... Beranda Suluk ...
... Suluk - Beranda - Serambi - Anekdot - Kisah Klasik - Sufisme - Tasawuf ...




 

KUMPULAN HADIS NABAWI
Halaman 2 – tentang ilmu

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas tiap-tiap muslim.”

[HR. Ibnu Majah]
--------------------------------------------------------------------

”Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”

[HR Abu Na’im]
--------------------------------------------------------------------

Pada suatu peristiwa seorang hadirin bertanya kepada Rasulullah saw:

“Ya Rasulullah!… Amalan apakah yang lebih utama?…”
Nabi Saw. menjawab: “Ilmu mengenai Allah ‘Azza wa Jalla!...”
Bertanya kembali orang itu: “Ilmu apa yang Baginda kehendaki?….”
Beliau Saw menjawab: “Ilmu mengenai Allah yang bertasbih kepadaNya segala sesuatu”.

Berkata lagi orang tersebut: “Kami menanyakan tentang amal, lantas Baginda menjawab tentang ilmu ?”
Maka Rasulullah Saw pun menjawab:
“Bahwasanya sedikit amal adalah bermanfaat bila disertai dengan ilmu mengenai Allah. Dan bahwasanya banyaknya amal tidaklah bermanfaat bila disertai kebodohan mengenai Allah.”

[Hr. Ibnu Abdil Birr dari Anas r.a.]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Kita berlindung dengan menyertakan Allah, dari ilmu yang tidak bermanfaat.”

[HR. Ibnu Majah]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

 “Barangsiapa yang Allah berkehendak menyertai seseorang dengan sebuah kebaikan, niscaya Dia menganugerahinya kefaqihan dalam ad-diin dan Dia mengilhamkan kepadanya akan bimbingan-Nya.”

[HR. Bukhari-Muslim]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Segenap yang di langit dan di bumi memohonkan ampun bagi orang yang berilmu.”

[HR. Abid Darda’]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Tiadalah peribadatan (pengabdian) sesuatu kepada Allah yang lebih utama selain dari pada kefaqihan di dalam ad-diin…. Seorang faqih adalah lebih sukar bagi setan menipunya, daripada 1.000 orang ‘abid. Tiap-tiap sesuatu ada tiangnya. Dan tiang ad-diin ini ialah kefaqihan di dalamnya.”

[HR. Ath Thabrani]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Manusia yang terbaik ialah orang beriman yang berilmu, jika diperlukan dia berguna, dan jika tidak  diperlukan, maka dia dapat mengurus diri-nya sendiri.”

[HR. Al Baihaqi]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. Bersabda:

“Iman itu telanjang. Pakaiannya taqwa, perhiasannya malu dan buahnya ilmu.”

[HR. Al Hakim]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya dalam diri manusia ada mudhghoh [segumpal daging]. Jika ia bagus maka bagus pulalah seluruh anggota tubuhnya, bila ia rusak maka akan rusaklah seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah, ia adalah qalb.

[HR. Bukhari dan Muslim]
--------------------------------------------------------------------

Ketika Rasulullah Saw. membacakan Al Quran, QS.[6]:125 :

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk Al-Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

Seorang sahabat bertanya :’Apakah artinya kelapangan itu ?’

Beliau Saw. menjawab, ”Sesungguhnya apabila nuur itu diletakkan di qalb maka shadr itu menjadi lapang dan meluas.”

Kemudian ditanyakan, ”Adakah tandanya untuk itu ...?”

Beliau saw. menjawab, ”Ya, ada ! ... Merenggangkan diri dari negeri tipu-daya, kembali ke negeri kekal dan bersedia mati sebelum datangnya kematian.”

[HR. Al Hakim]
--------------------------------------------------------------------

Rasulullah Saw. menjelaskan bahwasanya hikmah datang dari langit, turun ke dalam qalb manusia kecuali qalb yang di dalamnya terdapat 4 (empat) perangai :

  1. Qalb yang cenderung kepada dunia.
  2. Qalb yang mendukakan masa depan.
  3. Qalb yang mengharapkan kehormatan dari makhluk lain.
  4. Qalb yang mendengki saudaranya sendiri.

[HR. .....]
--------------------------------------------------------------------
Bila diantara sahabat pembaca ada menemukan kesalahan terjemahan mohon tidak sungkan untuk mengirimkan koreksinya ke sini. Bilamana sahabats ingin menambahi kumpulan hadis ini, dipersilahkan mengirimkannya ke sini.
--------------------------------------------------------------------

Halaman: 1 2 3