapatkannya, &ldquo;Saya belum pernah melihat emas yang semurni ini. Saya tidak bisa membayangkan, dari bumi bagian mana ia berasal.&ldquo;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Sang lelaki pengangkut barang belum juga menemukan kerja hari itu. Dalam keadaan lelah, lapar dan tertekan, ia berjalan pulang. Ia membayangkan betapa akan kecewanya istri dan anak-anaknya. Seraya berjalan pulang, ia berhenti dan membuat dua buah bungkusan dari sapu tangan besar, yang pertama diisinya pasir dan satunya lagi dengan batu. &rdquo;Paling tidak, tetangga-tetanggaku, yang telah mendengar tentang keyakinan baruku tidak akan menggunjing tentang kepulanganku yang dengan tangan hampa selama tiga hari berturut-turut.&ldquo;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Ketika lelaki itu sampai di rumahnya, ia melihat pelita dinyalakan di semua jendela rumahnya dan ia mencium bau masakan daging dan sayuran. Ia membuka pintu dan melihat anak-anak dan istrinya mengenakan pakaian terbaik mereka, dilihatnya pula beberapa panci berisi masakan yang menggelegak di atas perapian. Dengan kecewa ia bertanya pada istrinya, &ldquo;Apakah engkau meminjam uang dari seseorang? Darimana kau dapatkan semua makanan dan pelita-pelita ini ?&ldquo;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dengan gembira, sang istri bercerita bahwa seorang utusan dari majikan baru suaminya telah memberi mereka sebuah kantung berisikan koin terbuat dari emas murni. Pria itu melemparkan kedua buah bungkusan ke belakang pintu dan dengan bahagia berpelukan dengan keluarganya. Kemudian istrinya mengingatkannya agar ia tidak melemparkan makanan ke lantai. Sang suami berbalik dan menemukan bahwa pasir yang dibawanya telah berubah menjadi tepung-terigu terbaik dan batu berubah menjadi roti yang masih hangat !</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#ff9900">Kita pun diberi rezeki oleh Allah. Kita juga menerima upah yang sangat baik, hanya saja, kita jarang sekali menyadarinya dan jarang sekali bersyukur&#8230;</font></p>
	<div align="left">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><font color="#ff9900">Keyakinan membangun harapan &#8230;</font></p>
       </blockquote>
       </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">
	<div align="left">                </div>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">[<br />       Judul asli: Keyakinan.<br />       Sumber: Cinta Bagai Anggur, cetakan 2, PICTS, disunting sedikit oleh wiwin.wr.<br />     Sedikit icip-icip dari buku kisah hikmah ini. Judul aslinya &quot;Love is a wine&quot;</font><font color="#999900"></font><font color="#999900"><br />       &#8212;&#8211;<br />     <strong>  Termasuk salah satu buku bacaan favorit saya, apalagi kisah yang di atas adalah salah satu kisah yang sangat berkesan ke diri saya dan masih tetap seperti itu setiap kali saya membacanya bahkan ketika saya sedang memasangnya disini.</strong><br />       &#8212;&#8211;<br />       Cetakan ke tiga atau mungkin edisi kedua akan segera muncul, Insya Allah, </font><font color="#999900">diterbitkan oleh &quot;Pustaka Prabajati&quot;. </font><font color="#999900">Silahkan berlomba membelinya karena isinya sangat-sangat bagus, isinya adalah kisah-kisah yang diceritakan oleh Syaikh Muzaffer Ozak dari Thoriqoh Helvetti-Jerrahi dan dikompilasi oleh Syaikh Ragip Frager. Bisa dipesan <a title="Toko Buku Apuy" target="_blank" href="http://berandasuluk.blogsome.com/go.php?http://tokobukusobari.blogsome.com/">disini</a>.<br />       &#8212;&#8211;<br />       Bandung - 05/04/2007&#8230; saya menyalinnya untuk menjadi bacaan Ahad pagi sementara cetakan yang ke tiga belum diterbitkan oleh PICTS sedangkan cetakan ke dua sudah habis dari pasaran.<br />       ]</font></p>
 <font color="#999900"> </font><font color="#999900"> </font><font color="#999900"> </font><font color="#999900"> </font><font color="#999900"></font><font color="#999900">        </font>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/08/keyakinan-membangun-harapan-cinta-bagai-anggur/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kaya atau miskin &#8230; ?</title>
		<link>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/06/kaya-atau-miskin/</link>
		<comments>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/06/kaya-atau-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 08:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwin.wr</dc:creator>
		
	<category>BUNGA RAMPAI</category>
		<guid>http://berandasuluk.blogsome.com/2008/08/06/kaya-atau-miskin/</guid>
		<description><![CDATA[	Kaya dan miskin hanyalah sebatas &quot;rasa-membutuhkan akan segala sesuatu&quot;, selama seseorang masih merasa membutuhkan suatu materi maka selama itu pula ia akan merasa miskin, sebaliknya ketika seseorang merasa bahwa ia hanya membutuhkan Allah Ta&rsquo;ala semata maka saat itulah ia faqir [membutuhkan] dihadapan Rabb-nya tetapi ia kaya dihadapan segala makhluk, karena tidak membutuhkan.
