KUMPULAN HADIST NABAWI
Halaman 1
Rasulullah Saw. bertanya kepada para sahabatnya,
“Tahukah kamu sekalian, siapakah yang benar-benar bertaubat ? …… “
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Maka Rasulullah Saw. menjelaskan, ”
- Barangsiapa bertaubat, tapi ia tidak mempelajari ilmu – haus ilmu pengetahuan dan kebenaran - maka dia bukanlah orang yang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak bertambah tekun ibadahnya, maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak membuat musuh-musuhnya ridha, maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak mengubah pakaian dan perhiasannya, maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak mengganti teman-temannya – yang memberinya pengaruh buruk - maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak mengubah akhlaknya, maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak melipat kasurnya dan tikarnya – tidak suka bangun malam - maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Barangsiapa bertaubat, sedang ia tidak menyedekahkan kelebihannya, maka dia bukanlah orang bertaubat.
- Maka apabila tanda-tanda ini telah nyata pada seorang hamba, sesungguhnya dia telah benar-benar bertaubat.”
[HR Abdulllah Ibn Mas’ud]
-------------------------------------------------------------------------------------
Dari Imran, dia berkata: "Aku pernah bertanya:
Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?.
Beliau Saw menjawab: "Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang diciptakan untuknya.”
[HR: Bukhari]
-------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda:
"Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya. Taqwa tempatnya di sini !“ Sambil Beliau Saw. menunjuk ke dadanya tiga kali.
"Alangkah besar dosanya menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah saudaranya sesama muslim. Haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan atau nama baiknya."
[HR. Muslim] [Shahih Muslim Jilid 4 No. 2193]
-------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah saw. bersabda;
“Dunia dihuni empat ragam manusia.
Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia.
Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama.
Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji.
Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama.“
[HR. Tirmidzi dan Ahmad]
-------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah saw. bersabda;
“Di hari Qiyamat kudatangi pintu surga [al jannah], lalu kuminta dibukakan. Malaikat Penjaga Surga bertanya, ‘Siapakah Engkau’, lalu kujawab, ‘Muhammad’. Dia berkata, ‘Karena Engkaulah aku diperintahkan agar tidak membuka pintu surga bagi serangpun sebelummu’.”
[HR. Ahmad melalui Anas r.a.]
-------------------------------------------------------------------------------------
Dari Amirul Mukminun Abi Hafsh Umar Bin Khaththab ra,. Ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda;
"Amal-amal itu hanyalah dengan niatnya. Dan bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya kepada dunia maka ia akan mendapatkannya, atau wanita maka ia akan menikahinya. Hijrahnya itu kepada sesuatu yang karenanya ia hijrah."
[HR. Bukhari]
-------------------------------------------------------------------------------------
Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.
[HR. Ath-Thabrani]
-------------------------------------------------------------------------------------
Bila diantara sahabat pembaca ada menemukan kesalahan terjemahan mohon tidak sungkan untuk mengirimkan koreksinya ke sini. Bilamana sahabats ingin menambahi kumpulan hadis ini, dipersilahkan mengirimkannya ke sini.
-------------------------------------------------------------------------------------