	    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left" class="MsoNormal"><img width="135" hspace="10" height="183" border="0" align="left" title="Cinta bagai Angur" alt="Cinta bagai Angur" src="http://berandasuluk.blogsome.com/wp-admin/images/Cinta%20Bagai%20Anggur%20-%20cetakan%201.jpg" />Kaya dan miskin hanyalah sebatas &quot;<font color="#ffcc00">rasa-membutuhkan akan segala sesuatu</font>&quot;, selama seseorang masih merasa membutuhkan suatu materi maka selama itu pula ia akan merasa miskin, sebaliknya ketika seseorang merasa bahwa ia hanya membutuhkan Allah Ta&rsquo;ala semata maka saat itulah ia faqir [membutuhkan] dihadapan Rabb-nya tetapi ia kaya dihadapan segala makhluk, karena tidak membutuhkan.</p>
	<div align="left">    </div>
	<p align="left" class="MsoNormal">Dikisahkan, syahdan selama beberapa tahun Ibrahim bin Adham melanjutkan perjalanannya. Mengemis untuk makan, belajar dari dunia dan mengajar dengan contoh.</p>
	<div align="left">                  </div>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cc6600">Suatu saat, berjumpalah ia dengan seseorang lelaki yang ingin memberinya sedikit uang. Ibrahim bin Adham berkata, &ldquo;Jika engkau kaya, aku akan menerima&nbsp; pemberianmu, tetapi tidak akan aku mau menerimanya jika engkau ternyata miskin.&ldquo;<br />Lelaki tadi meyakinkan Ibrahim bin Adham bahwa ia sangat kaya.<br />&ldquo;Berapa banyak uang yang kau punya?&ldquo;<br />&ldquo;Aku punya lima ribu keping emas.&ldquo;<br />&rdquo;Apakah engkau ingin punya sepuluh ribu keping emas?&rdquo;<br />&rdquo;Ya, tentu saja.&rdquo;<br />&rdquo;Apakah engkau akan lebih senang jika punya dua puluh ribu keping emas?&ldquo;<br />&rdquo;Ya, itu tentu lebih baik.&quot;</font></p></blockquote>
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><font color="#cc9966">&ldquo;Kalau begitu engkau sama sekali tidak kaya! Engkau lebih membutuhkan uang ini daripada aku. Aku puas dengan apapun pemberian-Nya. Tidak mungkin aku menerima apapun dari seseorang yang selalu mengharap lebih banyak.&ldquo;</font></p></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal">
	<blockquote><p align="left" class="MsoNormal"><strong><font color="#ff9900">  Kaya atau miskinkah kita ?</font></strong></p></blockquote>
	<p align="left" class="MsoNormal"><font color="#999900">[<br /></font><font color="#999900">Blockquote text diambil dari: Cinta Bagai Anggur, cetakan 2, PICTS.<br />Sedikit icip-icip dari buku ini. </font><font color="#999900">Cetakan ke-3 atau edisi 2 akan segera muncul, Insya Allah, diterbitkan oleh &quot;Pustaka Prabajati&quot;, silahkan berlomba membelinya karena isinya sangat-sangat bagus, termasuk salah satu buku bacaan favorit saya. Bisa dipesan <a href="http://berandasuluk.blogsome.com/go.php?http://tokobukusobari.blogsome.com/" target="_blank" title="Toko Buku Apuy">disini</a>.<br />]</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="#999900">Bandung - 05/08/2008 &hellip;.. Wallaahu `alam bi-sh-showab</font></p>
	<p align="left" class="MsoNormal">
]]